Rahasia Erica

Rahasia Erica
Ibu tiba di Jakarta


__ADS_3

Mereka sudah sampai di Jakarta. Erica menuntun ibunya turun dari mobil.


Erica tidak lupa berterima kasih pada Jonathan.


"Makasih ya, Jo.. Besok kita ketemu lagi ya... Aku mau nenangin ibu dulu..." kata Erica.


"Iya. Take your time ya, Er..." jawab Jonathan lalu mengecup dahinya.


Erica mengangguk dan mengajak ibu ke dalam apartrmennya..


Saat masuk ke dalam apartemen, ibu sangat terkejut melihat apartemen milik Erica. Besar dan luas. Juga memiliki tiga kamar tidur dan dua kamar mandi.


"Besar sekali tempat ini, Erica.. Kamu punya uang buat beli apartemen semewah ini?" tanya Ibu tidak percaya bahwa putrinya telah hidup nyaman di Jakarta.


"Erica bekerja keras, Bu.. Erica berusaha memiliki apa yang Erica belum pernah miliki... Ibu jangan khawatir ya. Nggak apa-apa tinggal disini kok...Erica senang.." kata Erica.


"Tapi gimana kalau ibu mau belanja sayur? Disini nggak ada pasar..."


"Ibu tenang aja kalau soal itu. Nanti Erica aja yang belanja ya..."


Ibu mengangguk mengerti.


"Sekarang ibu istirahat dulu. Di kamar yang ini ya.." Erica menunjuk satu kamar yang sederhana. Bukan kamar utama. Karena kamar utama sudah ditempati Erica. Meski bukan kamar utama, Ibu sangat bersyukur karena kamar itu jauh lebih baik daripada rumahnya di Sukabumi.


"Lalu, bagaimana rumah yang di Sukabumi, Nak?"


"Sertifikatnya Ibu bawa kan?" tanya Erica. Ibu mengangguk.


"Aman, Bu. Abang nggak akan bisa menjual rumah itu tanpa sertifikat..."


"Syukurlah."


"Urusan Abang,biar Erica tangani ya, Bu... Ibu istirahat dulu ya..." kata Erica membukakan pintu untuk Ibu dan membantu Ibu menata bajunya.


"Baju Ibu sedikit, Nak.."


"Nggak apa-apa, Bu, besok kita beli baju ya...Ibu bisa pilih baju apapun yang Ibu mau." kata Erica

__ADS_1


"Apa uangmu cukup, Nak? Ibu beli baju di pasar saja."


"Bu, jangan mikirin soal uang ya, Bu. Erica kerja cari uang buat beliin ibu barang yang bagus. Jangan beli di pasar. Ya, Bu?" pinta Erica . Melihat ketulusan dari mata Erica, Ibu akhirnya pasrah dan mengangguk.


"Baiklah, Nak.."


"Sekarang Ibu istirahat ya, Bu..."


Erica membiarkan ibu beristirahat dan membersihkan diri terlebih dahulu. Erica bernapas dengan lega dan ikut mengambil waktu menenangkan diri. Ia menelepon Jonathan dan mengatakan semua baik-baik saja.


...****************...


"Ibu...Erica berangkat dulu ya, Buu..."


"Erica, Erica..."


"Ya, Bu?"


"Ibu masak nanti gimana?"


"Terus ibu ngapain?"


"Ibu tidur sama nonton tv aja." ujar Erica sambil tersenyum.


"Yaudah, hati-hati di jalan ya, Nak.."


"Dah,Ibu, Erica berangkat yaaa...."


Ibu tersenyum melihat Erica yang begitu ceria dan mendapatkan kesuksesan versi dirinya sendiri. Ibu sangat bangga dan bahagia melihat Erica.


Erica buru-buru menghampiri mobil Jonathan. Karena setiap pagi, Jonathan kini selalu menjemputnya..


"Morning, Sayang..." sapa Jonathan dengan tersenyum


"Morning juga, Sayang..."


Erica meletakkan tasnya dan merapikan rambutnya. Melihat mobil yang belum dijalankan, Erica sedikit bingung.

__ADS_1


"Aku udah siap, Jo..."


"Morning kiss nya belom. Berarti belom siap." kata Jonathan. Dengan wajah yang bersemu, Erica mencium Jonathan tepat dibibirnya. Ia membuka mulutnya dan meraih mulut Jonathan yang lembut. Selagi mereka berciuman, Pak Herman menjalankan mobilnya.


Ciuman Jonathan sangat intens. Membuat pagi ini terasa bergairah. Jonathan menikmati pagi ini dengan semangat yang tinggi. Jonathan menyusuri leher Erica hingga Erica menggelinjang kegelian.


"Sayang, Sayang...Aku geli...." kata Erica.


Jonathan menyudahi ciumannya dengan perlahan.


"Kalau aku lanjutkan, rasanya aku bisa gila..." kata Jonathan. Erica tersenyum mendengarnya.


"Jangan pagi ini, nanti aku malah jadi nggak kerja.."


"Apa kita nggak usah kerja aja hari ini?"


"Eh jangan dong!" jawab Erica cepat.


"Kita datang nanti siang ajaaa...Nggak usah pagi-pagi...." rengek Jonathan.


Wajah Erica memerah.


"Pak, ke hotel dulu ya!"


"Jonathan!" pekik Erica. Ia ingin tersenyum tapi juga merasa malu


"Sebentar aja, sebentar." Pak Herman menuruti keinginan Tuannya. Ia membelokkan mobil ke arah hotel bintang lima yang biasa dipesan oleh Tuannya.


Sesampainya di hotel, Jonathan langsung mendaratkan ciumannya ke bibir Erica. Eric melenguh dengan cepat. Suara nafasnya terdengar sangat indah di telinga Jonathan. Jonathan sudah tidak sabar dan akhirnya menyentuh payudara Erica.


"Aku ingin menyentuh ini, Erica..." pinta Jonathan. Sudah ditengah birahinya, Erica mengiyakan permintaan Jonathan.


Jonathan membuka satu persatu kancing kemeja Erica. Nampaklah gundukan yang menonjol disana. Begitu mulus. Jonathan tidak pernah tahu bahwa Erica memiliki tubuh yang sangat indah.


Dibukanya penutup gundukan itu dan setelah meilhat inti dari gundukan itu, Jonathan langsung menyesapnya bagai bayi yang kehausan. Erica mengerang dengan indah dan membuat Jonathan semakin bersemangat ke tahap selanjutnya.


Selesai melakukan rutinitas pagi yang panas, Jonathan dan Erica kembali ke kantor. Mereka kembali menjadi bos dan sekretaris dan menyelesaikan pekerjaan mereka dihari itu.

__ADS_1


__ADS_2