Rahasia Erica

Rahasia Erica
Merebut Erica


__ADS_3

Erica mencari baju yang akan ia kenakan di toko baju langganannya. Sebenarnya toko ini murah tetapi memiliki model yang bagus. Erica suka sekali belanja disini. Tapi Jonathan akan mengomel jika tahu Erica akan berbelanja di toko ini.


Alih-alih ke toko itu, Erica beralih ke toko lain yang memiliki brand cukup dikenal. Ia akan membeli beberapa pakaian sehari-harinya disitu.


Pada saat ia sedang sendiri memilih baju yang ada disana, Erica tidak sengaja berpapasan dengan Geo. Mantan kekasihnya yang ia tinggalkan dulu karena telah berselingkuh darinya.


"Geo?" tanya Erica tidak percaya. Geo memang tampan,tapi tidak setampan Jonathan. Hanya bermodalkan milik dirinya, ia bisa meraih beberapa wanita dan itu cukup menjijikan bagi Erica.


"Oh hai Erica. Apa kabar?" tanya Geo menyapa Erica. Kebetulan Geo tidak sedang bersama siapapun disana. Dan Geo juga melihat Erica sedang sendiri. Tidak bersama dengan kekasihnya.


"Kamu sendiri?" tanya Geo dengan senyumnya.


"Nanti aku dijemput kok." dusta Erica. Ia merasa tidak nyaman bersama dengan Geo seperti ini.


"Oh ya? Sama siapa? Sama pacar baru kamu itu?" tanya Geo dengan nada yang sudah mulai tidak enak didengar di telinga Erica seolah-olah ia menyepelekan Jonathan.


"Kenapa memangnya? Kamu nggak terima kalau aku sudah punya pacar baru?" tanya Erica memberanikan dirinya.


"You see your self, Erica. Kamu cuma orang biasa. Mana mungkin laki-laki kayak gitu beneran serius mau jadiin kamu pacar. Palingan satu bulan atau paling lama tiga bulan juga kamu diputusin." kata Geo.


"Jaga mulut kamu ya, Geo!"


"Laki-laki yang mau sama kamu itu cuma aku doang Erica! Bukan lelaki itu. Dia cuma mau mainin kamu!" kata Geo. Ia menjadi frustasi. Karena semakin hari, Erica semakin menonjolkan kecantikannya dan balutan tubuhnya yang sangat indah membuat hatinya bergejolak ingin Erica kembali padanya.


"Sadar kamu, Geo! Kamu nggak pantas bicara begitu!"


"Aku mencintaimu, Erica. Aku sangat mencintai kamu. Kenapa kamu berjalan dengan lelaki lain dan... Kamu ninggalin aku!"


"Yang meninggalkan itu, kamu. Bukan Aku. Jadi stop seolah-olah kamu itu korban disini!" kata Erica dengan tegas. Geo mencoba meraih tangan Erica yang putih. Geo ingin sekali menggenggam tangan itu.


"Jangan pegang-pegang!"


Hasrat Erica untuk berbelanja sudah tidak ada. Bertemu dengan Geo, membuat moodnya hancur berantakan. Ia ingin segera pergi dari hadapan Geo saat itu juga. Tapi Geo langsung menarik tangannya sehingga langkah Erica tertahan.


"Lepaskan Geo!"


"Erica, aku nggak akan macam-macam. Lebih baik kita cooling down kita bicara dulu. Kita duduk dulu dan minum kopi. Oke?"


"Nggak, nggak akan, Geo!"


"Kamu melukai harga diri aku, loh. Kenapa? Gara-gara pacar baru kamu, kamu jadi nggak mau ketemu bahkan melihat aku lagi?" kata Geo semakin ngawur.


"Kamu harus tahu posisimu, Geo! Kamu itu cuma mantan! Tidak lebih!"


"Nggak bisa kita balikan aja? Aku masih sayang kamu loh." kata Geo menatap mata Erica tajam.

__ADS_1


"Oke gini aja. Aku nggak ngapain ngapain kamu. Aku janji kita cuma ngobrol. Oke?" kata Geo. Gel menunjuk toko kopi yang ada di dekat pintu masuk mall.


"Please, Erica. Aku janji nggak ngapain-ngapain." kata Geo. Erica mengangguk. Ia menuruti Geo sampai ia bisa memiliki kesempatan menghubungi Jonathan. Erica menuruti apa yang Geo inginkan. Jika Geo menginginkan minum kopi, baiklah. Erica akan menurutinya. Erica mengambil tempat duduk sementara Geo memesakan kopi. Disaat itu juga, Erica mengirimkan pesan pada Jonathan dan lokasinya pada Jonathan.


Setelah mengirimi pesan pada Jonathan, Erica juga menelpon Pak Herman. Namun ketika Geo membalikkan badan, ia mematikan ponselnya.


Geo menghampirinya dengan kopi ditangannya dan tersenyum.


Jonathan sedang rapat. Ia tidak bisa melihat pesan dari Erica karena meetingnya mengenai promosi proyek baru yang ada di Kalimantan.


Sedangkan Erica harus mendengarkan omong kosong Geo dan mengiyakannya dengan cepat.


"Jadi gimana? Kamu mau kan balikan sama aku?" tanya Geo.


"Aku mau pulang, Geo."


"Nanti dulu. Jangan sekarang pulangnya. Bisa nggak sih kita nikmatin momen ini berdua?"


"Geo, aku nggak cinta sama kamu lagi. Aku mencintai orang lain."


Geo terdiam.


"Kenapa sih harus orang lain, Erica? Kenapa bukan aku aja?"


Saat meeting selesai, Jonathan baru bisa melihat ponselnya dan ada pesan dari Erica.


Erica: Tolong aku.


#Share Location.


Melihat pesan itu, Jonathan langsung membulatkan matanya dan segera menuju ke lokasi dimana Erica berada.


"Aku harus pergi. Aku harus kerja."


"Jangan pergi Erica!"


"Geo stop!! Aku bukan siapa-siapa kamu lagi bahkan kamu hanya masa laluku!"


"Lalu, siapa masa depanmu?"


"Kekasihku, Jonathan."


Geo menyeringai. Tapi Erica terus berusaha pergi dari sana. Bisa-bisanya Geo memperlakukan dirinya seperti ini di tempat umum.


Erica menatap tajam ke arah Geo dan meninggalkannya begitu saja. Kali ini, Geo tidak mau kehilangan Erica. Ia bertekad dari dalam dirinya ingin merebut Erica kembali dari kekasihnya.

__ADS_1


"Ikut aku ke loby, Erica!" kata Geo menarik tangan Erica dan memanggilkan taksi di depan lobby.


"Geo! Lepaskan aku!"


Erica berusaha melepaskan diri dari Geo. Tapi sulit rasanya karena tenaga Geo cukup kuat.


"Ikut aku!"


"Lepaskan aku atau aku teriak sekarang!" Erica menatap Geo tajam dengan kebenciannya.


"Aku ingin kamu jadi milikku! Kembali padaku Erica!" kata Geo.


"Nggak, sampai kapanpun aku nggak mau Geo!"


Erica masih menahan dirinya agar tidak ikut ke dalam taksi yanh sudah dipanggil Geo. Tepat setalah itu sebuah klakson panjang menggema seluruh isi lobby. Orang yang sedang berlalu lalang melihat ke arah pemilik mobil tersebut. Begitu pula dengan satpam.


Tidak lama, Jonathan keluar dari dalam mobil dan menarik tangan Erica dari Geo. Geo melihat tubuh tegap Jonathan yang tinggi. Sekalipun Geo tidak merasa takut bahkan mengatakan secara langsung ingin merebut Erica darinya.


"Ini pacarmu?" tanya Geo pada Erica. Erica diam saja dan langsung memeluk lengan Jonathan.


"Mengganggu pacarku ya, kamu?" tanya Jonathan.


"Erica sangat mencintai aku. Begitu pula aku sangat mencintai Erica. Aku akan merebutnya darimu!"


"Begitu?" tanya Jonathan dengan sorot mata yang tajam.


"Bagaimana? Menyenangkan bukan? Gadis biasa seperti dia diperebutkan oleh dua orang laki-laki yang mempunyai uang?"


"Apa?" Jonathan ingin Geo mengulangi ucapannya.


"Gadis seperti dia, hanya jadi mainanmu saja. Kenapa kamu nggak berbagi sama aku? Aku juga butuh tubuhnya yang cantik dan indah."


BUUGGGGHHHHHHH!!!!!!


Tanpa aba-aba, Jonathan langsung menonjol wajah Geo. Dan Geo meringis kesakitan.


"Aaakkkhhhhhh!!!!"


"Ups, Sorry. Kayaknya mulutmu itu perlu dapat bogem mentah." kata Jonathan mengelus tangannya dengan tangan lainnya.


"Laki-laki sialan! Maksud lo apa hah???"


"Jangan pernah menghina Erica. Dan ini baru permulaan. Nanti malam lo bakal gue kejar! Liatin!"


Jonathan menggandeng tangan Erica dan memintanya pulang masuk ke dalam mobilnya. Erica menuruti apa yang Jonathan pinta.

__ADS_1


__ADS_2