Rahasia Erica

Rahasia Erica
Pernyataan


__ADS_3

Jonathan telah menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap kembali ke Jakarta. Ia kembali dan meminta Erica menjemputnya bersama supir kantor. Erica menyanggupinya dan Jonathan sudah memberitahu kedatangannya sekitar jam tujuh malam. Hati Erica serasa mau copot. Bertemu dengan Jonathan antara siap dan tidak siap.


Erica menunggunya di bandara debgan supir yang ada di parkiran.. Ia sudah mendengar pengumuman bahwa pesawat Jonathan telah tiba di Jakarta.


Kini ia melihat tubuh Jonathan yang tinggi dengan kulit putih mengenakan kaus berkerah dengan celana jeasn dan juga sepatu kets. Wow... Terlihat tampan dan muda sekali bossnya itu. Erica sampai tidak mengedipkan matanya melihat Jonathan.


"Er." sapa Jonathan dengan senyum yang diulas diwajahnya. Sangat tampan hingga membuat pandangan Erica membeku disatu titik. Rupanya Erica masih tidak menyadari bahwa dirinya dipanggil oleh Jonathan.


"Erica..." Jonathan melayangngkan tangan ke aras atas dan bawah hingga akhirnya Erica tersadar.


"Iya, Pak...Eh... Jo..." Erica salah tingkah melihat Jonathan di depan matanya.


"Kamu ngelamun apa baru aja ngeliatin saya?" tanya Jonathan tersenyum.


"Bisa aja, Jo..."


"Kita makan dulu yuk. Lapar nih." ujar Jonathan.


"Nggak mau pulang dulu?" tanya Erica bingung.


"Nanti aja, gampang itu. Papa juga nggak nanyain kok." kata Jonathan menarik kopernya.


"Oh iyaudah. Mau makan apa?"


"Makan iga bakar yuk!"


Erica mengangguk.


Jonathan berjalan berdampingan dengan Erica. Jonathan ingin sekali memeluk gadis di hadapannya ini. Tapi ia masih menjaga batasannya sebelum dirinya benar-benar diterima oleh Erica. Erica mendampingi dirinya dalam segala hal pekerjaan di Jakarta. Membuat dirinya menjadi stabil dan nyaman.


"Pak, makan di iga bakar ya." kata Jonathan pada supirnya ketika baru saja menaiki mobilnya.


"Baik, Tuan." jawab supir yang kemudian langsung menancap gas dengan perlahan


"Dokumen yang kamu bicarakan kemarin akan kubaca mulai besok ya. Hari ini aku capek." kata Jonathan.

__ADS_1


"Iya, Jo."


"Nggak ada jadwal kan hari ini?" tanya Jonathan.


"Nggak ada kok, Jo."


"Oke. Kita bisa santai hari ini."


"Kita? Kamu nggak balik ke rumah, Jo?"


"Nggak ah. Ngapain?"


"Tapi aku masih ada file yang harus aku kerjain, Jo." jawab Erica mencari alasan.


"Udah besok-besok ajaaa...." kata Jonathan.. Ya, Erica tidak berani membantah atasannya. Ia menuruti saja apa keinginannya.


Mereka langsung menuju Iga Bakar . Jonathan sudah lama sekali ingin memakan iga bakar... Sudah dari Pontianak tadi ia terbayang - bayang bagaimana lezatnya iga bakar....y



Setelah makan, Jonathan berkeliling mencari kopi di dalam mall.


"Mau kopi, Er?" tanya Jonathan menawarkan.


"Boleh, kopi susu aja ya."


"Aku pesenin yang enak ya, ini favorit aku, aku jamin kamu pasti suka."


Erica mengangguk senang. Entah kenapa, perhatian kecil seperti ini membuat Erica bahagia.


"Jadi gimana Er, apa yang nggak bisa kamu omongin ke aku kemarin di telpon?" tanya Jonathan setelah memesan kopi dan menunggu pesanan kopinya datang.


"Yang mana, Jo?" tanya Erica sedikit salah tingkah.


"Jangan pura-pura lupa. Gini aja, gimana kalau kita pacaran aja? Kita jalanin aja dulu kayak gimana?" tanya Jonathan langsung pada intinya.

__ADS_1


"Hah?" Erica langsung merasa pikirannya kosong.


"Gimana? Kita coba dulu."


"Kita nggak selevel, Jo."


"Maksud kamu? Apa aku harus nyari yang selevel buat jadi pacar aku?"


"Aku cuma karyawan biasa. Sedangkan kamu pemilik perusahaan. Aku merasa kita ada dalam perbedaan yang jauh."


"Aku nggak peduli, Erica. Aku nggak butuh orang yang selevel sama aku. Aku cuma butuh orang yang bisa ngertiin aku, bisa melewati hari sama aki, dan mendampingi aku dalam setiap langkah aku, Er. Dan aku menemukan itu sama kamu." kata Jonathan.


Erica terdiam. Ia tidak bisa berkata menanggapi ucapan Jonathan.


"Aku minder, Jo."


Jonathan meraih tangan Erica. Ia menatap Erica dengan dalam.


"Aku serius sama kamu, Er, aku akan menjaga kamu dan melindungi kamu sekuat tenaga aku." kata Jonathan. Melihat keseriusan Jonathan, hati Erica luluh. Ia juga menyukai Jonathan sepenuh hatinya. Tapi melihat perbedaan derajat mereka terlalu jauh, terkadang membuat Erica tidak percaya diri.


"Rahasiakan saja hubungan ini lebih dulu, Er. Sampai aku bisa membuktikan bahwa aku benar mencintaimu." kata Jonathan.


"Baiklah, Jo. Aku akan mencoba menjalani hubungan ini." kata Erica menatap Jonathan. Ia juga mengulas senyum diwajahnya.


"Terima kasih, Erica!" ujar Jonathan dengan bahagia. Ia mencium tangan Erica dan mengelusnya dengan lembut. Erica tersenyum dan mengangguk melihat Jonathan.


Yah...Erica tidak tahu juga bagaimana kedepannya. Tapi ia yakin, akan menjaga hatinya untuk Jonathan.



ilustrasi coffee shop yang dikunjungi Jonathan dan Erica.


✿✿✿✿✿


Akhirnya update!!! Kirimin banyak jejak yuuk di kolom komentar... ◡̈◡̈

__ADS_1


__ADS_2