
Erica melempar tubuhnya ke atas kasur. Ia menghentakkan kakinya dengan cepat diatas kasur dan menenggelamkan wajahnya diantara bantal.
"Aaaaaa......"
Rasa bahagia menyelimuti hati Erica. Ia tidak bisa menggambarkannya. Menjadi pacar Jonathan? Siapa yang bisa membayangkan perasaannya saat ini? Bahagia, sudah pasti. Semua campur aduk. Erica setuju menjadi kekasihnya asalkan hubungannya tidak diumbar ke siapapun. Biarkan Erica tetap menjadi sekretarisnya dimata orang lain.
Walaupun Jonathan tidak pernah mempermasalahkan status Erica, tapi tetap saja, Erica masih tidak ingin dipublikasikan. Jonathan setuju dengan hal itu. Ia menuruti apa yang menjadi keinginan Erica.
Besok hari apa besok? Erica bergegas menghampiri kalender di meja dan melihat tanggalan besok. Ah jadiannya hari ini... Tanggal delapan belas Desember. Ia tidak menyadari bahwa itu adalah penghujung tahun.
Tentu saja besoknya adalah hari Senin. Dimana ia harus bekerja kembali. Ah, waktu berlalu dengan sangat cepat. Ia tidak menyadari bahwa ia menjemput Jonathan pada hari libur.
Esoknya, Erica masuk kerja seperti biasa. Jonathan juga datang dari arah berlawanan dari Erica.
"Erica, bawakan berkas yang kemarin, kamu ke ruangan saya bawakan buku catatan." pinta Jonathan dengan suara tegas seperti biasa. Semua karyawan sudah mulai menegang kembali semenjak kedatangan Jonathan. Tapi tidak dengan Erica. Erica sangat bahagia Jonathan kembali ke Jakarta dan mengurus semua berkas ini yang entah akan diapakan oleh Erica.
"Baik, Pak." jawab Erica dengan senyumnya. Ja bergegas mengambil setumpuk berkas dan juga membawa buku catatan. Setelah menyiapkan yang Jonathan minta, Erica mengetuk pintu ruangan Jonathan dengan pelan.
"Masuk."
Erica membuka pintunya dan meletakkan berkas di atas meja Jonathan.
"Banyak banget, Er." kata Jonathan melihat berkas yang diletakkan diatas meja.
"Bapak kan nggak masuk dua minggu lebih. Ya wajar, Pak, banyak."
"Oke. Kamu stay disini, temenin saya liat berkas."
"Kerjaan saya gimana, Pak?" tanya Erica.
"Hmmm..Atau nanti malam kita ngedate aja?" tanya Jonathan melemparkan senyumannya pada Erica.
"Ngedate?" tanya Erica dengan celingak sana celinguk sini. Ia takut kalau nanti ada yang mendengar obrolannya dengan Jonathan.
"Kamu kenapa sih? Nggak ada siapa-siapa."
"Ya, Bapak ngomongnya pelan-pelan aja dong, Pak."
__ADS_1
"Emang siapa yang denger? Nggak ada kan?"
"Ya sih, Pak..."
"Jo, panggil Jo kalo kita lagi berdua." tegur Jonathan.
"Tapi ini kan di kantor..."
"Atau mau dipanggil Sayang sekalian?" ucap Jonathan sambil menahan tawa melihat ekspresi Erica dengan wajah yang memerah.
"Iya, iya, Jo. Oke, Jo."
"Nah gitu dong. Kalau kamu nggak mau manggil Jo, panggil aja Sayang sekalian."
Wajah Erica memerah lagi.
"Jo!"
Jonathan menahan tawanya.
"Iya, iya ayo kita baca berkas. Yang mana aja kira-kira yang mesti di approve."
...****************...
Selesai bekerja, Erica menunggu disisi jalan dan Jonathan menjemputnya bersama supir. Supir yang bersama dengannya kini adalah supir pribadi yang sudah melayaninya selama belasan tahun. Jadi apa yang dilakukan Jonathan jarang bocor ke Dion.
Mobil berhenti di halte pemberhentian bis dan melihat Erica yang sedang menunggu disana.
"Ayo masuk, Er!" kata Jonathan yang menjemput Erica. Erica buru-buru masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya.
"Pak, ke PIM ya." kata Jonathan pada supirnya. Supir langsung menjalankan mobilnya setelah mendapat titah dari atasannya.
Jonathan merapikan rambut Erica yang terlihat berantakan.
"Rambut kamu berantakan gini, Er. Kena angin ya."
Wajah Erica memerah. baru sekali ini ia diperlakukan spesial oleh seorang laki-laki.
__ADS_1
"Iya nggak apa-apa kok." kata Erica juga merapikan rambutnya dan ternyata tangannya ditangkap oleh Jonathan.
"Aku boleh melakukan ini?" tanya Jonathan pada Erica. Jonathan memperlihatkan tangannya menggenggam tangannya. Tetapi ia melirik supir di depan dengan takut-takut.
"Pak Herman? Nggak apa-apa. Pak Herman nggak akan bilang siapa-siapa. Iya kan, Pak?" tanya Jonathan dengan santai, disambut dengan anggukan Pak Herman.
"Iya, Tuan."
"Oh, gitu. Jadi Pak Herman udah pasti tau ya."
"Nggak usah dikasih tau juga tau pasti. Pak Herman kan udah ikut aku dari aku masih SD. Jadi kalau aku lagi kesel atau seneng, Pak Herman pasti udah paham." jelas Jonathan sambil tersenyum dijawab dengan anggukan dari Erica.
Ah begini ya hangatnya genggaman tangan dari orang yang kita sukai? Kenapa rasanya menjadi candu bagi Erica? Melihat wajah Jonathan saja sudah menjadi candu untuknya apalagi digenggam seperti ini.
Jonathan merapikan anak rambut yang terurai di wajah Erica. Dan menatap Erica dengan senyum..
"Kita dinner ya. Mau makan apa?"
"Aku ikut kamu aja, Jo. Kamu makan apa aku ikut makan yang mau kamu makan."
"Oke. Shabu."
"Hah? Kenapa shabu? Itu kan...."
"Kenapa? Kamu mau bilang kalau itu mahal? Atau sebaiknya kita makan ditempat lain? Er, kalau lagi jalan sama aku, please jangan pernah bilang ini mahal atau nggak ya..Aku mau makan sama kamu. Aku nggak mau kamu mikirin berapa-berapa yang harus dibayar. Karena aku minta kamu jadi pacar aku buat jadi pendamping hidup aku. Bukan mempermasalahkan berapa harga makanan. Kita makan, apapun yang kamu mau kamu boleh minta ke aku. Jangan pernah berpikir mahal mahal mahal. Oke, Sayang?" jelas Jonathan lagi.
"Iya...."
"Nah gitu dong. Kamu boleh komen tentang kebersihan atau pekerjaan atau apapun. Tapi jangan pernah komen masalah keuangan. Aku udah pasti mencari uang untuk membahagiakan orang yang aku sayang."
"Iya, Jo. Iya. I'm so lucky for having you, Jo."
"Me too. Kalau sempat kita ngedate sepulang kerja ya. Kalau aku nggak sempat, nanti biar Pak Herman antar kamu pulang. Jangan pulang naik umum lagi. Oke?"
Ah. Rasanya seperti mimpi. Hidup Erica berbalik seratus delapan puluh derajat. Memiliki Jonathan dalam hidupnya semuanya rasanya seperti mimpi. Ia tidak menyangka bahwa akan menjadi kekasih seorang pengusaha sukses seperti dirinya.
...****************...
__ADS_1
Bumbu-bumbu romansa sudah mulai hadir disini awww author jd merasa gemesss sendiri bikinnya serasa inget masa muda... Tunggu kejutan dalam novel ini yaaa pasti ada kejutan yang menanti , lempar bunganya yokk vote n komen ❋✿