
Arista tidak mempercayai pendengarannya. Ia mencoba mencerna kembali informasi yang baru saja ia dengar dari Erica.
"Jadi pacar bohongan? Nggak salah? Kok bisa?" tanya Arista tidak percaya.
"Ya nggak tau juga, itu kayaknya omongan yang ngalir aja gitu dari boss gue. Makanya gue awalnya juga ragu sih tapi nggak tau kenapa gue yakin aja gitu terima tawaran dia." jawab Erica.
"Hati-hati lo jatuh cinta sama boss lo sendiri nanti." goda Arista.
"Ya ampun gue juga sadar diri lah, Ris, siapa gue. Gue tuh babu dan dia bossnya. Mana bisa boss disandingkan dengan babunya." ucap Erica serius.
"Yakin lo ngomong kayak gitu? Lo nggak tau kalo banyak babu yang naik level karena nikah sama majikannya? Lo tuh udah bukan naik level lagi, Er. Tapi naik tahta. Wih gila,bahasa gue keren abis kan ya." kata Arista
"Oh ya, hampir lupa. Minggu depan apartemen gue pindah ya." kata Erica.
"Hah? Mau kemana emangnya? Bukannya apartemen lo yang sekarang itu enak ya?" tanya Arista bingung.
"Ya, iya. Jadi tadi kan boss gue tuh dateng ke apart gue. Dia liat kondisi apart gue. Katanya kurang oke gue tempatin. Jadi dia mau...... Ngasih gue apart deh...." kata Erica mengecilkan suaranya.
"WHATTT GILA GILA GILASIH!! Ini seriusan Er?" tanya Arista tidak percaya
"Shhh jangan berisik dong. Pokoknya ini rahasia gue ya. Lo nggak boleh kasih tau siapa-siapa. Kalo ada orang lain yang tau berarti sumbernya dari lo!!"
"Tenang tenang. Biarpun mulut gue suka merepet, tapi kalo masalah rahasia semuanya amaaannn.... Apalagi yang menyangkut elo..." kata Arista.
"Thanks yaa Sahabatkuuu...."
__ADS_1
"Sama-sama....gue dapet traktiran ga nih?" tanya Arista meminta jatah traktirannya dengan santai.
"Aman aman!! Tunggu gue gajian ya!!"
"Kan masih lama , Er...."
"Nggak kok. Lo mau apa nggak? Kalo nggak sih yaudah..."
"Eh iya, iya gue mau kok!!" sahut Arista dengan cepat, takut jika Erica berubah pikiran
Teleponpun ditutup. Setelah bertemu dengan Jonathan selain urusan pekerjaan, membuat hidupnya lebih menyenangkan. Terlebih lagi ia tidak perlu merasakan sakit hati karena Geo. Ah sudahlah, Erica bahkan lupa luka yang sudah dibuat oleh Geo seperti apa rasanya.
Bagi dirinya, Jonathan merupakan obat bagi luka hatinya. Tapi Erica lagi-lagi harus sadar bahwa apa yang selama ini ia jalani hanyalah sebuah kepura-puraan. Jadi ia berusaha tidak mudah terlena dan berhati-hati agar tidak jatuh ke dalam perangkapnya sendiri.
...****************...
"itu kartu akses ke apartemen kamu yang baru." kata Jonathan. Erica mengangguk mengerti dan mengambil kartu akses tersebut. Erica melihat kartu itu dan menganga dengan lebar ketika tahu apartemen barunya adalah salah satu apartemen mewah yang diimpikannya.
"Big Tree Apartments??" Erica menutup mulutnya dengan tidak percaya. Matanya membesar seolah-olah ia baru saja mendapatkan jackpot yang besar.
"Pak, nggak salah ini? Ini bukannya apartemen mahal, Pak? Ya ampun, Pak......" Erica sudah siap ingin menolak dan bernegosiasi lagi mengenai apartemen. Tapi seperti biasa, Jonathan sudah bisa dengan cepat menolaknya.
"Kamu terima saja dan saya tidak menerima penolakan atau negoisasi apapun." ucap Jonathan
"Tapi, Pak, ini terlalu mewah, saya kan cuma jadi pacar boongan doang, masa saya dapat fasilitas VIP begini, Pak?" kata Erica .
__ADS_1
"Nanti kamu pindahin barang kamu pelan-pelan. Pokoknya selama berbisnis sama saya kamu harus tampil selayaknya pacar saya. Sebagaimana mestinya." Jonathan berbicara dengan nada yang santai menikmati kepanikan yang ada di wajah Erica
"Saya berterima kasih, Pak. Saya akan lakukan apapun, apapun, Pak, sebagai bayaran karena saya sudah diijinkan mendapatkan apartemen mewah ini." ucap Erica.
"Kerja aja yang baik sesuai apa yang saya katakan." ucap Jonathan
"Baik, Pak, siap!!" Erica semangat sekali menjawab titah dari Jonathan. Jonathan sampai tersenyum melihat sikap yang ditampilkan oleh Erica.
Erica keluar dari ruangan Jonathan. Ia kembali duduk dan melihat lagi diam-diam apartemen barunya. Ia berteriak dengan pelan karena kebahagiaan yang baru saja ia dapatkan ini.
Sebelum benar-benar pindah ke apartemen barunya, Erica mengunjungi apartemen yang dimaksud oleh Jonathan. Erica menganga lebar melihat dekorasi artistik yang disuguhkan di apartemen itu. Apartemen menggunakan lift dan satu lantai hanya ada empat unit apartemen. Memasukinya pun menggunakan kartu akses. Ketika melihat angka-angka yang ada disana, Erica sedikit bingung. Ia teringat oleh kata-kata Jonathan.
"Kamu bisa masuk pakai kode dan juga kartu. Karena kodenya belum di setting, maka, kamu masuk pakai kartu dulu."
Erica meletakkan kartu diatas handle pintu dan pintu pun terbuka.
Memasuki unit apartemen, Erica dibuat takjub lagi dengan isinya . Desain dan perabotan disana juga sudah lengkap. Erica hanya membawa bajunya saja.
Unit itu luas dan tidak sempit seperti miliknya yang kemarin. Erica mengelilingi apartemen itu dan melihat kamar mandinya. Bagus sekali kamar mandinya mirip dengan hotel bintang lima.
Erica berteriak sangat senang karena bisa memiliki apartemen ini. Setelah melihat kamar mandi, ia juga melihar dapur yang dilengkapi kitchen set yang bagus dengan kompor tanam. Wah, ini benar-benar impian Erica!!
"Sebelum hari Sabtu besok, gue akan nyicil barang sedikit demi sedikit kesini." kata Erica yang tidak sabar ingin menempati apartemen barunya.
Tentu saja apa yang diberikan oleh Jonathan harus dirahasiakan dan tidak boleh diberitahukan oleh siapapun. Hanya Arista lah yang ia ceritakan karenania percaya penuh pada Arista.
__ADS_1
Erica mengirim pesan singkat kepada Jonathan bahwa hari ini ia sedang melihat isi apartemen dan akan segera pindah. Tak lupa Erica mengucapkan terima kasih pada Jonathan.