Rahasia Erica

Rahasia Erica
Bersyukur


__ADS_3

Eshan sedikit merasa bersyukur dirinya bertemu orang baik seperti Joshua. Setidaknya memikirkan dirinya, berbeda dengan Jonathan yang masih egois dengan keputusannya. Eshan sebenarnya sangat khawatir jika Erica menikah dengan orang sepertinya. Tapi ia mencoba menerima semua yang telah ditakdirkan ini. Adiknya sangat mencintai Jonathan. Di depan Erica Jonathan juga sangat baik. Tidak mungkin kan Jonathan akan menyakiti Erica juga?


Memiliki hutang yang banyak adalah kesalahan dirinya. Meski bagaimanapun juga, ia tidak ingin merepotkan orang lain dengan hutangnya termasuk adiknya.


Eshan sedikit memiliki keraguan dihatinya. Tapi ia berusaha terlihat baik-baik saja. Salahnya sendiri kalau harus diperlakukan buruk karena hutangnya. Karena ia memiliki hutang pada rentenir.


Eshan teringat pembicaraannya dengan Joshua tadi...


"Kenapa Pak Joshua membantu saya?" tanya Eshan. Joshua sedikit bingung. Tapi ia mencoba menjawab pertanyaan Eshan.


"Karena adikmu sudah bertunangan dengan kakak saya. Dan sebentar lagi, mereka akan menikah. Saya hanya ingin menjaga nama baik Erica selaku kakak ipar saya." kata Joshua.


Eshan tidak percaya dengan apa yang didengar.


"Kenapa Pak Joshua baik sekali sama saya dengan cara seperti ini?" tanya Eshan lagi.


"Kenapa? Kamu terharu? Apa nggak ada orang yang memperlakukan kamu dengan baik seperti saya?"


"Bukan, kemarin saya berhutang dengan Pak Jonathan dengan nominal yang cukup besar. Saya merasa tidak enak hati dengan hal itu. Belum juga lunas, Pak Joshua sudah menawarkan bantuan lagi." kata Eshan.


"Nominal segitu bukan masalah untuk saya. Asalkan saya bisa melihat kinerjamu di lapangan." kata Joshua.


"Baik, Pak."


Eshan merasa beruntung dipertemukan dengan orang sebaik Joshua.


Kini Eshan mengambil ponselnya dan menelepon Erica. Ponselnya terhubung dengan ponsel Erica dan tidak lama kemudian, Erica mengangkat telponnya.


"Abang..." sapa Erica di seberang telpon.

__ADS_1


"Hai, Dek. Apa kabar? Udah lama Abang nggak tau kabarnya." kata Eshan di seberang telpon.


"Abaangg Baik Bang, Abang gimana disana kerjanya? Betah?" tanya Erica.


"Betah. Makasih ya udah cariin Abang kerja. Jadi sekarang gantian Abang ya yang kirim uang buat Ibu "


"Iya Bang boleh.Buat tabungan Ibu."


"Katanya Erica sudah tunangan ya?" tanya Eshan. Ia mencoba menenangkan diri dan berusaha bahagia dengan pertunangan adiknya walau hatinya sungguh khawatir.


"Maaf ya Bang, Erica duluin Abang."


"Nggak apa-apa. Jangan permasalahkan itu. Asal Erica sudah bahagia, Abang udah seneng." kata Eshan segera meralat ucapannya.


"Makasih ya Bang..."


"Yasudah Abang tutup dulu ya telponnya. Abang masih mau kerja." kata Eshan.


"Kalau Abang masih kerja gimana?"


"Ya nggak apa-apa, Bang. Doain Erica aja ya Bang..."


"Abang turut bahagia, Er.."


"Makasih ya Bang..."


Setelah bertelepon dengan Eshan, Erica menutup telponnya. Eshan seharusnya bahagia sudah ada lelaki mapan yang akan membiayainya.


Di Jakarta.....

__ADS_1


"Siapa, Sayang?" tanya Jonathan begitu melihat Erica teleponn.


"Abang, Sayang. Abang nelpon dari Kalimantan."


"Oh. Apa kabarnya Abang? Aku ingin menjadi bagian dari keluarga kalian tapi bagaimana ya? Aku nggak tahu dalam keluarga kalian memiliki aturan seperti apa.Besok kita ngobrol lagi mengenai pernikahan ini." kata Jonathan sambil membicarakannya.


"Kami memiliki aturan yang fleksibel. Jadi nggak serumit itu kok." kata Erica tersenyum.


"Bisakah kau membantuku mengenai pernikahan ini, Sayang? Aku akan sibuk dan aku akan membutuhkan bantuanmu." pinta Jonathan dengan manis.


"Tentu saja, sesuai kesepakatan kemarin."


Jonathan mengangguk.


"Belilah beberapa baju."


"Bajuku banyak."


"Belilah yang lebih baru."


"Buat apa beli yang baru kalau yang lama....." ucapan Erica terhenti seketika ia berpikir.


"Baiklah..." Erica langsung menjawabnya. Ia tahu persis apa yang akan Jonathan katakan


"Kamu sudah mengerti maksudku."


Erica mengangguk pelan.


"Terima kasih ya, Sayang. Aku bersyukur banget punya kamu. Kamu ngertiin aku dan segala apapun yang aku butuhkan kamu selalu memperhatikannya." kata Erica.

__ADS_1


"Sama-sama sayang. Kalau kamu butuh apa-apa kamu bisa ngomong sama aku ya. Apapun itu." kata Jonathan. Lagi-lagi, Erica hanya bisa tersenyum dan merasa bahagia karena Jonathan memperhatikannya dengan baik...


__ADS_2