Rahasia Erica

Rahasia Erica
Tunangan


__ADS_3

Tamu-tamu mulai berdatangan. Erica merapikan dandanannya di kamar Jonathan. Sedangkan Joshua baru saja sampai di rumahnya. Perjalanan yang memakan waktu itu membuat dirinya lelah. Ia ingin istirahat sebentar untuk melepas lelah dikamarnya.


Sementara itu, Jonathan kembali mendatangi Erica di kamarnya dan mengatakan bahwa kotak itu sudah disingkirkan.


Jonathan menghampiri Erica yang berdiri menghadap jendela. Ia mendekatkan langkahnya dan melingkarkan lengannya di perut Erica. Ia tidak bisa menahan perasaannya saat itu bahwa bahagia telah menyelimuti dirinya.



illustrasi gaun Erica


"Kamu sangat cantik hari ini." puji Jonathan sambil menempelkan bibirnya di pundak Erica. Jujur saja, Erica masih kesal dengan apa yang terjadi barusan. Ia harus melihat kemesraan masa lalunya dengan Vanessa.


"Sudah kamu buang jauh-jauh kotak itu?" tanya Erica.


"Aku sudah menyingkirkannya. Bahkan aku sudah tidak tertarik dengan masa laluku." kata Jonathan.


"Kalau begitu, kenapa Vanessa masih mengusik hubungan kita?"


"Mungkin Vanessa masih berpikir dia bisa mengalahkan dan merebut posisimu sebagai kekasihku. Maka dari itu, tampillah sebagai wanita yang kuat dan tidak mudah dijatuhkan oleh orang lain." kata Jonathan. Erica terdiam sebentar.


"Maksudmu, selama ini aku lemah?"


"Kamu yang diam dan tidak melawan, orang lain berpikir kamu lemah dan tidak bisa membalas kejahatan yang Vanessa lakukan. Ingat kan di Bali? Kamu hanya pergi begitu saja. Ingat. Jangan pernah diam saja terhadap orang yang menginjak harga diri kamu, Sayang." kata Jonathan. Kali ini ia berharap Erica akan merubah caranya jika dirinya diinjak oleh orang lain.


Jonathan membalikkan tubuh Erica sehingga kini mereka saling bertatapan. Erica menatap irisan bola mata Jonathan yang coklat itu. Jonathan menempelkan ibu jarinya di bibir Erica secara perlahan.


"Kamu akan menjadi istri Jonathan Johnson. Tidak seharusnya harga dirimu diinjak dan aku tidak akan mengijinkannya."


Jonathan menatap irisan mata Erica yang teduh berwarna hitam kecoklatan itu. Wajah cantik Erica telah menyihirnya menjadi lelaki yang lemah lembut. Kelembutan hati Erica membuat Jonathan luluh dan ingin membuat Erica menunjukkan pada dunia siapa dirinya yang sebenarnya.


Jonathan mendekatkan wajahnya kepada Erica. Erica hanya diam tanpa memberi respon yang menolak.


Disaat itu pula, Joshua membuka pintu kamar Jonathan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

__ADS_1


"Jo...Oh ****!" Joshua kembali menutup pintu dan tidak jadi masuk ke dalam kamar Jonathan.


Erica memalingkan wajahnya dengan tersenyum.


"Rumahmu sedang ramai. Sepertinya kita nggak bisa ngapain-ngapain dulu." kata Erica. Jonathan mengangguk setuju.


"Joshua menyebalkan." umpat Jonathan. Erica tertawa kecil.


Joshua masih menunggu di depan kamar Jonathan. Ia kaget kakaknya membuka pintu dengan tiba-tiba.


"Kaget aku, Jo!" kata Joshua.


"Bisa nggak sih kamu ketuk pintu dulu?" kata Jonathan kesal. Ia ingin langsung menyemburkan amarahnya.


"Aku kira tadi kakak tuh lagi rapi-rapi. Sorry, nggak tau!" Joshua langsung merasa bersalah menginterupsi apa yang kakaknya lakukan di dalam kamar. Erica keluar dari kamar Jonathan dengan senyum diwajahnya .


"Sayang kita turun yuk. Nggak apa-apa Josh, tenang aja." Erica hari itu sangat cantik membuat Joshua tidak bisa memalingkan wajahnya dari Erica. Hari itu Erica terlihat sangat berbeda.


Mereka bertiga sudah turun dari lantai dua.


Rumahnya sudah mulai didatangi tamu. Kepala divisi di kantor Jonathan juga datang dan menyambut Jonathan dengan ucapan selamat


Tak ketinggalan Lilie. Ia juga datang memberi selamat pada Erica.


"Congrats ya, Er. Semoga lancar sampai hari H." kata Lilie menjabat tangan Erica .


"Thank you so much." jawab Erica dengan melebarkan senyum di wajahnya.


"Ambil minum sama cemilan dulu, Lie!" kata Erica , Lilie mengangguk mengagumi interior rumah Jonathan yang mewah. Jelas saja. Rumahnya tidak asal desain. Jadi hasilnya pasti sangat membuat mata berbinar-binar.


Erica juga mulai menyambut kedatangan Arista yang langsung disambut dengan pelukan hangatnya. Arista berteriak tidak percaya bahwa sahabatnya akan bertunangan dengan Jonathan


"Nggak nyangka banget sih lo bisa tunangan sama Jonathan wah gila gue gatau harus ngomong apa! Speechless gue!" kata Arista.

__ADS_1


"Bisa aja, makan cemilan ya, Ris, makan yang banyak!"


"Gue liat-liat dulu ya!"


Erica mulai menyalami tamu yang lain dan mengucapkan terima kasih atas kedatangannya. Hingga pada akhirnya, Erica bertemu dengan Vanessa. Ia mengenakan dress hijau selutut dengan rambut yang diurai. Ah. Erica memang tidak bisa menampik kecantikan Vanessa.



illustrasi dress Vanessa.


"Hai, Erica, apa kabar?" tanya Vanessa dengan basa basinya yang sudah basi. Erica ingin sekali menjambak rambut wanita yang ada dihadapannya ini.


"Baik." Erica berusaha tersenyum dengan menatap tajam mata Vanessa. Rasanya mata yang saling bertatap itu seperti api yang sedang menyala.


"Gimana hadiah dari aku? Bagus nggak?" tanya Vanessa dengan senyumnya.


"Sayangnya, udah dibakar sama Jonathan. Aku nggak sudi menerima barang seperti itu. Besok-besok bawa hadiah lebih berkelas lagi ya." ujar Erica. Vanessa terkejut dengan ucapan Erica yang ia kira Erica tidak sanggup membalas semua perbuatannya. Vanessa pikir, Erica adalah wanita lemah yang hanya bisa berlindung di balik punggungnya Jonathan saja.


"Itu barang berharga buat Jonathan, kamu tahu?" Vanessa sangat geram . Ingin sekali ia menampar wajah wanita ini. Namun, ia harus menyadari dimana posisi dirinya saat ini.


"Kalau berharga buat Jonathan, kenapa dia membakarnya? Kalau sesuatu itu berharga seharusnya disimpan saja bukan? Nggak perlu ditunjukkan ke orang lain. Biar apa? Biar orang lain tahu kalau cinta masa lalu kalian sangat indah?"


"Kamu...." Vanessa tidak tahu apalagi yang akan ia katakan. Hatinya panas seperti terbakar api. Ia sangat dipermalukan oleh Erica seperti ini.


"Jangan pikir kamu bisa merusak hubungan aku dengan Jonathan dengan hal seperti itu Vanessa." Erica tersenyum puas melihat Vanessa yang tidak berkutik itu.


Erica dan Vanessa sibuk mengobrol hingga Christy yang melihat mereka berdua langsung menghampirinya.


"Erica, Sayang. Sebentar lagi acara tukar cincin ya. Kamu stay di taman karena tema kita kan garden party." kata Christy tersenyum.


"Iya , Tante ." kata Erica menatap Vanessa sesaat lalu pergi ke taman dekat kolam renang.


"Masih punya muka kamu datang kesini?!" ucap Christy yang langsung tidak mempedulikan keberadaan Vanessa. Christy pergi ke taman kolam dan Vanessa mematung disana sendiri. Tidak ada yang mempedulikannya.

__ADS_1


__ADS_2