
Erica dan Jonathan akhirnya menginjakkan kaki di Pulau Dewata itu. Tempat yang indah dengan segala hiasan khas Bali. Jonathan memilih resort dengan pemandangan laut dan di depan kamar resort ada kolam renang yang lebar.
Erica menatap takjub resort milik keluarga Jonathan itu. Resort itu dikelola oleh manajer Jonathan, orang yang telah menjadi kepercayaan Jonathan. Jonathan termasuk tegas dalam memimpin, sehingga banyak karyawannya yang merasa segan dengannya.
"Bagus sekali tempat ini!" seru Erica bahagia. Belum pernah ia pergi ke tempat sebagus ini selama hidupnya. Selama ini kehidupannya penuh dengan air mata karena merasa kesulitan membiayai kehidupannya.
"Kamu suka?" tanya Jonathan merangkul Erica dari balik punggungnya.
"Aku suka."
"Kamu nggak bawa baju banyak-banyak kan? Karena nanti kita akan beli baju." tanya Jonathan.
"Iya, aku hanya membawa dua helai baju. Dan dua celana." kata Erica.
"Aku punya sesuatu buat kamu." kata Jonathan.
Tidak lama, pintu kamar mereka diketuk oleh seseorang dari luar. Dan itu adalah manajer resort, orang kepercayaan Jonathan.
"Apa itu?" tanya Erica bingung. Ia tidak menyangka bahwa Jonathan menyiapkan sesuatu untuknya.
"Bukalah." kata Jonathan menyerahkan kotak dengan ukuran agak besar pada Erica. Erica menerima kotak itu dan membukanya dengan perlahan. Ia terkejut dengan isi kotak itu dengan isi dress bermacam-macam warna.
Erica mengambil satu helai baju dan merentangkannya di depan tubuhnya.
"Jo? Apa ini nggak terlalu pendek?" tanya Erica pada Jonathan.
"Nggak kok. Bagus dan juga sepertinya pas di tubuhmu." kata Jonathan.
"Baju ini nggak ada lengannya! Aku nggak pernah pakai baju seperti ini." kata Erica. Baju yang dibawa Jonathan hampir semuanya tidak berlengan. Dan... Oh! Ada lingerie menyelip diantara baju dress yang mini itu!
"Lingerie? Jo, kamu membelikan aku ini?" tanya Erica yang membulatkan matanya indahnya. Jonathan terkekeh melihat ekspresi Erica yang polos itu.
Jonathan memghampiri Erica yang masih berkaca memegang bajunya. Jonathan merentangkan baju di tubuh Erica yang indah itu.
__ADS_1
"Kamu cantik. Pakai ini." kata Jonathan.
"Aku nggak merasa percaya diri pakai ini..."
"Coba dulu. Pakailah ini setiap kali pergi sama aku. Baju-baju yang seperti ini. Kamu harus memancarkan pesonamu sebagai wanitaku. Aku akan belikan apapun yang kamu butuhkan. Jika sedang bersamaku, tinggalkan bajumu yang panjang-panjang itu..." kata Jonathan.
"Begitu..." Erica merasa berat hati ketika menerima baju dari Jonathan ini. Kemudian Jonathan juga memberikan satu kotak berukuran sedang pada Erica.
"Itu apa?" tanya Erica cepat.
"Bukalah."
Erica membuka kotak ukuran sedang itu... Dan Erica melihat basic make up dengan merk mahal terpampang nyata dihadapan wajahnya.
"Jo! Ini kan make up yang...." ucapan Erica baru saja ingin melanjutkan dan berkata bahwa itu adalah merk yang mahal. Tetapi ia tidak jadi melanjutkannya. Ia takut Jonathan akan protes lagi..
"Yang apa?"
"Yang bagus. Tahan lama dan waterproof. Itu maksudku." Erica mengubah kata-katanya supaya tidak menyakiti hati Jonathan.
"Malam ini kita akan makan malam dengan manajer resort. Aku ingin membahas beberapa pekerjaan disana. Pilihlah salah satu baju yang tadi dan dandanlah sebaik mungkin. Aku juga membelikanmu skincare." kata Jonathan
Lagi-lagi Erica diluluhkan hatinya oleh Jonathan. Ia sangat pandai mengambil hati Erica dan Erica dengan senang hati menerima pemberiannya. Pemberiannya tidak pernah main-main. Selalu saja dengan harga fantastis.
Jonathan berdiri menatap pemandangan yang berada di luar jendela. Ia sangat menikmati pemandangan di Bali. Walau ia melewatkan sunsetnya karena ia sampai sudah hampir malam, tetapi lampu di sekitar kolam renang terlihat sangat indah. Melihat punggung Jonathan yang atletis, Erica menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
"Terima kasih ya, Jo...Kamu sudah memperhatikan aku sedetil itu. Kamu memperhatikan semua yang aku butuhkan." kata Erica.
Jonathan tersenyum dan membalikkan tubuhnya. Kini mereka berdiri berhadapan dan wajah Erica yang polos itu menatapnya dengan dalam.
"Aku akan melakukan apapun untukmu Erica. Mulai dari yang kecil hingga yang besar."
"Aku nggak tahu bagaimana harus membalas semua ini, Jo..."
__ADS_1
Jonathan menatap wajah Erica dan memegangi wajah Erica. Ujung ibu jarinya menyentuh bibir Erica dengan gerakan yang sensual.
"Hanya tetap berada disisiku, apapun itu."
Erica mengangguk. Ia berpikir itu adalah permintaan yang cukup mudah dilakukan. Dan ia tidak akan keberatan dengan hal yang diminta Jonathan..
"Baiklah."
Jonathan menurunkan wajahnya dan mencium Erica dengan hangat. Seketika ia merasa tidak sabar ingin meraih sesuatu yang bulat dibalik kemeja yang dikenakan oleh Erica. Jonathan menyentuhnya tak sabar ingin meraih sesuatu di dalamnya.
Erica sudah siap jika Jonathan menginginkannya. Tetapi Jonathan menarik tangannya dan membuat Erica sedikit kecewa.
"Nanti saja setelah makan malam dengan Prasetya. Kalau sekarang, kita akan membuatnya menunggu terlalu lama." kata Jonathan. Erica tersenyum.
"Baiklah,aku akan mandi dan bersiap-siap sekarang." kata Erica. Jonathan mengangguk.
Satu jam kemudian, Jonathan turun dari kamarnya dan menemui Prasetya yang sudah menunggu di lobby.
"Selamat malam, Pak." kata Prasetya. Jonathan berpenampilan kasual dengan Erica yang memakai dress yang dibawakan oleh Prasetya tadi.
Sepersekian detik, Prasetya merasa kagum dengan kekasih Jonathan berbalut dengan dress brukan berwarna maroon malam itu. Kulit putih mulusnya terpampang jelas ketika ia mengenakan dress itu.
"Malam, langsung ke restoran aja yuk." ajak Jonathan yang membuyarkan penglihatan Prasetya. Ia harus sadar bahwa itu bukanlah sesuatu objek yang dapat dilihat dengan seenaknya saja. Bisa-bisa dia dihajar habis-habisan oleh Jonathan.
Rambut Erica digerai, menambah kesan cantik dengan gaun yang dipakainya. Prasetya sudah memesankan meja untuk mereka makan dan Jonathan memperlakukan Erica dengan sangat sopan di depan orang banyak. Terlebih lagi itu adalah malam minggu. Suasana disana cukup ramai.
"Ini Erica, pacar saya. Mungkin dalam beberapa bulan ke depan, saya akan bertunangan. Erica ini manajer resort disini. Namanya Prasetya." kata Jonathan memperkenalkan dan mereka berjabat tangan. Pelayan mengantarkan makan malam dan mereka membicarakan resort sambil menikmati makan malam. Disela-sela makan malam, Erica permisi ingin mengisi air minum disana. Tak sengaja Erica melihat wanita cantik dengan model dress serupa dengan dirinya hanya saja beda warna.
...****************...
Gaess,jadi ini loh dress yang dipermasalahkan oleh Erica. Dress brukat modelnya bagus tapi nggak terlalu disukai Erica karena terlalu terbuka...
__ADS_1
Dukungannya ya gaess supaya aku semangat updatee♡