
Jonathan menyematkan cincinnya di jemari Erica. Begitu pula sebaliknya. Kini mereka telah resmi menjadi sepasang kekasih yang akan menuju pelaminan.
Erica menatap Jonathan dengan senyuman begitu pula dengan Jonathan. Setelah cincin terpasang di jemari masing-masing, Jonathan mencium pipi Erica disambut dengan tepuk tangan yang ramai dari para tamu yang datang. Vanessa menatap tajam sepasang kekasih itu. Ia memicingkan matanya kemudian pergi dari sana. Ya. Usahanya menghancurkan pasangan itu sudah gagal. Rasanya ia sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Kini ia sudah sangat malu. Wajahnya tidak bisa ia tampakkan lagi di depan Jonathan maupun keluarganya. Kembali ke Milan adalah pilihan terakhir yang akan ia lakukan.
Kini Erica sudah resmi menjadi tunangan Jonathan. Ia tersenyum dengan bahagia dan memeluk tubuh Jonathan dan Jonathan menyambutnya dengan kehangatan.
Sementara itu, Eshan melakukan pekerjaannya di Kalimantan. Ia tidak melihat Joshua dalam beberapa hari ini.
Kebetulan, Daniel, orang suruhan Jonathan ada disana. Eshan menghampiri Daniel dan bertanya dimana Joshua.
"Hei, Pak." sapa Eshan sambil duduk di hadapan Daniel.
"Belum selesai jam kerjanya. Ngapain kesini?" tanya Daniel.
"Bos Josh kemana? Nggak keliatan. Biasanya rajin absen kesini." tanya Eshan.
"Lagi ada perlu di Jakarta."
"Oh. Lama?"
"Nggak tahu. Mungkin dua atau tiga hari."
"Hmmm" Eshan menganggukkan kepalanya.
"Kenapa?"
"Nggak apa-apa. Boleh dong abis kerja santai sedikit." kata Eshan.
"Hutangmu itu masih banyak. Masih mau santai bagaimana? Memang nggak takut sama Bos kalau kamu belom bisa bayar hutangnya?" tanya Daniel. Ia sudah lebih dari dua minggu bersama Eshan. Ia sangat kasihan melihat orang-orang yang harus berhutang pada Jonathan. Perjuangan mereka untuk membayar hutang Jonathan tidak main-main. Bahkan bisa dibilang sangat melelahkan.
"Memangnya setiap bulan saya harus bayar berapa?" tanya Eshan.
__ADS_1
"Dari hutangmu itu paling nggak kamu harus bisa bayar antara dua sampai tiga juta sebulan." jawab Daniel
"Lalu bagaimana aku hidup kalau semua gajiku buat bayar ke Jonathan semua?"
"Itu salah satu cara supaya ginjal kamu tidak diambil. Tapi silakan saja sih kalau kamu nggak mampu bayar, tinggal serahkan saja ginjalmu." jawab Daniel asal membuat Eshan kesal jadinya.
"Aku nggak nyangka kalau Jonathan sepicik itu."
"Itu masih mending. Bos menjelaskan dari awal bahwa kamu bisa membayar dengan ginjalmu. Coba yang lain? Mereka harus babak belur dulu supaya bisa menyerahkan ginjalnya."
"Kenapa aku tidak dipukuli saja malah dikasih kerjaan buat bayar hutang?" tanya Eshan tidak percaya.
"Karena kamu Abangnya Nona Erica. Makanya Bos memperlakukan kamu spesial."
"NONA?" tanya Eshan tidak mempercayai pendengarannya.
"Ya, Nona. Nona Erica."
"Sejak pacaran dengan Bos lah. Masa iya manggilnya Erica saja kan nggak mungkin."
"Astaga..."
"Eh tapi sepertinya sekarang mereka sudah tunangan deh."
"APA? TUNANGAN?" Eshan semakin tidak percaya dengan apa yang dikatakan Daniel.
"Iya. Pak Joshua ke Jakarta kan menghadiri pertunangan mereka."
"Bangsat! Nggak bisa dibiarkan!"
"Bukannya bersyukur. Bisa saja kan hutangmu dilunasi! Seharusnya kamu tuh bersyukur nggak diperlakukan buruk seperti orang lain tahu nggak."
__ADS_1
"Memang diperlakukan buruk kayak gimana sih? Kamu kok ngomong diperlakukan buruk terus. Memang separah apa?"
"Wah jadi kamu belum tahu aslinya Bos kayak gimana?" tanya Daniel tertawa. Ia mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan bagaimana orang yang berhutang dipukuli oleh Jonathan bahkan tidak hanya menggunakan tangannya, tapi menggunakan kakinya. Video itu terlihat mengerikan bahkan dimata Eshan yang pernah dipukuli oleh penagih hutang saat ada di Sukabumi.
"Ini serius?"
"Memang kamu pikir ini bohongan ya?"
Eshan hanya terdiam tidak percaya melihat oramg-orang yang dipukuli itu.
"Ini dimana?"
"Di Baron.. Sudahlah jangan banyak tanya! Lakukan pekerjaanmu buat bayar hutang!"
Eshan diam saja tidak bertanya lagi. Tangannya mulai gemetar saat tahu siapa Jonathan dibalik wajah malaikatnya di depan Erica. Jonathan ternyata tidaklah sebaik itu.
Di Kediaman Jonathan...
Christy memeluk erat tubuh Erica dengan balutan kain yang indah. Ia tersenyum puas dan senang karena acara pertunangan hari ini berjalan lancar.
"Terima kasih, sayanggg.... Selanjutnya kita bicarakan mengenai pernikahan kalian ya, kita sambil ngobrol-ngobrol aja yuk...."
"Tante,apa nggak terlalu cepet ngomongin pernikahan?"
"Nggak dong, kan ini cuma omongan aja , nanti selebihnya Tante yang atur pokoknya tenang aja oke.."
Christy mengajak Erica dan Ibu duduk di ruang tengah dan memakan apapun makanan yang masih ada di atas meja. Sedang asyik mengobrol dengan Erica, Jonathan menerima pesan singkat dari Vanessa.
Vanessa: thankyou for today. I'll be back to Milan. Enjoy your day with Erica. Bye
Jonathan memiringkan bibirnya dan menutup ponselnya kembali. Ia tidak terlalu peduli dengan apa yang Vanessa katakan. Sesuai janjinya pada Christy, ia tidak ingin membawa Vanessa kembali ke dalam keluarganya.
__ADS_1
Jonathan ikut mengobrol dengan keluarga dan tertawa bersama mereka.