
Vanessa melempar semua peralatan skincarenya di meja rias. Ia merasa harga dirinya terluka oleh Christy. Ia tidak bisa menerima semua perkataan Christy begitu saja. Hatinya pun terluka. Apa? Pertunangan dengan Erica? Tidak pernah terbersit sedikitpun di benak Vanessa bahwa Jonathan akan bertunangan dengan gadis yang lebih rendah kastanya daripada dirinya!
Dan Jonathan tidak sekalipun membela dirinya atas hinaan Ibunya! Brengsek! Vanessa berjanji akan membalas semua hinaan Christy hari ini dihari bahagia Jonathan. Hingga pada akhirnya bukan senyum bahagia yang akan mereka ulas diwajahnya nanti. Melainkan senyum kegetiran karena hari bahagianya telah hancur. Vanessa mulai mencari cara bagaimana bisa menghancurkan Jonathan.
Pada saat itu, Vanessa hanya kepikiran bagaimana bisa mendekati Erica sebagai jalan pintas menghancurkan Jonathan. Vanessa menyunggingkan senyumnya karena sudah menemukan cara menghancurkan hati Jonathan secara perlahan.
...****************...
Keesokkan harinya di kantor, Jonathan akan mengumumkan secara resmi pada karyawannya mengenai Erica. Walaupun Erica tidak siap, Jonathan tetap akan mengumumkannya.
Kepala di setiap divisi sudah berkumpul di ruang meeting. Yang mereka tahu, Jonathan akan membahas proyek yang sedang berjalan di Kalimantan. Meeting dimulai dengan anggaran biaya untuk proyek di Kalimantan dan orang yang dikirim disana. Kepada divisi keuangan akan sangat repot belakangan ini mengenai anggaran biaya proyek yang ada di Kalimantan. Setelah pembangunan selesai, divisi marketing akan sibuk memasarkan unit apartemen di Kalimantan.
"Saya harap kerjasamanya dari kalian. Dan saya meminta laporan setiap dua minggu sekali tentang anggaran biaya yang di Kalimantan. Mariska, siap ya sama laporannya tiap dua minggu sekali?" tanya Jonathan pada kepala divisi keuangan.
"Siap, Pak."
"Dan akhir minggu ini saya akan melangsungkan acara pertunangan saya. Saya harap kalian semua bisa hadir dalam acara." kata Jonathan.
"Wah akhirnya Bapak bisa nemuin pujaan hatinya."
"Iya nih, Pak. Jadi penasaran siapa calonnya." kata yang lain.
"Loh nggak jauh-jauh dari kalian. Kalian juga kenal kok."
"Serius,Pak? Siapa?"
"Erica ini." kata Jonathan menunjuk Erica. Erica merapikan rambutnya sambil tersenyum malu. Benar-benar Jonathan!!
Terdengar kasak kusuk ketika mereka tahu kekasih Jonathan. Ada perasaan nggak rela jika Erica bersanding dengan Jonathan.
__ADS_1
"Mulai sekarang, Erica bukan sekretaris saya lagi. Karena saya sudah ada sekretaris baru. Mulai sekarang Erica adalah asisten saya. Kalau ada apa-apa, kalian bisa melalui Erica dulu ya."
Suasana kembali terdiam. Tidak seantusias tadi. Jonathan tidak menghiraukannya karena ia memang tidak peduli. Jonathan keluar lebih dulu dari ruang meeting. Menyisakan Erica yang masih membereskan kertas disana. Selagi membereskan kertas, Erica dihampiri oleh salah satu rekan kerjanya.
"Gue ngga nyangka lo bisa pacaran sama si Bos. Gue pikir kalian deket cuma kerjaan doang."
Erica hanya tersenyum menanggapinya.
"Pantesan aja jabatan lo cepet naik. Kalau pake jalan pintas emang cepet sih naik gaji. Apalagi modelan kayak lo. Pake cara apa nih biar bisa pepet si bos?" ternyata ucapan rekan kerjanya bukan ucapan yang tulus. Melainkan sindirian pedas yang membuat hati Erica menjadi terusik.
"Kalo jabatan lo mau cepet naik, harusnya jangan kebanyakan ngaca sama make up. Benerin dulu kerjaan lo. Jangan bisanya ngomong tapi kerjanya nol!" sahut Erica. Rekan kerjanya hanya bisa memonyongkan bibirnya dan kesal dengan apa yang di katakan oleh Erica.
Setelah Jonathan mengumumkan Erica sebagai kekasihnya, banyak rekan kerja lain yang memandangnya dengan sinis. Banyak yang mengira bahwa Erica telah menggunakan cara kotor agar bisa menjadi kekasih Jonathan. Terutama rekan kerja wanita. Yang sangat iri bersanding dengan Jonathan. .
"Gila ya, dari sekretaris bisa tunangan sama bos! Mau tau gue pake cara licik apaan dia sampe bisa mau dinikahin sama bos!" ujar salah satu rekannya yang suka make up dan dikenal dengan nama Lilie.
"Gue dari awal nge-crushin Bos! Malah cewek gitu yang didapet. Sialan banget kan!"
"Hati-hati lo, Lie, sekarang kalo ngomong. Dia itu otewe jadi istrinya Bos. Salah ngomong bisa dipecat lo nanti." ujar rekan yang lain mengingatkan. Lilie hanya diam dan tidak bicara lagi mengenai Jonathan. Walau hatinya kesal, ia masih tetap mengerjakan pekerjaannya sebagai tanggung jawabnya.
...****************...
Di parkiran, Pak Herman sedang tiduran di jok mobilnya. Ia mendengarkan radio sambil memejamkan matanya. Disaat ia sedang mendengar lantunan musik di radio, pintu kaca mobil diketuk oleh seseorang.
Pak Herman sontak membuka matanya dan melihat siapa yang mengetuk kaca mobilnya.
"Mba Vanessa?"
Vanessa tersenyum dan melambaikan tangannya. Ia meminta Pak Herman menurunkan kaca mobilnya.
__ADS_1
"Mba?"
"Halo Pak Herman! Apa kabar? Baik?" tanya Vanessa dengan senyum yang sulit diartikan.
"Baik, Mba. Ada apa, Mba?"
"Oh, jadi mentang-mentang saya udah nggak pacaran sama Jonathan manggilnya sekarang Mba nih ya, bukan Non-non lagi." kata Vanessa sedikit tersinggung.
"Bukan gitu maksudnya, Mba."
"Udah, nggak apa-apa. Oh ya. Saya besok diundang ke acara pertunangannya Jonathan dan Erica. Saya mau hadiahin Erica gitu, Pak. Bapak bisa nggak ya bantuin saya ketemu sama Erica? Soalnya saya mau beliin sepatu. Saya nggak tau kan ukuran sepatunya Erica." kata Vanessa mencoba memancing dengan obrolannya ini.
"Nanti saya tanya Tuan dulu "
"Masa sih Pak, niat baik saya disalah artikan ." ucap Vanessa sedikit sedih.
"Bukan gitu Mba, saya tetep harus laporan sama Tuan"
"Oke deh, oke. Laporan aja dulu!" kata Vanessa kesal. Sulit sekali mendekati Erica harus melalui Jonathan dulu! Vanessa kesal dan menghentakkan kakinya di tanah.
...****************...
Hai guysssss aku hadir lagiiiii , Guysss minal aidin wal faidzin yaaaa
Mohon maaf lahir dan bathin
Maafin aku yang suka telat update yaaaaa
Miss you guyssss🥰
__ADS_1