
"Halo, Abang." sapa Erica di seberang telpon bicara dengan Eshan.
"Ya,gimana Erica, kamu udah dapet kerjaan buat Abang?" tanya Eshan dengan semangat.
"Udah, Bang, tapi jauh..."
"Dimana? Nggak apa-apa, kasih tau aja nanti Abang dateng dan cari uang sendiri."
"Di Kalimantan..."
"Apa? Kamu mau buang Abang apa ngasih kerjaan jauh-jauh gitu?" ujar Eshan dengan kesal.
"Bukan. Itu proyeknya Jonathan.. Dia ada proyek di Kalimantan dan lagi bangun apartemen baru disana. Kalau Abang mau,Abang bisa langsung masuk kerja. Aku sambil cari orang lain buat diberangkatkan ke Kalimantan." kata Erica.
"Ini serius?" tanya Eshan.
"Serius. Memang lagi cari orang disana."
"Jonathan itu siapa? Pacar kamu itu ya?" tanya Eshan.
"Iya."
"Memang dia kerjanya apa sih, kok punya koneksi banyak banget kayaknya." tanya Eshan menyelidiki. Karena belum lama ini dia diberi pinjaman sebesar enam puluh juta rupiah dan baru saja ia mendengar bahwa ia sedang membangun apartemen di Kalimantan.
"Dia bossku."
"Boss mu? Boss apa?"
"Boss ya dikantorku."
"Perusahaan apa sih kantormu itu?"
"Properti."
"Oh.." tidak heran kalau Jonathan memiliki banyak uang. Tapi ia juga tidak berani bilang pada Erica kalau dirinya telah meminjam uang begitu banyak dari Jonathan. Ia tidak mau membebankan adiknya lagi masalah keuangan.
"Mau, Bang?"
"Yaudah, Abang mau. Kapan Abang bisa berangkat?" tanya Eshan.
"Beneran mau Bang? Erica lagi nyari orang lagi Bang buat diberangkatkan bareng ke Kalimantan." kata Erica.
"Oke, Erica. Kasih tau Abang kapan Abang bisa berangkat ya. Pokoknya Abang akan berusaha cari uang sendiri. Abang nggak mau merepotkan kamu lagi." kata Eshan. Mendengar Abangnya bicara begitu, Erica menjadi terharu.
"Iya, Bang. Nanti Erica kabarin ya."
"Makasih ya Erica..."
__ADS_1
Erica menutup telponnya dan melanjutkan mencari kandidat untuk ikut proyek di Kalimantan.
...****************...
Sementara itu ia menyiapkan diri untuk pergi kr Bali.
"Kamu mau kemana , Er?" tanya Ibu pada Erica yang sedang merapikan bajunya ke dalam koper kecil.
"Mau ada kerjaan, Bu di Bali. Erica harus ikut kesana." kata Erica.
"Berapa lama, Er?"
"Tiga atau empat hari mungkin, Bu...Ibu betah disini, Bu?" tanya Erica
"Ibu betah. Disini ibu merasa nyaman. Nggak ada orang yang ngomongin Ibu." kata Ibu.
"Oh ya, Bu. Kalau urusan bersih-bersih biar Bibi yang suka bebenah aja , Bu...Biar Ibu ga cape. Pokoknya Erica mau menjamin Ibu bisa hidup nyaman. Kalau mau kemana-mana, Ibu pergi sama Bibi yang ngurus rumah aja. Nanti Erica bilang sama Bibi buat nginep di rumah biar Ibu nggak kesulitan." kata Erica tersenyum
"Ibu bukan anak kecil, Erica, yang harus dijaga seperti itu."
"Erica cuma mau memberikan yang terbaik buat Ibu. Tapi Erica juga harus kerja, Bu. Erica nggak mau Ibu capek. Erica cuma mau Ibu menikmati masa tua aja..." kata Erica tersenyum
"Terima kasih ya, Nak...Nanti kalau ibu mau ke Mall boleh? Ibu kadang suka bosen disini kalau kamu nggak ada.."
"Boleh dong, Buuu...Ibu mau beli apa bilang sama Erica. Nanti pas Bibi yang jaga rumah datang, Erica kasih pesan ke Bibi."
"Oh ya, Bu, Abang minta kerjaan ke Erica. Abang sudah dapat kerjaan, Bu. Di Kalimantan." kata Erica.
"Kenapa jauh sekali?"
"Bu, Abang itu anak lelaki, harus mandiri dan kuat secara mental. Jauh sedikit nggak apa-apa, Bu. Daripada Abang harus bertaruh balap liar seperti itu." kata Erica.
Ibu memgangguk setuju dengan Erica.
"Baik, Nak...Ibu setuju dengan pendapatmu."
"Ibu tenang aja ya..."
Ibu mengangguk. Bel rumah berbunyi. Bibi yang mengurus rumah Erica datang dan.... Ternyata bukan Bibi yang jaga rumah yang datang. Tetapi Jonathan. Ah, kenapa Jonathan datang. Sejujurnya ia senang kalau ada Jonathan, tapi sekarang ada Ibu. Ia jadi tidak tahu harus bagaimana bersikap di depan Ibunya ketika ada Jonathan.
"Hai." sapa Jonathan dengan wajahnya yang ceria.
"Hai, Sayang..." sapa Erica.
"Ini weekend. Dan aku mau mampir kesini. Boleh kan?"
Erica sedikit salah tingkah. Tetapi Ibu ikut bergabung menyapa Jonathan dengan melebarkan senyum di wajahnya.
__ADS_1
"Ah, Nak Jonathan, silakan masuk...Ayuk... Mari..." sapa Ibu dengan ramah. Jonathan yang tersenyum manis, mengiyakan perkataan Ibu dan melepas sepatunya.
"Bagaimana kabar kamu? Semenjak dari Sukabumi, ibu nggak pernah lihat kamu lagi." kata Ibu yang mempersilakan Jonathan duduk di sofa.
"Baik, Bu. Saya sedikit sibuk jadi saya mengurus pekerjaan terlebih dulu. Maaf, ya, Bu." jawab Jonathan dengan hati yang merasa bersalah.
"Nggak apa-apa. Erica juga sibuk. Ini aja Ibu mau ditinggal ke Bali."
"Iya, Bu, rencananya kita mau kontrol resort yang ada di Bali dan mengecek perkembangan beberapa tempat wisata disana." jawab Jonathan.
"Pekerjaan kamu apa, Nak? Sepertinya kalian berdua sibuk sekali..." tanya Ibu. Jujur saja sampai saat ini Ibu belum mengetahui pekerjaan Jomathan. Bahkan Ibu juga tidak tahu kalau apartemen yang ditempatinya sekarang juga dibelikan oleh Jonathan.
"Saya kerja sama dengan Erica, di satu divisi. Hanya saja posisi saya sedikit lebih tinggi dari Erica.."
"Jadi kamu atasannya Erica?" tanya Ibu tidak percaya.
"Dan juga pacarnya Erica, Bu..."
Ibu sedikit membulatkan matanya. Terkejut bahwa kekasih Erica satu kantor dengan atasannya.
"Memangnya peraturan perusahaan membolehkan itu? Boss kalian tidak marah?" tanya Ibu..
"Kebetulan.... Saya bossnya Erica, Bu..Heheh..."
Ibu menutup mulutnya tidak percaya... Erica bagaikan mendapat durian runtuh..
"Jadi kamu, Bossnya Erica? Direktur?"
"Masih belum bisa dibilang direktur, Bu..Karena Ayah saya masih memegang jabatan itu..."
"Astagfirullah...Ibu nggak nyangka..." kata Ibu benar-benar terkejut mendengar apa yang dikatakan Jonathan. Posisinya sangat tinggi di perusahaan.
"Erica,jangan sampai mengecewakan Nak Jonathan ya... Baik-baik bekerja di tempat orang..." kata Ibu menasihati Erica.
"Iya, Bu...Tenang aja..."
"Nanti malam kami berangkat ke Bali, Bu. Saya kesini mau jemput Erica..." kata Jonathan dengan senyum.
"Iya, iya Nak...Oh ya Ibu hari ini cuma bikin sambel...Ibu belum masak apa-apa..."
"Nggak usah repot-repot, Bu...Gimana kalau kita makan siang diluar aja? Nanti sore saya dan Erica berangkat."
"Boleh,boleh. Ibu ganti baju sebentar ya..."
Ibu langsung masuk ke dalam kamar dan mengganti bajunya.
Erica tersenyum dan memeluk Jonathan dengan senang. Jonathan mengelus punggung Erica dengan lembut.
__ADS_1