Rahasia Erica

Rahasia Erica
Proyek Luar Kota


__ADS_3

Pagi itu, jantung Erica merasakan debaran yang kuat. Ia merasa jantungnya berdebar kencang apalagi ketika Jonathan memanggil ke kantor ruangannya. Semua berjalan seperti biasa. Semua berjalan sama saja seperti antara boss dan karyawannya.


Disela jam kerjanya, Arista mengirimi pesan pada Erica.


Arista: Ca, lo gimana sama Geo? Udah fix putus kan?


Erica: Iya lah udah. Ngapain juga masih sama tukang selingkuh kayak dia. Emang kenapa sih nanyain dia? Males banget deh!


Arista: Soalnya gue barusan aja liat dia jalan sama cewek lagi. Gue gatau deh ini cewek yang sama kayak kemarin apa bukan.


Erica: Gue ga mau mikirin dia lagi. Gue ga peduli soal dia.


Arista: Oke. Nanti ke rumah ya, bawa makanan nih. Hari ini gue bikin spageti.


Erica: Dengan senang hati! Thanks yaa!


Erica tersenyum melihat balasan Arista yang selalu teringat pada dirinya jika soal makanan. Sip, nanti pulang kerja mampir dulu bawa makanan dari Arista. Jadi nggak perlu beli makanan banyak-banyak. Beli aja seperlunya. Hehehe.


Erica lanjut lagi mengerjakan pekerjaannya. Ruangan Jonathan lagi meeting dengan beberapa kepala divisi. Ia mengerjakan laporan yang harus dikerjakan karena nanti akan ada proyek diluar kota.


Tiga puluh menit berlalu. Beberapa kepala divisi keluar dari ruangan Jonathan. Kini bergantian dengan Erica yang dipanggil oleh Jonathan.


"Bapak manggil saya?" tanya Erica dengan tubuh yang ditegakkan.


"Minggu depan saya akan mulai bolak balik ke Pontianak. Karena disana sedang ada pembangunan apartemen. Selama kurang lebih tiga bulan saya akan bolak balik kesana." kata Jonathan mencoba menjelaskan.


"Iya, Pak."


"Nanti kalau ada sesuatu yang harus disampaikan saya akan sampaikan melalui kamu. Atau kepala divisi."


Erica mengangguk lagi mendengarkan penjelasan dari Jonathan.


"Ada yang mau kamu tanyakan?" tanya Jonathan.


"Sejauh ini belum ada, Pak. Paling nanti mengenai tiket pesawat dan penginapan...."


"Penginapan nggak usah. Saya tinggal sama Joshua selama ada disana. Palingan biaya transport aja yang kamu teruskan ke finance." terang Jonathan.


"Baik, Pak." jawab Erica mengangguk mengerti.


"Nanti pulang tunggu saya di mininarket sebelah kantor ya." kata Jonathan.


"Nanti, Pak?" tanya Erica tidak memercayai pendengarannya.


"Iya. Kenapa?"


"Nggak apa-apa, Pak. Cuma nanti pulang kerja saya mau mampir ke rumah temen saya sebelum saya ke rumah..."

__ADS_1


"Yaudah, saya antar."


"Nggak usah, Pak!" jawab Erica cepat


"Kenapa?"


"Nggak kenapa-kenapa."


"Kalau begitu saya antar."


"Bapak jangan antar saya, nanti repot."


"Repot kenapa?"


"Karena temen saya bawel, Pak. Kepo. Bukannya kata Bapak pertemuan kita ini rahasia?" tanya Erica


Jonathan mengangguk mengerti. Erica baru saja ingin tersenyum lega. Tetapi...


"Kalau gitu saya tunggu di depan gang rumah temen kamu aja."


"Hah?"


"Kenapa? Temen kamu cowok? Jadi merasa nggak enak?"


"Bukan gitu, Pak..."


"Ya terus?"


"Oke."


"Saya permisi, Pak."


Jonathan kembali menganggukkan kepalanya. Ah, bagaimana bisa dia jatuh cinta pada sekretarisnya itu? Semua berawal dari mana? Jonathan sendiri tidak memahami perasaannya sendiri. Ia hanya merasa nyaman jika ada Erica disisinya. Melihat senyumnya, membuat perasaannya tidak terlalu sedih karena ditinggalkan Vivian ke Milan. Jujur saja. Dulu, Jonathan sempat frustasi karena ditinggal Vivian. Karena Vivian, ia jadi tidak berkonsentrasi dalam pekerjaannya dan hal itu membuat Christy marah. Karena tidak sekalipun Jonathan fokus pada hidupnya kecuali Vivian. Sampai kapanpun, Christy tidak menganggap hubungan Jonathan dengan Vivian.


Sore harinya, Erica sudah menunggu di minimarket sebelah gedung kantornya. Cukup melelahkan menunggu Jonathan. Karena Erica lebih dulu keluar dibandingkan Jonathan.


Tak lama kemudian, mobil Jonathan sudah terlihat dan Erica menghampiri mobil Jonathan dengan cepat agar tidak ada yang mengenalinya.


"Pak, lama banget sih. Udah setengah jam tau!" keluh Erica.


"Saya nunggu yang lain pada pulang dulu."


Erica memasang sabuk pengamannya dan merapikan posisi tempat duduknya agar merasa nyaman.


"Dimana rumah temen kamu?"


"Kemayoran, Pak."

__ADS_1


"Pak, Pak. Emang saya supir kamu apa ya."


"Oh ya, maaf...ehmm... Emm... Jo...." jawab Erica dengan wajah yang sedikit memerah karena menahan malu.


"Oke. Gitu dong!"


Duh, ini boss kenapa sih! Pengen banget ya gue panggil pake nama kecilnya gitu? Gue kan jadi salting, ujar Erica dalam hati.


Jonathan fokus menyetir dan wajahnya terlihat tampan. Seketika jantung Erica berdebar. Ia merasakan jantungnya tidak aman saat ini karena terus berdebar setiap kali melihat wajah tampan Jonathan.


Erica memberi petunjuk jalan dan Jonathan mengikuti arahannya. Sesampainya di gang rumah Arista, Erica turun dari mobil Jonathan dan memintanya menunggu disana saja. Erica jalan sedikit memasuki jalan gang rumah Arista. Dan Arista langsung menyapanya dengan riang.


"Haaaai Eeerrr! Wah yang udah menyandang status jomblo! Saik banget nih kayaknya. Udah bebas ya! Udah nggak ada drama lagi dalam percintaan." ujar Arista dengan segala ocehannya.


"Lebih enak sendiri daripada pacaran sama manusia nggak tau diri kayak Geo." sahut Erica.


Ia mulai menuju meja makan melihat spageti yang dibicarakan tadi melalui pesan singkat.


"Mana spageti lo?"


"Gue angetin di oven bentar. Ini gue bikin spaghetti brulee. Enak deh lo mesti coba. Ada keju-kejunya gitu.... Lo kesini naik apa?" tanya Arista sambil memasukkan spaghetti ke dalam oven.


Erica sedikit gugup menjawab pertanyaan Arista.


"Oh, ehm...gue naik taksi onlen. Dia nunggu di depan sih, makanya gue ga bisa lama-lama nih." kata Erica.


"Suruh pulang aja, nanti lo pesen lagi kan bisa."


"Tadi gue udah ngomong buat minta tungguin nanti gue kasih lebihan."


"Yah lo sebentar dong disini. Ah nggak seru."


"Next time. Gue janji bakal nemenin lo masak deh!"


"Bener ya! Awas lo kalo boong."


"Iya. Bener kok."


Arista membungkus makanan yang ingin ia berikan lada Erica. Ia juga membawa makanan yang lain dan menyatukannya dalam kantong plastik agar mudah dibawa oleh Erica.


"thank youuuu arista sahabatkuuu ..." kata Erica sambil menyunggingkan senyuman yang lebar.


"Ya, udah sana pulang!"


Erica memeluk tubuh Arista dengan penuh rasa sayangnya pada sahabatnya itu.


"Thanks ya, Ta!"

__ADS_1


"Hm...Take care yaa!"


Erica berjalan keluar dari rumah Arista. Ia berjalan sampai keluar dari gang rumah Arista.


__ADS_2