Rahasia Erica

Rahasia Erica
Eshan minta kerja


__ADS_3

Eshan membayar hutangnya ke debt collector yang ada disana. Ia membayar kontan sehingga membuat terkejut penagih hutang itu.


"Nih, saya bayar hutangnya, lima juta, lunaaasss!" kata Eshan kepada penagih hutang itu.


"Punya uang juga kau rupanya. Beginilah dari kemarin jadi ga aku acak-acak rumah kau." kata penagih hutang yang memiliki kumis tebal itu.


"Ya lah, dari pada hidup saya berantakan gara-gara abang, saya lunasi saja lah biar ga kacau hidup saya." jawab Eshan


"Lancang kali mulut kau. Hei, lebih baik kau itu cari kerja yang benar, agar kau tidak pinjam uang buat balapan kayak gini, bisa habis duitmu kalau kayak gini terus. Aku beri kau nasihat agar kau hidup di jalan yang benar." kata penagih hutang itu lagi dengan logat batak yang kental.


"Ya, abis ini saya mau cari kerjaan yang benar biar bisa bayar hutang. Oke bang,makasih ya bang! Besok-besok jangan pinjami saya duit lagi. Bisa hilang nanti nyawa saya."


"Hahaha. Kerja lah kau yang benar! Jangan menyusahkan keluarga saja!"


Setelah itu Eshan kembali ke rumahnya. Ia ingin berubah menjadi orang yang lebih baik. Ia juga akan mencari kerja dan tidak ingin menjadi parasit lagi bagi Erica dan juga Ibunya.


Rumahnya yang berantakan dirapikan sedikit demi sedikit dan menjadi rapih kembali rumah itu.


Setelah beristirahat dengan tenang, ia mengambil ponselnya, dan ingin menelepon Erica.


Tuuutt... Tuuttt....


"Halo..." sapa Erica di seberang telpon.


"Halo, Erica. Kamu lagi dimana Dek?" tanya Eshan. Ia berjaga-jaga agar tidak terdengar oleh kekasihnya yang menyeramkan itu.


"Erica lagi kerja, Bang. Kenapa?" tanya Erica sambil mengetik sesuatu. Terdengar suara ketikan keyboard di saluran teleponnya.


"Abang sudah melunasi hutang-hutang Abang." kata Eshan


"Abang melunasi hutang? Uangnya darimana Bang?" tanya Erica.


"Abang berusaha meminjam supaya tidak malu karena Abang, Kamu dan Ibu jadi terlibat masalah. Maafin Abang.." kata Eshan.


"Nggak apa-apa, Bang. Erica yang minta maaf karena belum bisa bantu Abang..."


"Gapapa Er, mungkin ini balasan buat Abang karena selama ini Abang selalu pakai uang yang Erica kirim buat taruhan balap liar. Sekarang Abang nggak mau menyusahkan Erica lagi. Abang mau cari kerja aja, Erica..." kata Eshan dengan nada yang menyesal.


"Abang beneran mau cari kerja?" tanya Erica terdengar antusias.


"Iya, Abang nggak mau nyusahin Erica lagi...Abang mau cari kerja. Erica tahu nggak dimana kira-kira Abang bisa cari kerja?" tanya Eshan.

__ADS_1


"Abang lulusan SMP, Bang... Abang bisa kerja di Jakarta, Bang kalo Abang mau... Kalau di Sukabumi, Erica nggak tau Bang, Kalau Abang ke Jakarta suka ada banyak lowongan Bang..."


"Iya kerja apa aja Abang mau, Erica, yang penting Abang nggak minta-minta sama Erica lagi. Abang mau hidup bener..." kata Eshan meyakinkan Erica.


"Yang bener Bang?"


"Sumpah Erica. Abang serius. Abang mau bayar hutang Abang dengan kerja. Nggak mau nyusahin Erica lagi."


"Iya Bang,nanti coba Erica cariin kerja ya Bang..."


Tidak lama kemudian telepon dimatikan oleh Erica. Jonathan membuka pintu ruangan kerjanya dan memanggil Erica masuk ke dalam ruangannya.


"Erica, keruangan saya..." kata Jonathan. Seperti biasa. Nada tegasnya membuat karyawan lain terdiam dan tidak berani menatap wajah Jonathan.


"Iya, Pak." Dengan segera Erica ke ruangan Jonathan.


Erica menutup pintu Jonathan dengan rapat dan jendela ruangan Jonathan ditutup tirainya dengan menggunakan remote kecil.


"Sayang, sepertinya aku kekurangan orang di Kalimantan. Aku sebenernya lagi nyari orang buat di Kalimantan. Kamu ada rekomendasi nggak, Sayang? Atau kita buka lowongan pekerjaan?" tanya Jonathan menanyakan pendapat Erica, sang kekasih.


"Hmm...Berapa banyak orang yang kamu butuhkan?" tanya Erica.


"Sekitar lima sampai enam orang, Yang..."


"Abangmu? Abangmu yang ada di Sukabumi?" tanya Jonathan tidak percaya.


"Iya, boleh? Tadi Abang telpon aku dan dia mau cari kerja buat melunasi hutangnya. Dia nggak may mengandalkan aku lagi katanya. Apa boleh?" tanya Erica.


Jonathan tersenyum.


"Ya boleh dong, Sayang..Tapi itu kan Abang kamu, nggak apa-apa kalau kerja di proyek?" tanya Jonathan dengan hati-hati.


"Nggak apa-apa. Dia mau kerja apa aja, asal dia punya uang sendiri."


"Oke. Suruh Abang kamu ke kantor saja. Kapan Abang kamu bisa datang? Sekalian bawa lamaran kerja ya buat formalitas. Sisanya kita buka lowongan saja ya di internet." kata Jonathan.


"Iya. Terima kasih ya, Sayang..." kata Erica dengan senyum manisnya. Jonathan membelai rambut Erica dan mengecup bibirnya dengan perlahan.


Jonathan tidak bisa menahan diri. Tangannya menggerayangi tubuh Erica.


"Kapan aku punya waktu kosong lagi ya. Aku ingin bersama denganmu lagi..." kata Jonathan.

__ADS_1


Erica tersenyum.


"Kamu sibuk setiap harinya. Weekend ini saja kalau kamu nggak ada rapat." kata Erica.


"Kita kemana?"


"Liat sunset?" tanya Erica.


"Ah, ide bagus! Kita ke Bali!"


"Terlalu jauhhh, Sayangg!"


"Loh, apa sih yang nggak bisa? Kamu lupa kamu itu pacar siapa?" tanya Jonathan sedikit menyombongkan dirinya dengan membusungkan dadanya.


"Tapi kan..."


"Apa? Kerjaan kamu? Udah gini aja, aku bakal rekrut satu sekretaris lagi buat menyelesaikan pekerjaan kamu selama kita pergi keluar. Jadi kamu bisa selalu nemenin aku kemanapun aku pergi." kata Jonathan.


"Sekretaris baru?"


"Kamu nggak mikir yang aneh-aneh kan? Aku cuma mau meringankan pekerjaan kamu supaya pekerjaan kamu ada yang bantu. Aku nggak mau ya setiap aku pergi kamu selalu bilang kalau pekerjaan kamu menumpuk..."


"Tapi, sayang..."


"Tenang, hati aku cuma sama kamu aja. Aku nggak akan pindah kelain hati dengan semudah itu.." kata Jonathan sambil tersenyum menggoda. Erica tersenyum.


"Weekend ini ke Bali. Pesenin tiket ya, Sayang..." kata Jonathan.


"Aku juga mau kamu rekrut sekretaris baru. Biar aku suruh-suruhnya enak , sayang . Kamu nanti akan jadi istriku nggak mungkin jadi sekretaris lagi." kata Jonathan. Erica mengembangkan senyumnya lagi.


"Iya sayaaang..."


"Sekretaris baru kamu aja yang wawancara. Kan kamu yang tau kamu maunya tipe yang kayak gimana. Abis itu baru serahin ke HRD."


"Iya. Okey. Kalau gitu aku bikin iklannya dulu di internet yaa..." Erica beranjak dari duduknya. Tapi tangannya ditahan oleh Jonathan.


"Udah gitu aja?"


Erica terdiam sebentar kemudian menyadari sesuatu. Tanpa diminta, Erica mengecup bibir Jonathan dengan hangat. Baru saja Jonathan ingin menerkamnya, Erica langsung melepaskan diri agar bisa kembali ke pekerjaannya.


"Aku balik kerja, Sayang.." kata Erica tersenyum. Jonathan juga tersenyum menghadapi wanita yang menjadi kekasihnya itu.

__ADS_1


Ah sangat menyenangkan mencintai wanita sederhana seperti Erica.


__ADS_2