Rahasia Erica

Rahasia Erica
Masalah Tunangan


__ADS_3

POV Jonathan---


Aku benar-benar terhanyut dalam pelukan Erica. Aku tulus mencintainya dan aku ingin menjaganya. Tapi, trauma yang disebabkan oleh lelaki bajingan itu membuatku sulit mendapatkan Erica sepenuhnya. Aku ******* dengan lembut bibir Erica. Erica menikmatinya sembari aku menyentug gundukan lembut dan kencang diatas sana. Sungguh ini sangat menyenangkan. Memiliki kisah romansa di kantor tidak pernah aku alami sebelumnya.


Tokkkk..tokkk tokkkk...


Ah, sial. Siapa sih yang mengganggu aktivitasku ini? Benar-benar merusak suasana hatiku saja!


Erica langsung berdiri merapikan rambut dan pakaiannya. Aku pun juga merapikan bajuku.


"Masuk!" kataku. Aku ingin lihat siapa yang beraninya mengganggu.......


"Cklek!!" pintu ruangan kantor terbuka. Dan.... MAMA?? Ngapain disini?


"Ericaaaa!! Ada kamu juga disini!" kata Mama dengan suaranya yang cempreng. Ah benar-benar merusak suasana kan ya!


"Ah iya, Tante." jawab Erica dengan memaksan senyumnya. Jelas saja takut ketahuan sedang memadu kasih dengan anakmu ini, Ma....


"Joooo... Mama mau ke tempatnya Joshua ah. Mama kangen sama Joshua. Nanti pesenin tiket dong Jo." kata Mama mengambil tempat duduk di sofa.


"Ngomong gitu aja pakai datang ke kantor segala , Ma. Kan bisa pakai telpon." kataku kesal.


"Oh ya. Kalian itu kapan mau tunangan? Meresmikan hubungan kalian? Nggak capek kalian pacaran kayak gini terus?" tanya Mama dengan cepat tanpa memedulikan perkataanku sebelumnya. Dasar Mama. Suka ngomong sekenanya saja.

__ADS_1


"Mama coba tanya sama Erica. Jo udah ngajakin Erica nikah, tunangan, tapi katanya Erica masih takut." kataku.Ah akhirnya ada yang bantuin ngomong juga nih masalah ini! Yes!


"Oh ya? Takut apa, Sayang? Apa Jonathan itu kayak preman jadi kamu takut?"


"Nggak gitu, Tante.."


"Iya, Ma. Jadi Erica itu kan menganggap pernikahan sakral hanya dilakukan sekali seumur hidup. Takut kayak artis-artis yang di tivi itu loh Ma."


"Jangan takut! Pokoknya Mama jamin, kalau Jonathan nggak bisa memperlakukan kamu dengan baik, Jonathan akan berhadapan sama Mama langsung."


Aku tersenyum menang. Erica yang hanya bisa mengulas senyumannya tidak bisa berkata-kata lagi.


"Tunangan saja dulu. Kalau Jonathan macam-macam seperti selingkuh atau kdrt , Erica bilang sama Mama dan Papa. Biar Mama dan Papa yang turun langsung menyelesaikan masalah ini." ucap Mama dengan tegas .


"Iya, Ma..."


"Tapi, Mah.." Erica berusaha menginterupsi. Tahu sendiri kan Mama paling cerewet kalau soal pasangan hidup. Mama sudah merasa klop dengan Erica. Segala macam akan Mama coba demi kelancaran kita bersama.


"Erica, tunangan dan menikah itu cepat atau lambat akan segera dilaksanakan juga. Hanya tinggal masalah waktu. Kecuali di hati Erica ada orang lain selain Jonathan..Baru Mama nggak minta disegerakan..."


"Enggak kok, Ma..."


"Makanya....Fix ya bulan depan! Mama akan telpon temen-temen Mama dan kalian bisa bikin anak dengan tenang nantinya." kata Mama dengan nada yang cuek. Mama nggak merhatiin sih kalau muka Erica udah nggak bisa berkomentar. Ia hanya mengikuti kemauan calon mertuanya saja.

__ADS_1


"Sudah , Ma. Jangan dipaksa, biar Erica memutuskannya sendiri ." kataku. Aku sedikit merasa iba juga melihat raut wajah Erica.


"Jangan lama-lama ya Erica...bikin keputusan lainnya biar tante yang atur. Oke?"


"Oke tante..."


Ponselku berbunyi ketika Mama sedang asyik mengobrol dengan Erica. Aku ijin keluar ruangan sebentar dan menyusuri koridor yang ada disana. Telpon dari Baron. Untung saja ia bisa menyelinap keluar.


"Ada apa?"


"Bos, udah ada yang jatuh tempo bos. Tapi belum ada pembayaran juga. Rencananya saya mau datangi ke tempatnya. Ijin buat menagih ke tempatnya, Bos." kata salah satu ajudan yang ada disana.


"Siapkan saja. Nanti malam saya ke Baron."


"Baik, Bos."


Aku segera menutup telepon dan kembali ke ruanganku. aku menemui Erica dan Mama di sana.


mama dan Erica sudah terlihat sangat dekat. Aku menjadi sangat nyaman dengan keadaan ini yang artinya melamar Erica bukanlah suatu hal yang sulit. Aku sangat bersyukur mama bisa menerima kehadiran Erica dengan baik.


" Jo, kita makan siang bareng-bareng aja yuk sama Erica sekalian kita makan apa ya enaknya?" tanya Mama.


"Yuk, Ma, boleh." itu artinya waktuku berdua dengan Erica berkurang lagi. Aku akan mencari waktu lain untuk berdua dengan Erica. Hmm... sepertinya aku benar-benar harus menikahi wanita ini.

__ADS_1


Erica tersenyum Mama juga menggandeng tangan Erica. Sepertinya mereka sudah benar-benar dekat sehingga aku menjadi seseorang yang terlupakan.


Tuh lihat aja. Mama dan Erica ketawa-ketawa kan? aku yang akan menyupirin mereka. Oke aku akan menyupiri mereka!


__ADS_2