
Jonathan tersenyum menyeringai. Sinis. Dan jelas sekali bahwa manusia seperti Geo memang tidak layak disebut lelaki.
"Zaneta? Neta maksudnya?" tanya Jonathan sambil melirik ke arah Geo.
"Hah,lo kenal juga? Liat kan, lo sama gue sama aja sebagai lelaki." kata Geo mulai meremehkan Jonathan.
"Neta ini diputusin adek gue gegara dia selingkuh. Yah ternyata selingkuhannya cuma remah rengginang yang disapu aja udah nyatu sama debu." ujar Jonathan sinis. Mendengar ucapan itu, darah Geo mulai mendidih. Dengan mudahnya Jonathan meremehkan orang lain seperti ini.
"Sekali lagi lo nyentuh Erica,hidup lo bakalan tamat, Geo." kata Jonathan sambil menepuk pipi Geo yang mulai biru.
"Lepasin gue." kata Geo.
"Oh,mau dilepasin ya.." kata Jonathan dengan nada memelas dan wajah yang mengejek Geo.
"Gue janji,gue nggak akan nyentuh Erica lagi." kata Geo. Ia sadar sekarang, bahwa Jonathan bukan orang sembarangan yang bisa ia permainkan. Awalnya,ia memang ingin mempermainkan Erica dan meremehkan Jonathan. Tapi melihat situasi seperti ini,mana mungkin ia berani meremahkan Jonathan. Ditambah lagi anak buahnya lebih dari selusin di ruangan ini.
"Ohya? Dikiranya gue percaya begitu aja sama mulut busuk ini? Yang barangnya udah celap celup sana sini?" kata Jonathan masih meledeknya.
"Please, gue mohon. Percaya sama gue. Gue janji." kata Geo dengan nada memohon. Dengan keringat yang memenuhi tubuhnya karena udara yang pengap dan juga hatinya merasa bergetar dikelilingi oleh seorang semacam Jonathan.
"Oke. Waktu gue juga udah abis. Yang penting hari ini gue udah bisa nangkep lo. Inget ya. Besok-besok gue bakal bisa nangkep lo lebih mudah lagi daripada ini." kata Jonathan mulai bangkit dari duduknya. Ia merapikan pakaiannya.
"Sekarang waktunya gue makan malam sama Erica." kata Jonathan pada ajudannya.
"Baik bos."
"Kasih pelajaran tengik satu ini." kata Jonathan sambil melirik ke arah Geo.
"Baik Bos." jawab ajudannya . Jonathan pergi meninggalkan Baron. Markasnya yang selama ini dia datangi bersama para ajudannya.
Tak lama kemudian, ajudannya menghantam perut Geo dan terdengar suara Geo yang mengaduh kesakitan. Beberapa kali Geo dihajar oleh ajudah Jonathan dan Geo terus mengaduh.
Jonathan menaiki mobilnya dengan senyum menghiasi wajahnya.
Jonathan mengetahui kebusukan mantan kekasih Joshua. Ia langsung menelpon Joshua dan bicara dengannya. Tak lama bunyi telpon berbunyi, Joshua mengangkatnya dari seberang telpon.
"Iya, Kak." kata Joshua.
__ADS_1
"Mantan pacar lo yang selingkuh itu namanya Zaneta kan ya?"
"Iya. Dia. Kenapa?"
"Lo nggak berhubungan lagi kan sama dia?" tanya Jonathan. Jujur saja, dulu ia tidak sempat mengkhawatirkan Joshua.
"Nggak kok. Nggak. Tenang aja."
"Awas ya. Sampe gue liat lo lagi sama Neta itu abis lo ntar. Gue nggak mau adik gue diselingkuhin. By the way, gue udah tau siapa selingkuhannya Zaneta. Jangan coba-coba main api di jalan yang salah lagi." kata Jonathan.
"Iya, Kak. Iya. Gue ngerti."
Kemudian Jonathan menutup telponnya.
Ia melanjutkan perjalanannya bertemu dengan Erica. Ia akan sibuk dengan hari pernikahannya nanti.
...****************...
Sementara itu, Joshua menutup telpon dari Jonathan. Dihadapannya kini ada Zaneta yang duduk membawa koper kecil disana. Joshua memegang dahinya. Ia pusing menghadapi situasi seperti ini. Zaneta yang mengejarnya dan ultimatum dari Jonathan mengenai hubungannya dengan Zaneta.
Zaneta tersenyum melihat Jonathan.
"Gue mau memperbaiki kesalahan gue, Josh..."
"Udah nggak bisa. Keluarga gue nggak setuju. Dan gue nggak akan ngelanjutin hubungan kalau keluarga gue nggak setuju."
"Tapi, Josh... Gue tau lo sayang sama gue. Gue pun juga gitu. Gue sayang banget sama lo, Josh.."
"Kalo lo sayang sama gue, ngapain juga lo selingkuh? Kalo emang sayang gue,lo nggak bakalan selingkuh lah.."
"Josh,gue bener-bener nyesel, gue nggak tahu lagi gimana hidup gue. Gue selalu kepikiran lo terus..."
"Emang lo sama siapa sih selingkuhnya? Sampe lo nyesel gitu? Bukannya orang kalau udah selingkuh itu lebih milih selingkuhannya ya?" tanya Joshua.
"Nggak buat gue, Josh. Gue nyesel selingkuh. Gue mau memperbaiki kesalahan gue."
"Jonathan nggak suka sama hubungan kita, Net. Dia juga udah tau sama siapa lo selingkuh." kata Joshua.
__ADS_1
"Dan lo lebih dengerin Jonathan, Josh?"
"Iyalah,dia kakak gue kok. Masa iya dia bisa marah kalo nggak ada alesannya."
"Gue jauh-jauh kesini buat ketemu sama lo, Josh, gue mau memperbaiki segalanya, gue janji..gue.. Gue..."
"Nggak bisa gue, Net. Gue mau fokus sama karir gue dulu. Gue nggak bisa balikan lagi sama lo. Lebih baik lo pulang. Gue akan pesenin tiket buat lo."
"Josh lo yakin kayak gini sama gue?"
"Gue gantiin uang lo tiket berangkat kesini."
"Josh gue ikhlas gue.."
"Neta. Gue nggak minta lo kesini. Dan keluarga gue nggak setuju."
Ting..
Ada pesan masuk dari Jonathan.
Jonathan: Zaneta selingkuh sama mantan pacarnya Erica. Erica pun juga diselingkuhi sama Geo.
Joshua membulatkan matanya dan melihat Zaneta.
"Anjrit, lo selingkuh sama mantan pacarnya Erica?"
"Erica? Lo kenal?"
"Dia calon kakak ipar gue. Wah cari mati sih kalo gue balikan sama lo lagi. Udah paling bener emang Jonathan. Udah gue anterin lo balik, gue anter lo ke bandara sekarang!"
"Joshua! Ini udah malem. Lo yakin mau mulangin gue sekarang?"
"Yaudah lo nginep di hotel! Gue bayarin. Dan jangan coba-coba lo minta balikan lagi sama gue! Cari cowo lain!" kata Joshua mengambil kunci mobilnya.
"Gue anterin lo ke hotel! Sekarang!" kata Joshua tidak mau dibantah lagi. Setelah tahu kebenarannya, Joshua semakin kesal dengan Zaneta.
Tanpa basa-basi lagi, Zaneta mengikuti Joshua ke basement dan mengambil mobilnya.
__ADS_1
Joshua memesankan kamar dan juga tiket untuk Zaneta dengan penerbangan besok siang.