Rahasia Erica

Rahasia Erica
Sisi gelap Jonathan


__ADS_3

"Kita kemana sekarang, Tuan?" tanya Pak Herman setelah mengantar Erica ke apartemennya.


"Gimana dengan Baron?" tanya Jonathan dengan nada yang serius.


"Mereka masih menangani orang yang susah bayar kredit, Tuan." jawab Pak Herman.


"Oke, kita kesana sekarang."


Baron adalah sisi gelap dari Jonathan. Sebuah nama yang disamarkan agar bisnisnya tidak ketahuan oleh keluarganya. Ya, pinjaman uang dengan bunga, itulah sisi gelap dari Jonathan yang jarang diketahui. banyak orang. Jonathan awalnya tidak mau menjalankan bisnis seperti ini. Tapi karena banyaknya permintaan peminjaman uang yang tinggi dan kebanyakan mereka menunggak dari pembayaran, maka Jonathan menjalankan bisnis seperti ini. 


Jonathan telah tiba di sebuah tempat yang tidak terlalu ramah dipandang mata. Tempat yang sempit dan gelap dengan dak kayu sebagai lantainya. Tempat itu benar-benar tidak terlihat sebagai tempat yang layak ditempati.


Jonathan bertemu dengan penjaga di luar ruangan yang langsung menunduk dengan hormat ke arah Jonathan.


"Selamat malam, Pak!" kata penjaga itu. Jonathan mengangguk dan melihat isi dari ruangan itu, Ruangan itu di sekat dan diisi oleh debitur yang tidak bisa membayar kreditnya. Wajah mereka dipenuhi dengan darah dan diantara mereka terduduk lemas karena tidak sangguop menerima pukulan dari para ajudan Jonathan. 


Jonathan menghampiri salah satunya.


"Kamu pinjam berapa waktu itu?" tanya Jonathan dengan tatapan yang jijik melihat orang didepannya yang bau badannya.


"Sepuluh juta, Pak." 


"Terus, kenapa masih belum bisa membayarnya?" tanya Jonathan lagi.


"Saya masih belum ada uangnya, Pak, bukannya saya nggak mau bayar."

__ADS_1


"Memang yang kamu pikir saya punya uang darimana kalau bukan kerja? Kalau dipinjami uang itu seharusnya bayar. Bukannya malah bilang nggak ada!" kata Jonathann dengan galak. 


"Saya pasti akan membayarnya, Pak, saya berjanji, Saya juga nggak mau lepas dari tanggung jawab saya, Pak." kata orang itu penuh dengan belas kasih. 


"Kamu yakin bisa membayar?" tanya Jonathan, 


"Saya yakin, Pak..." pinta orang itu penuh dengan ampunan


"Ampuni saya, Pak, saya janji saya akan membayar..."


"Berapa lama?" 


"Saya usahakan dalam sebulan ini, Pak..."


"Terima kasih, Pak!"


"Kalau dalam sebulan kamu belum membayarnya, bayarlah dengan ginjalmu!" kata Jonathan, Seketika pria itu merasa gemetar. Ia tidak tahu harus menjawab apa dari ancaman Jonathan. 


"Jilat sepatu saya, tadi kena keringatmu, sangat menjijikan." kata Jonathan


Orang itu tidak langsung menjilat sepatu Jonathan, ia melihat Jonathan penuh pengharapan dengan ampunan. Bukannya belas kasih, Jonathan menendang kepala pria itu,


"Untuk apa melihatku? JILAT INI!" kata Jonathan dengan marah, 


Pria itu langsung terbangun lagi dan buru-buru menjilat sepatu Jonathan, 

__ADS_1


"Dasar pria menjijikan!" kata Jonathan kemudian pergi dari sana. 


"Lepaskan dia! Jika dalam sebulan belum bayar, ambil ginjalnya!" kata Jonathan meninggalka tempat itu. 


"Siap, Pak!" 


kemudian penjaga disana melepaskan pria itu dan menendangnya keluar dari ruangan. Pria itu mengaduh kesakitan tetapi tidak ada yang peduli dengan rintihan pria itu.


Jonathan kembali ke mobil dan jalan menuju rumahnya bersama Pak Herman.


"Baron masih aman kan?" tanya Jonathan pada Pak Herman.


"Masih, Tuan."


"Bagus. Jangan biarkan Papa tahu soal Baron."


"Baik, Tuan."


"Kita pulang saja hari ini."


Mereka mengambil arah jalan pulang dan Jonathan mengambil napas dengan dalam. Ia memijat keningnya dan berusaha menenangkan pikirannya.


...****************...


Update pendek dulu ya ges,,author lagi sibuk sm acara sekolah anak huhuhu komen n vote jgn lupa ya gaesss... ✌︎❉

__ADS_1


__ADS_2