Rahasia Erica

Rahasia Erica
Sarapan


__ADS_3

Jonathan bersiul keesokan harinya. Ia menuruni tangga dan melihat bibi yang sedang merapikan meja untuk sarapan.


"Mama mana, Bi?" tanya Jonathan


"Masih di kamar, Tuan, sebentar lagi keluar, tadi katanya lagi mandi." jawab bibi dengan senyum. Wajah cerah Jonathan pagi ini membuat suasana menjadi nyaman.


Jonathan duduk lebih dulu di meja makan dan melihat sarapan yang telah disediakan.


"Maaa.... Maa... Lama banget keluarnya. Jo sarapan duluan yaaa...." teriak Jonathan memanggil Christy. "Iya, Jo, ambil aja nggak apa-apa, kamu pasti udah laper kaaan iya kaaan..." jawab Jonathan menirukan suara Christy.


Jonathan menyantap makanan yang ada disana dan melupakan Christy yang akan mengomel karena makan lebih dulu.


Benar saja, tidak lama Jonathan mengambil makanan, Christy keluar dari kamarnya.


"Oh begitu ya...pulang-pulang dari Kalimantan bukan ke Mamanya dulu malah makanan dulu yang didatengin, bagus ya, bagusss banget...." kata Christy bersiap mengomeli anak sulungnya.


"Laper, Ma,, Jo laperrr banget jadi rencananya abis makan, Jo baru mau ke mama, gitu, maa..."


"Anak pintar yaa!" Christy menjiwir telinga Jonathan dan Jonathan mengaduh kesakitan.


"Aduh, Maaa aduhhh sakit,Maa... Jo udah gede loh, Maa...Kok masih di jewer aja sih?" Jonathan kesal karena dijewer oleh Christy


"Mau kamu umur berapapun kamu tetap anak-anak dimata mama. Jadi jangan macam-macam yaa..." kata Christy memperingatkan.


"Iya, Ma...Maaf.."


"Terus gimana di Kalimantan? Lancar?"


"Aman. Sekarang lagi pembangunan, jadi Joshua monitoring disana. Aku disini tinggal terima laporan." kata Jonathan.


"Nanti kamu laporan sama Papa deh. Sebentar lagi Papa keluar."


"Iya, Maa...Siappp!" jawab Jonathan sambil melahap sarapan yang dibuat oleh Bibi.


Tidak lama, Dion keluar dari kamarnya. Ia menghampiri anak dan istrinya dan ikut sarapan.


"Tumben kamu masih di rumah, Jo. Pagi-pagi biasanya udah berangkat kerja." kata Dion mengambil piring dan mulai menyendok makanannya.


"Setor muka dulu sama Papa. Sekalian ngasih laporan tentang proyek yang di Kalimantan." jawab Jonathan.


"Eh iya, jadinya gimana? Udah mulai pembangunan kan?" tanya Dion..


"Udah, udah start pembangunan, tinggal di monitor sama Joshua disana."


"Papa yakin, kamu pasti akan ngeberesin urusan disana dengan cepat. Papa percaya pada kemampuan kamu." kata Dion dengan bangga.


"Ya dong, Pa. Jo kan kalo kerja sat set sat set. Maunya cepet kelar dan beres."

__ADS_1


"Kalau kita bangun lagi rusun disana dan semua full renovasi akan menaikkan harga sewa. Dengan begitu kita akan mendapat pasif income." kata Dion.


"Erica gimana, Jo? Jangan-jangan kamu semalem langsung tidur dan nggak nemuin dia." kata Christy.


"Hari ini Jo mau pergi beli hadiah buat Erica. Hadiah spesiaaal." jawab Jonathan dengan girang.


"Pantes ya dari tadi hepi banget, ternyata emang ada sesuatu."


"Ya dong, Ma. Kalau mau menjalani hari dengan semangat, harus ada orang terkasih disamping kita. Agar hidup lebih berwarna." sahut Jonathan


"Mama seneng deh. Akhirnya kamu bisa menyandang status 'pacar'. Daripada jomblo terus gitu. Udah kepala tiga masih aja jomblo. Malu-maluin aja." kata Christy.


"Iya, Ma...Iya Mamaku sayanggg..."


Jonathan menyudahi makan paginya.


"Kalo gitu Jo siap-siap berangkat dulu ya,Ma, Pa."


"Iya, Jo. Sana mandi sanaa..."


Jonathan langsung melesatkan kakinya naik ke lantai atas dan memasuki kamarnya.


Jonathan mengambil ponselnya dan segera mencari nama Erica.


"Pagi, Sayang..." sapa Jonathan melalui sambungan telpon. Erica tersenyum malu menerima panggilan telpon dari Jonathan dan mendapat panggilan seperti itu.


"Jangan berangkat sendiri ya. Aku jemput kamu sama Pak Herman." kata Jonathan.


"Tapi, Jo...."


"Nggak ada tapi-tapian. Aku jemput kamu dan kamu siap-siap di lobby ya."


"Iya,oke sayang.."


Ah hari ini Jonathan bahagia sekali. Ia sudah berencana membelikan Erica sesuatu.


Setelah bersiap, Jonathan turun kebawah dan menghampiri Pak Herman. Pak Herman yang sudah siap dengan mobilnya segera bersiap membuka pagar.


"Saya mau beli hadiah buat Erica, Pak. Bagusnya apa ya?"


"Non Erica suka seperti apa, Tuan? Kita harus tahu dulu kesukaannya." kata Pak Herman.


"Gimana kalo awal-awal Jo beliin dia sarapan ya? Gimana? Kan romantis gitu percintaan di kantor Pak, hehehe"


"Boleh, Tuan. Kita mulai dari hal yang sederhana dulu seperti sarapan atau makan siang. Terus nanti Tuan bisa sembari cari hadiah yang cocok." kata Pak Herman.


"Oke deh. Beliin sarapan sebelum jemput Erica, Pak."

__ADS_1


"Baik, Tuan."


Pak Herman sangat pengertian dengan kebutuhan Jonathan. Ia langsung membeli paket sarapan di Mekdi sekalian membeli paket sarapan untuk dirinya.


Setelah itu,mereka menjemput Erica di apartemennya. Seperti apa yang sudah dikatakan Jonathan, ia pasti akan menjemput Erica. Dan Erica cukup terkejut pagi itu setelah menerima telpon Jonathan. Setelah melihat mobil Jonathan berhenti di depan lobby, Erica langsung berjalan menuju mobil dan memasuki mobil Jonathan.


"Jo, aku tadi udah pesen ojek online. Aku udah may jalan, akhirnya aku cancel." kata Erica.


"Kan aku bilang pulang pergi bareng supir."


"Nungguin kamu lama, Jo. Aku bisa telat terus ntar. Gajiku ntar dipotong sama HRD."


"Ntar aku bilang sama HRD. Kamu tenang aja. Oh ya ini aku pesen mekdi buat kamu. Makan dulu ya. Kamu pasti nggak sempet sarapan lagi kan?" tanya Jonathan


"Makasihh ya Jooo..Iya aku emang tadi belom sempet sarapan. Kok kamu tau aja sih...." kata Erica.


"Iya, makan lah sayang,makan... Aku tadi udah sarapan kok." kata Jonathan. Erica langsung melahap makanan yang dibawakan oleh Jonathan.


Ponsel Jonathan berbunyi. Ia langsung mengangkat tanpa ba bi bu.


"Ya, halo?"


"Bos, orang yang kemarin bos bebaskan, tertabrak mobil, Pak." kata ajudan di seberang telpon.


"Apa? Kamu yakin?" tanya Jonathan tidak percaya.


"Ya, bos. Saya yakin."


"Oke. Ada dimana sekarang?"


"Di deket Baron, bos."


"Nanti saya kesana."


"Oke, bos."


Setelah menutup telponnya, Jonathan mengendalikan emosinya sebisa mungkin.


"Sayang,aku ada urusan di luar. Setelah anter kamu ke kantor, aku pergi dulu ya."


Tidak ingin mempertanyakan lebih lanjut, Erica hanya mengangguk mengerti.


"Oke."


...****************...


Yess update lagi...sebisa mungkin aku update tepat waktu ya gaess.. Aku berusaha semaksimal mungkin disela waktu yang sibukku ini...hehehe yukk komen n vote ♡♡

__ADS_1


__ADS_2