Rahasia Erica

Rahasia Erica
Proyek Kalimantan


__ADS_3

Eshan telah sampai di Kalimantan. Ajudan Jonathan yang diminta oleh Jonathan mengawasi Eshan turut menemaninya. Pasalnya, Jonathan masih ada perjanjian hutang piutang dengan dirinya dan itu menyangkut nyawa Eshan.


Eshan merasa risih diikuti seperti itu oleh ajudan. Ia rasanya ingin kabur dari pandangannya tetapi ia hidup sebatang kara di Kalimantan.


Ajudan itu menyupiri Eshan dan mengantarkan Eshan ke apartemen Joshua. Mess yang disediakan oleh perusahaan juga terletak di area apartemen itu juga. Hanya saja ukuran ruangannya lebih kecil dari pada milik Joshua.


.Eshan menatap apartemen itu. Apartemen itu sangat bagus dan modern. Terlihat sekali dari bangunannya dan juga tata ruangannya.


Eshan menatap takjub ruangan kecil itu. Meskipun kecil, perabotan sudah lengkap disediakan. Eshan hanya tinggal menempatinya saja. . Dan seperti biasa, ajudan menunungguinya di luar ruangan apartemennya. Eshan segera meletakkan baju dan tersenyum dengan kebijakan perusahaan yang ia terima.


"Ah enak banget ya ternyata punya adik pacaran sama yang punya perusahaan. Dikasih yang enak-enak terus. Ga perlu capek-capek nyari kendaraan. Tiket dibelikan. Enak banget ya." kata Eshan. Ya ia memang terkejut dengan pelayanan yang diberikan oleh Jonathan. Ia sendiri tidak nenyangka hidupnya menjauh lebih baik ketika mulai menyetujui permintaan Jonathan. Hidupnya serasa berubah menjadi seratus delapan puluh derajat.


Disaat itu pula, ponsel ajudan Jonathan berbunyi. Jonathan memanggilnya dengan nama. Dan ajudan itu bernama Daniel.


"Gimana, Niel? Udah sampe dia?" tanya Jonathan melalui sambungan telponnya.


"Siap, Bos. Sudah. Aman." sahut Daniel.


"Oke. Pantau dia terus ya. Tunggu instruksi dari saya."


"Siap, Bos." kata Daniel tegas.


Daniel diminta mengawasi Eshan secara penuh dan melaporkan apa yang dilakukan oleh Eshan. Karena bagi Jonathan, Eshan hanyalah peminjam uang dengan jumlah yang besar. Dan Jonathan dapat memberikannya dengan mudah hanya karena Eshan adalah Abang dari Erica.


Apakah Erica tahu mengenai ini? Tentu saja tidak. Jonathan menutupi jati dirinya serapat mungkin. Ia tidak ingin Erica mengetahui bahwa Jonathan sebagai mafia lintah darat yang tega menghabisi nyawa seseorang demi kembalinya uang yang sudah dipinjamnya.


Orang suruhan Jonathan ada dimana-mana. Dan itu membuat Jonathan memiliki pengaruh yang besar. Caranya yang arogan membuat orang lain tidak bisa tawar menawar dengan Jonathan.


"Anda harus bertemu dengan Pak Joshua dulu." kata Daniel pada Eshan.


"Pak Joshua? Siapa itu?" tanya Eshan

__ADS_1


"Adiknya Pak Jonathan."


"Ck. Kenapa sih harus bertemu dia?" tanya Eshan. Rasanya ia sudah malas berurusan dengan keluarga Jonathan.


"Karena Pak Joshua yang bertanggung jawab di proyek ini." sahut Daniel.


"Baiklah."


Daniel mengantarkan Eshan bertemu dengan Joshua setelah merapikan barang-barangnya.


"Anda harus bisa bekerja dengan serius disini " kata Daniel.


"Saya tahu kok."


"Jika ada kesalahan , Pak Jonathan akan segera tahu."


"Mata-matanya banyak ya."


"Iya,iya, saya tahu. Sudah gak perlu diberitahu lagi." kata Eshan kesal. Daniel menggangguk.


"Baiklah. Ayo kita bertemu dengan Joshua."


Eshan melangkahkan kakinya keluar dari mess apartemennya. Ia benar-benar bekerja dengan orang terpandang. Rasanya akan sedikit sulit karena Eshan belum pernah bekerja seperti ini sebelumnya.


...****************...


Joshua sedang melakukan olahraga sebagai rutinitasnya setiap hari. Ia melakukan hal itu selama di Kalimantan karena ia mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan yang berguna bagi dirinya.


Bel pintu apartemennya berbunyi. Ia langsung menghentikan aktivitasnya dan menuju layar yang menunjukkan kondisi di luar apartemennya. Ia melihat ajudan Jonathan datang.


Joshua mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"Untuk apa orang suruhannya Jo ada disini?" tanya Joshua. Ia melap keringat di wajahnya dan meletakkan handuknya di sembarang tempat. Ia menekan tombolnya dan pintu apartemennya terbuka.


"Ada apa kesini?" tanya Joshua. Ia mengambil air mineral dan meminumnya tanpa menawarkan pada Daniel. Ternyata datang tidak sendiri. Ia bersama seseorang yang datang dengannya.


"Sama siapa itu kamu datang?" tanya Joshua ketika melihat seseorang bersama dengannya.


"Siang, Pak. Mau lapor, melalui Pak Jonathan saya mengetahui bahwa Pak Joshua membutuhkan pekerja tambahan, Pak Jonathan membawa satu orang dulu. Sisanya akan didatangkan secepatnya." kata Daniel memberi laporannya pada Joshua.


"Yasudah." kata Joshua meneguk air minumnya.


Daniel masih berdiri disana.


"Yasudah, mau apa lagi? Kasih tau lokasinya dan pekerjaannya aja sana!" kata Joshua.


"Baik, Pak."


"Saya nggak mau ya, orang yang kamu bawa nggak bisa kerja!" kata Joshua memberi peringatan.


"nggak pak, nggak akan." kata Daniel


Daniel menatap Joshua.


"Yaudah,mau apalagi?" tanya Joshua. Ia ingin mengusir orang-orang itu dengan cepat.


"Nggak, Pak."


"Yaudah ajarin dia aja sana di lapangan. Saya mau lanjut kerja dulu." kata Joshua.


"Baik, Pak."


Daniel dan Eshan langsung keluar dari apartemen Joshua .

__ADS_1


"Sekarang kita ke lokasi proyek." kata Daniel. Eshan hanya mengikuti apa yang Daniel katakan. Daniel akan mengawasi Eshan mulai saat ini. Apapun yang akan Eshan lakukan.


__ADS_2