
Jonathan tersenyum melihat isi pesan dari Erica. Ah, lucu sekali Erica. Kalau begini, Jonathan jadi sangat gemas dan ingin melihat ekspresi wajahnya ketika menolak sesuatu.
Jonathan tahu persis bahwa Erica hidup serba berkecukupan. Ia tidak ingin hidup mewah karena harus mengirimi uang kepada orangtuanya di kampung.
Jonathan sudah memperhatikan Erica selama ini. Gadis yang lucu, penuh semangat tapi tidak beruntung dalam hal percintaannya. Jonathan menyukai kepribadiannya yang ceria. Keceriaannya mengisi kekosongan hatinya selama ini.
Jonathan: Suka dengan apartemennya?
Balas Jonathan sambil tersenyum.
"Kamu kenapa sih, Jo? Senyum-senyum aja. Perhatiin itu Papa lagi ngomong!" tegur Christy. Dion berdehem karena Jonathan tidak memperhatikan dirinya berbicara.
"Maaf, Pa. Jonathan lagi terima WA dari kantor." jawab Jonathan beralasan.
"Jadi, tadi Papa ngomong apa?" tanya Dion begitu melihat Jonathan yang beralasan.
"Eh, emmm tentang proyek kan?" tebak Jonathan.
"Iya, proyek yang mana?"
"Proyek yang.... Yang di.... " Jonathan mulai gelagapan.
"Pontianak, Jo! Pontianak! Gimana sih, dari tadi diomongin ga nyambung!" sahut Joshua kesal.
Dion melenguh kesal melihat sikap Jonathan.
"Maaf, Pa." kata Jonathan merasa bersalah.
"Jadi Jo, proyek di Pontianak itu baru mau pembangunan. Ada daerah yang bisa menjadi pusat kota. Papa ngincer daerah disana. Makanya kalau Papa ngomong tuh dengerin, jangan main HP aja." kata Dion.
"Kena kan!" ledek Joshua.
"Terus yang megang proyeknya siapa, Pa?"
"Joshua dong. Kamu mengawasi aja. Kamu kesana sebulan sekali. Joshua stay disana sampai proyek selesai. Nanti Joshua tinggal di apartemen yang Papa belikan nanti disana." kata Dion.
"Sip, itu, Pa! Josh setujuuuu..."
"Kamu kesana kerja ya, bukan pacaran!" tegur Dion lagi.
"Iya, Pa, Josh kerja, Pa. Yakin ini. Janji."
__ADS_1
"Oke, Jo. Kamu memantau sebulan sekali, selama satu minggu. Nanti kamu stay di apartemen Joshua. Kalau sampai dia bawa cewek ke apartemen, kasih tau Papa. Paham kamu?"
"Siap, Pa. Kalau itu pasti Jo laporan." Jonathan tersenyum meledek Joshua bergantian.
Joshua tinggal merengut kesal.
"Terus kapan, Jo, kamu bawa pacar kamu ke rumah? Kalo nggak ke rumah juga nggak apa-apa, lah kalo dia masih malu, kita bisa ketemu makan dimana gitu." ujar Christy.
"Sabar, Ma. Nanti ada waktunya."
"Kapan, Jo?" tanya Christy kesal.
"Emang udah mau nikahin anaknya, Ma?" tanya Dion.
"Pa, udah tiga puluh tahun, Jo ga pernah bawa temen cewek ke rumah. Mama tuh khawatir ya, Pa, kalo Jo ini bukan cowok tulen!"
"Mama sembarangan aja, Jo asli cowok tulen. Jo masih suka cewek kok!" ujar Jonathan mengoreksi Christy.
"Ya, bawa aja Jo, sambil kerja sambil pacaran kan enak, ada sensasinya." goda Dion.
"Tuh kan bener, Papa dukung Mama. Makanya, ayo lah Jo. Kenalin ke Mama."
"Sabar, Ma, sabar, Ya ampun! Jo naik ke atas aja deh!" Jonathan bangkit dari duduknya dan segera naik menaiki anak tangga.
Dion hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku istrinya.
Sesampainya di kamar, Jonathan menelepon Erica. Ia malas mengetik sesuatu. Karena menunggu balasan dari Erica cukup lama.
"Halo.." sapa Erica di seberang telepon. Jonathan yang tadi hanya menunggu panggilan teleponnya diangkat, akhirnya bangkit dari duduknya. Tidak menyangka bahwa teleponnya akan diangkat begitu cepat oleh Erica.
"Sudah lihat apartemennya?" tanya Jonathan. Ia tidak pandai berbasa-basi. Sudah berusia tiga puluh tahun lebih dan sikapnya masih seperti anak remaja yang baru saja jatuh cinta.
"Sudah, Pak." jawab Erica singkat. Jonathan merasa tidak nyaman dengan panggilannya itu.
"Ini kan bukan jam kerja. Jangan panggil Bapak boleh ya?" pinta Jonathan. Ia tidak tahu bahwa Erica sudah berdebar setengah mati menerima telepon dari Jonathan.
"Terus saya harus manggil apa kalau bukan Bapak?" tanya Erica.
"Panggil Jo, aja!"
Erica salting sendiri. Nggak salah? Dia itu bossnya loh. Kenapa juga harus manggil nama kecilnya seperti itu?
__ADS_1
"Saya nggak terbiasa." sahut Erica.
"Mulai sekarang kamu harus membiasakan. Karena kedepannya kita akan ketemu sama Mama dan kamu nggak bisa manggil saya dengan Bapak. Dan ingat, ini rahasia. Bener-bener rahasia. Antara kamu dan saya. Jangan sampai ada yang tahu apalagi orang di kantor. Kita hanya akan bisa ketemu di luar jam kantor." kata Jonathan.
Walaupun Jonathan adalah atasannya, kini ia merasa seperti mimpi. Menjadi kekasihnya adalah impian banyak wanita. Kenapa dari sekian banyak wanita, harus dia yang dipilih sama Jonathan? Cantik sih, tapi nggak memenuhi kriteria wanita idaman tinggi, putih dan langsing kayak model-model.
"Saya mau tanya." ucap Erica
"Tanya apa?"
"Kenapa dari sekian banyak wanita, harus saya yang pura-pura jadi pacarnya Bapak? Jujur ya. Saya mengalami perubahan hidup saya secara drastis. Mulai dari pakaian dan apartemen. Saya nggak pernah bermimpi punya pacar seorang boss saya sendiri." ungkap Erica.
"Mulai sekarang kamu bisa bermimpi."
"Kenapa begitu?"
"Karena saya milih kamu karena kamu adalah orang yang saya percaya. Disamping itu, kamu itu adalah orang yang ceria. Jujur aja, selama saya ditinggal Vanessa ke Milan, saya nggak pernah bisa merasa bebas lepas seperti ini. Kepergian Vanessa meninggalkan saya membuat saya terus berada di lingkaran kesedihan."
Oh. Jadi Vanessa namanya.
"Oh, oke kalau itu alasannya. Saya coba mengerti."
"Ingat, ini rahasia antar kita ya."
"Iya, Pak. Mana mungkin saya bilang ke orang-orang kalau saya pacaran sama bos saya sendiri. Bisa jadi bahan omongan saya nanti!"
"Ya nggak apa-apa sih. Lagian kalau mereka omongin, juga kenapa? Wajar kayaknya kalau ada orang yang tertarik sama wanita cantik, elegan, baik dan juga pintar kayak kamu." jawab Jonathan memuji.
"Bapak!" Erica tersipu malu dipuji seperti itu oleh atasannya sendiri.
"Loh kok manggil bapak lagi sih! Saya bilang kan Jo. Jooo. Jonathan. Jo!"
"Iya... Iya.. Jo..."
"Oke. Erica."
Erica tersenyum mendengar panggilan yang disematkan untuknya. Panggilannya kali ini bukan panggilan bos yang minta laporan bulanan kepada sekretarisnya. Melainkan panggilan yang hangat dan terdengar sangat dekat.
Jeng, jeng jeeng!! Haaai apakabar readersku semuaaaa...
__ADS_1
Maaf kemarin aku sibuk. Sekarang baru sempet update. Kirim love dan bunga banyak ya biar aku semangag update ✌︎
Sayang readers banyak-banyak!!!!