Rahasia Erica

Rahasia Erica
Joshua


__ADS_3

"Siapa, Joo? Siapa dia? Kok kamu nggak pernah kenalin sama Mama sih?" tanya Christy dengan nada mendesak agar Jonathan mau menjawab pertanyaannya.


"Ada, Ma. Jo suka sama dia dan emang udah jadi pacar Jo. Cuma ya Jo nggak bilang aja sama Mama. Makanya itu Jo nggak mau ya pake dijodoh-jodohin lagi sama Mama."


Jonathan telah mengakui pada Christy bahwa dirinya sudah memiliki kekasih. Tapi Christy tidak begitu mempercayainya. Karena Jonathan tidak pernah terlihat menggandeng tangan seorang wanita semenjak ditinggal pergi ke Milan oleh Vanessa.


Vanessa adalah kekasih pertamanya yang dipacari semenjak bangku sekolah. Christy tidak begitu menyukainya karena meskipum cantik, Vanessa tidak pernah memprioritaskan Jonathan sebagai kekasihnya. Vanessa selalu saja sibuk dengan urusan kuliah dan juga pekerjaannya. Bahkan Jonathan sendiri tidak pernag terlihat memiliki seorang kekasih. Jadi, ada atau tidaknya Vanessa dalam kehidupam Jonathan, sama saja bagi dirinya.


"Bukan Vanessa kan?" tanya Christy dengan nada menyelidiki.


"Apaan sih, Ma? Ya bukanlah. Ngapain Vanessa? Orangnya udah kemana aja nggak tau!" jawab Jonathan kesal jika Christy membawa nama Vanessa.


Syukurlah. Christy tidak mau Jonathan terlalu lama berlarut dalam kesedihannya karena ditinggal oleh Vanessa.


"Oke. Mama bersyukur kalau itu bukan Vanessa. Kapan-kapan ajak pacar kamu itu ke rumah. Mama mau kenalan." kata Christy.


"Nggak usah buru-buru, Ma. Santai aja." ucap Jonathan


Jujur saja, Christy mendesak Jonathan membawa kekasihnya ke rumah, hanya karena tidak mau Jonathan terlalu lama berlarut kesedihannya karena ditinggal oleh Vanessa. Ia ingin hatinya tenang melihat anak sulungnya bahagia bersama wanita yang dicintainya.


"Oke deh. Mama nggak buru-buru. Asal bukan Vanessa loh ya." kata Christy


"Iya, Ma, bukan Vanessa kok, bukan."


"Yaudah kalau begitu."


"Mama mendingan gerecokin Joshua aja deh punya pacar apa nggak. Jangan grecokin Jo mulu. Jo kan repot juga sama kerjaan, Ma." ujar Jonathan sedikit risih diganggu Christy dengan masalah percintaannya.


"Iya, nggak, Jo, enggak....."


Jonathan naik ke atas tangga dan memasuki kamarnya. Ia tidak ingin mendengarkan apa yang Chirsty katakan lagi tentang perjodohan atau apapun itu. Karena ia sudah menemukan Erica yang siap menjadi pacar bohongannya kapanpun dan dimanapun ia butuhkan!


Sementara itu... Erica dengan hati yang berdegup menerima tawaran menjadi kekasih bohongannya Jonathan. Gila sih! Jonathan loh! Jonathan! Jonathan Johnson pemilik J&J grup yang mempelopori bidang properti yang bersaing di tingkat internasional!


Orang gila mana yang menolak tawaran dan kesempatan emas kayak gini? Ya nggak ada lah! Erica mau menolak juga mikir sepuluh kali. Masalahnya ini bukan asisten atau ajudannya yang minta permintaan itu. Tapi Jonathan sendiri. Auto naik level sih kalo emang beneran jadi nikah sama Jonathan.

__ADS_1


Eh ya tapi nggak juga dong. Kan cuma pura-pura. Bisa kecipratan kekayaannya sedikit aja udah anugerah terindah buat Erica.


Erica langsung meraih ponselnya dan mencari nama Arista disana.


"Halo, Ris. Lagi ngapain? Sibuk nggak?" tanya Erica begitu sampai di rumah. Ia melepas sepatunya dengan asal dan melempar tasnya di atas sofa.


"Lagi packing gue. Kenapa?" tanya Arista yang tidak terlalu fokus dengan Erica.


"Oh yaudah entar aja deh gue ceritanya. Tunggu lo kelar aja."


"Oke nanti gue telpon ya, Er. Byee...."


"Bye, Ris."


Hm. Pengen banget berbagi cerita. Tapi ya bisanga cuma sama Arista. Siapa lagi? Nggak mungkin kan dia berbagi cerita sama Jonathan? Inget loh. Jonathan itu atasan! Boss! Kalau nggak perlu-perlu amat nggak usah ngehubungin! Apalagi cuma sekadar nanya lagi ngapain. Pamali! Pamali!


Tring!!


Erica kaget dengan suara notifikasi yang masuk ke dalam ponselnya. Ia segera melihat siapa yang mengiriminya pesan.


Hah? Hah?? Haaahhh???? Ada kesambet apaan ya bossnya ini ngirim chat nanyain lagi ngapain? Apa kayak gini juga termasuk dalam kontrak pura-pura pacaran? Eh kayaknya enggak deh. Eh tapi kan katanya kalo ada sesuatu yang mau dia omongin, dia bakalan chat. Ini kali ya yang dimaksud?


Erica: baru bebersih aja, Pak.


Hem. Nggak keliatan ganjen kan bales kayak gitu. Nggak berlebihan lah ya. Yah yasudahlah. Abis mau bales apaan lagi? Ya emang begitu adanya.


tring!! Eh ada balasan lagi dong! Erica segera membuka pesan yang dikirimkan oleh Jonathan.


Jonathan: besok cari baju buat dinner, ya.


Waduh, belanja baju? Nggak salah?


Erica: nggak usah ngerepotin, Pak. Saya ada baju kok.


Eh iya kan? Bener kan? Kalau baju buat dinner aja punya kok.

__ADS_1


Jonathan: beli yang baru


Duh. Iya, ya. Selera horang kayah kan beda ya. Beda sama Erica yang rakjel ini. Pastinya lah bajunya harus yang terlihat mewah dan elegan. Erica segera membalas lagi chat dari Jonathan.


Erica: Iya, Pak. Siap.


Siap? Ya ampun. Kayak mau upacara aja siap-siap. eh ya ampun Erica!! Kenapa sih. Kok jadi kayak salting gini di chat sama Jonathan. Apa baru kali ini di chat sama orang ganteng yang memiliki segalanya? Kok rasanya beda ya waktu pdkt sama Geo. Kayaknya dulu dideketin sama Geo, Erica nggak seudik ini deh.


Jonathan: siap kemana?


Erica membalas lagi chat dari Jonathan sambil tersenyum.


Erica: siap menjalani apa yang Bapak perintahkan.


Disisi lain, Jonathan juga senyum-senyum membalas chat dari Erica. Dia merasa sangat senang kali ini menjadikan sekretarisnya sebagai pacar bohongan.


Joshua yang sejak tadi memperhatikan kakaknya yang tersenyum sendiri, mengejutkannya dengan menepuk bahunya.


"Haaayoo. Lagi chatting sama siapa senyum-senyum sendiri?"


"Ngagetin aja sih, Josh!" kata Jonathan.


"Lagian lo ngapain senyum-senyum sendiri? Nah ghe tahu nih, lo senyum-senyum gini waktu lo lagi pdkt sama Vanessa. Kalo sekarang lo senyum-senyum lagi, berartio lagi pdkt sama seseorang. Ya kan? Hayo ngaku siapa orangnya?" Joshua mencoba mengganggu kakaknya perihal masalah percintaannya.


"Nggak usah ganggu deh. Lo urusin aja sana urusan lo sama Zaneta!" kata Jonathan mengisyaratkan Joshua agar pergi dari pandangannya.


"Jahat banget sih ngusir-ngusir. Gue lagi nggak baik-baik aja nih sama Zaneta. Lo nggak usah nyuruh gue ngurusin Zaneta deh." ujar Joshua dengan kesal.


"Emangnya kenapa? Bukannya lo sama Zaneta itu the most wanted couple in the year ya? Secara Zaneta cantik, tinggi semampai dan lo juga ganteng mirip artis-artis Korea deh tuh!"


"Apaan sih nggak usah berlebihan ah." ujar Joshua sedih.


"Ya terus, kenapa lo berantemnya?"


"Zaneta selingkuh, Jo. Parahnya sama laki-laki yang gue tendang langsung jatoh lagi. Aduh. Gila Zaneta. Gue nggak nyangka. Bisa begitu ya. Bagus deh ketahuan sama gue." cerita Joshua.

__ADS_1


Jonathan jadi merasa kasihan pada adiknya itu. Ia berpikir dalam hatinya bahwa kasihan sekali nasib adiknya yang disingkuhi itu. Sama seperti Erica.


__ADS_2