
“Bagaimana mungkin? aku akan menikah dengan Jordan dan kau tidak bisa seenak nya menghancurkan rencana pernikahan ku!” bentak Ariana yang tak terima dengan apa yang Aaron ucapkan.
Enak sekali diri nya yang dengan mudah ingin mengungkapkan hal ini pada semua orang dan menghancurkan rencana pernikahan nya dengan Jordan, meskipun ia tak mencintai Jordan namun ia juga tidak rela harus bersama dengan pria ini.
“Lalu kau pikir calon suami mu itu setuju menikah dengan wanita yang sedang mengandung anak pria lain?” ucap Aaron membuat Ariana seketika membeku, memang benar Jordan tidak mungkin akan menerima nya namun ia juga tak ingin bersama dengan Aaron.
Ariana menggigit bibir nya seraya berpikir untuk menjawab pertanyaan Aaron, entah mengapa ia merasa jika pertanyaan pria itu sedang menjebak diri nya agar setuju menikah dengan nya.
“Gugur kan saja bayi ini.” gumam nya pelan.
Jujur ia juga tak tega mengatakan hal itu lantaran ia benar benar rela untuk mengugurkan kandungan nya yang tidak bersalah sama sekali, namun ia juga tidak ingin jika Aaron menghancurkan hidup nya.
Mendengar itu jelas saja Aaron tak terima, pria itu kini memperlihatkan kemarahan nya namun ia tidak bisa berbuat apapun pada Ariana mengingat wanita itu tengah mengandung benih nya.
Aaron pun hanya bisa menarik tubuh Ariana agar mendekat dengan nya seraya berbisik di telinga Ariana, seketika Ariana membulatkan mata kala mendengar ucapan Aaron yang membuat nya ketar ketir saat ini.
“Jika kau berani melakukan hal itu maka akan ku buat kau mengandung benih ku lagi bahkan sampai kau hamil 10 kali.”
Mendengar itu Ariana pun mendorong tubuh Aaron agar menjauh dari nya, jujur demi apapun ia benar benar takut pada Aaron saat ini, bagaimana jika pria itu tidak main main dengan ucapan nya?
Ariana pun segera melangkah kan kaki nya dengan cepat dan meninggalkan Aaron yang tengah menatap nya seraya tersenyum sinis, berani sekali wanita itu ingin membunuh bayi nya yang bisa menyatukan mereka berdua.
__ADS_1
Entah memang pejalan yang cepat atau karena langkah nya yang lebar yang jelas Aaron kini sudah berada di samping Ariana membuat wanita lagi lagi menghindari nya, bukan tanpa alasan namun saat ini mereka sudah hampir berada di luar rumah sakit dan siapapun bisa melihat keberadaan mereka saat ini.
“Bisa tidak menjauh sedikit?” ucap Ariana pada Aaron, namun bukan nya menjauh, pria itu justru semakin mendekatkan diri pada Ariana membuat wanita itu benar benar kesal pada nya.
“Seperti nya bayi kita ingin selalu dekat dengan ku.” ucap Aaron namun Ariana tidak menghiraukan nya, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? padahal diri nya tidak merasakan apapun saat berdekatan dengan Aaron.
Kini kedua manusia yang akan menjadi orang tua itu berada di luar rumah sakit dan Ariana benar benar menjauhi Aaron mengingat sopir nya kini menunggu nya di mobil, Aaron juga menyadari nya dan menjauh kan diri dari Ariana.
Namun ia tetap mengingat kan wanita itu dengan apa yang ia ucapkan sebelum nya, Ariana harus segera memberitahu keluarga nya jika tidak ingin Aaron yang memberitahu kan hal itu dan membuat kekacauan nanti nya.
Ariana kini memasuki mobil nya seraya menghela nafas lega, beruntung sang sopir tidak bertanya apapun pada nya, Ariana menoleh ke belakang melihat Aaron yang juga memasuki mobil nya.
“Halo?” ucap Ariana berusaha untuk bersikap biasa saja namun detak jantung nya kini memacu dengan cepat bak sedang berlomba adu kecepatan.
“Jaga diri mu dan bayi kita, ingat jika ingin sesuatu maka segera hubungi aku.” ucap Aaron, membuat Ariana mendadak bahagia mendengar perhatian kecil yang Aaron berikan pada nya.
Namun jelas ia tak ingin terlihat senang pada pria itu, ia hanya berdehem sebagai jawaban dan segera memutuskan panggilan itu, mobil yang ia tumpangi pun segera melaju menuju kediaman nya.
Sepanjang perjalanan ia hanya memikirkan bagaimana jika kedua orang tua nya tau tentang hal ini, tentu mereka kecewa dan juga nama baik mereka akan ternodai karena ulah nya, dan bagaimana pernikahan nya nanti?
Ariana memijat pangkal hidung nya kali ini ia benar benar sangat pusing memikirkan hal yang akan terjadi, ingin menyembunyikan hal ini namun sampai kapan? perut nya akan membesar seiring berjalan nya waktu, dan Aaron juga tidak mungkin akan diam saja.
__ADS_1
“Oh Ya ampun pusing begini kenapa bawaan nya lapar ya.” gumam Ariana, mendengar jika majikan nya kelaparan jelas saja sang sopir menawarkan untuk berhenti di sebuah restoran terlebih dahulu.
Namun Ariana tidak menginginkan makanan dari restoran, mendadak ia ingin makan jajan yang ada di tepi jalan, dan kebetulan sekali ia melihat jajanan siomay di depan, wanita itu kemudian meminta sang sopir untuk segera berhenti.
Ariana kemudian keluar dari mobil dan segera menghampiri pedagang siomay itu, ia memesan dua porsi siomay yang pedas lantaran ia ingin sekali makan makanan yang pedas.
Sedang kan di dalam mobil kini Aaron menatap Ariana yang tengah membeli siomay, Ya pria itu memang mengikuti mobil Ariana lantaran ingin memastikan jika ibu dari calon bayi nya itu sampai dengan selamat.
“Sudah ku katakan jika ingin makan sesuatu bilang aku.” gumam Aaron yang kesal lantaran Ariana tak menuruti perkataan nya, padahal ia juga ingin merasakan menuruti permintaan Ariana yang tengah mengidam.
Ia pun merogoh ponsel di saku nya seraya menekan nomor ponsel Ariana seraya memantau wanita itu dari dalam mobil nya, tak lama kemudian terlihat Ariana menatap ponsel nya lalu menolak panggilan dari nya.
“Dia menolak nya?” ucap Aaron lalu kembali menghubungi Ariana, hingga beberapa sempat di tolak, akhir nya panggilan dari Aaron pun di terima oleh Ariana lantaran merasa lelah menolak panggilan dari pria tersebut.
“Apa lagi?” ucap Ariana ketus.
“Kenapa tidak bilang ingin makan siomay? padahal sudah aku katakan jika menginginkan sesuatu kau harus menghubungi ku.”
Ariana membulatkan mata mendengar ucapan Aaron, bagaimana bisa pria itu tahu jika ia sedang membeli siomay? Ariana pun menoleh ke sekeliling tak lama ia melihat mobil Aaron yang berada tak jauh dari mobil nya.
“Kenapa mengikuti ku?!!”
__ADS_1