Rahasia Erica

Rahasia Erica
Dinner.


__ADS_3

Erica mulai memakan hidangan yang disediakan oleh keluarga Jonathan. Makanan yang dihidangkan cukup lezat membuat perut Erica ingin terus menyantapnya. Jonathan tersenyum melihat Erica.


"Sepertinya udah ada yang berhasil ngambil hati Kak Jo ya." kata Joshua membuka percakapan.


"Iya, Tante nggak sangka loh kalau Jonathan udah punya pacar. Setahu Tante, Jonathan tertutup sama wanita manapun. Setiap hari yang dipikirin pekerjaaaaan aja. Tante sampe khawatir kalau Jonathan nggak suka sama wanita loh!" kata Christy.


Erica tersenyum mendengar celotehan Christy.


"Om harap, hubungan kalian bisa membangun satu sama lain, Jo, jangan nangisin anak orang ya." kata Dion menasehati anaknya agar hati-hati dengan anak orang lain.


"Mana mungkin, Pa. Jonathan sayang banget sama Erica. Sudah sepantasnya Erica mendapatkan perlakuan yang terbaik dari Jo." kata Jonathan tersenyum tetapi Erica malah gelagapan setengah mampus.


"Nah kalau kamu udah bawa wanita dan memperkenalkan dengan resmi kayak gini kan, Mama jadi nggak perlu repot-repot nyariin cewek lagi buat kamu. Udah tenang deh Mama. Erica, tolong jagain Jonathan ya. Tante percaya sama kamu." kata Christy.


"Iya, Tante." Erica mengangguk dan tersenyum dengan manisnya.


Mereka melanjutkan makan malam dengan obrolan ringan dengan tawa yang renyah. Suasana makan malam itu terasa menyenangkan bagi Erica. Erica bersyukur, kehadirannya diterima dengan baik oleh keluarga Jonathan.


Disela-sela acara makan malam, ada seorang wanita yang datang ke rumah Jonathan.. Wanita yang telah menjadi kekasih Jonathan selama beberapa bulan itu telah berdiri dengan anggun di ruang tamu.


"Neta?" panggil Joshua tidak percaya bahwa kekasihnya datang ke rumahnya malam itu.


Alih-alih senang dengan kehadiran Zaneta, Joshua meminta Zaneta pulang dari rumahnya.


"Josh...aku mau bicara sama kamu, Josh..." ucap Zaneta. Joshua menghampiri Zaneta dan meninggalkan meja makan.


Sontak seluruh keluarga menatap Zaneta yang datang secara tiba-tiba malam itu.


Joshua menarik tangan Zaneta agar tidak berada di ruang keluarga itu.

__ADS_1


"Kita bicara di luar." kata Joshua.


Christy mendelik kesal melihat kedatangan Zaneta yang secara tiba-tiba di rumah itu.


"Kita lanjut makan aja ya, nggak usah peduliin mereka." kata Christy.


Sedangkan Joshua di teras meminta penjelasan pada Zaneta, kenapa kedatangannya secara tiba-tiba malam itu.


"Kamu ngapain datang tiba-tiba begitu? Kamu tahu kan kalau mau datang itu telpon dulu! Mama nggak suka dengan orang yang datang tiba-tiba tanpa diundang kayak gini!" kata Joshua kesal. Ia sudah membaca amatah dimata Christy ketika Zaneta datang ke rumahnya.


"Tapi Josh, aku mau jelasin sesuatu. Aku mau meluruskan apa yang terjadi. Aku nggak mau kamu salah paham Josh!" Zaneta terdengar putus asa ketika mengatakan itu.


"Apa yang perlu kamu jelasin lagi? Bukannya semua udah jelas kalau kamu selingkuh dengan laki-laki lain di belakang aku? Dan kamu mau aku bagaimana? Mengerti dengan perselingkuhan kamu? Begitu?" Joshua marah. Ia tidak bisa menahan amarahnya. Ketika mengingat Zaneta berpelukan dengan pria lain, rasanya hatinya remuk. Ia tidak mau mengingat, melihat apalagi bertemu setiap hari dengan Zaneta lagi.


"Aku minta maaf, aku...."


"Aku mau memperbaiki hubungan kita. Aku mau memperbaiki kesalahan aku, Josh..."


"Bullshit! Gue ga percaya sama omongan lo!" kata Joshua dengan kesal.


Suaranya terdengar hingga sampai ke dalam ruang tamu. Erica dan Jonathan keluar melihat keadaan Joshua dengan Zaneta di teras rumah.


"Josh. Jangan teriak-teriak. Ga enak kan sama Mama Papa." tegur Jonathan. Joshua di penuhi amarah. Ia marah sekali ketika melihat Zaneta. Pikirannya jijik ketika membayangkan kekasihnya berpelukan dengan wanita lain.


Erica menyusul Jonathan keluar dari dalam rumah.


Ketika melihat wanita yang keluar dari rumah Joshua, Zaneta sontak kaget dengan wanita yang ia lihat itu.


"Erica?" Zaneta mengenali wanita yang datang sebagai tamu ke rumah Joshua.

__ADS_1


"Lo kan...." Erica mengingat-ingat wanita berparas cantik itu. Sepertinya ia pernah melihat wanita itu disuatu tempat.


"Kamu pacaran sama Erica, Josh?" tanya Zaneta cepat.


"Dia pacar kakak gue! Dan sekarang gue minta lo pulang dari rumah gue. Hubungan diantara gue sama lo udah selesai. Oke, Net? Bye." Joshua masuk ke dalam rumah meninggalkan Zaneta yang terbengong melihat Erica yang berdiri dengan gaun yang cantik.


"Sayang, ayo masuk." Jonathan mengajak Erica masuk ke dalam rumah.


Merasa tidak adil diperlakukan seperti itu oleh Joshua, Zaneta bahkan tidak memiliki perasaan menyesal dengan apa yang dilakukan kemarin mengkhianati Joshua.


"Jadi setelah putus dari Geo, lo langsung nyari pria kaya? Biar apa? Biar naik level?" ucap Zaneta.


Erica tersenyum. Mendengar Zaneta yang berkata tidak mengenakkan hati, ia maju mendekati Zaneta dan menatap matanya dengan tajam.


"Mungkin yang lo liat, gue wanita polos yang mau aja dibegoin pacarnya selingkuh. Tapi, nggak sebodoh itu bertahan sama laki-laki penuh nafsu kayak Geo. Lo emang cocok sama Geo." kata Erica membuat Zaneta kesal dengan Erica.


Jonathan menarik tangan Erica. Tidak percaya bahwa Erica akan menatap tajam seperti itu kepada Zaneta.


"Sayang, Mama manggil. Ayo masuk."


Erica menuruti yang diminta Jonathan dan meninggalkan Zaneta sendiri di teras rumah. Zaneta mendengus kesal dengan menghentakkan kakinya.


"Kamu kenal dengan Zaneta?" tanya Jonathan begitu masuk ke dalam rumah.


"Dia selingkuhannya mantan aku kemarin." jawab Erica dengan senyum kecut.


Jonathan mengangguk dan enggan bertanya lebih lanjut karena sudah tau jawabannya. Adiknya diselingkuhi. Dan selingkuhannya adalah mantan pacar Erica. Jelas saja Erica marah pada sengkuni itu.


Jonathan masuk ke ruang tamu dengan melingkarkan tangannya dipinggul Erica. Erica tersipu malu diperlakukan dengan hangat oleh Jonathan.

__ADS_1


__ADS_2