Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 9


__ADS_3

Hari hari pun berlalu dan Rania mulai menikmati pekerjaan sebagai sekertaris Sang CEO, walaupun pekerjaannya terlihat sepele tapi ia menjalankan nya dengan penuh tanggung jawab bahkan ia sekarang sudah di berikan beberapa pekerjaan oleh Sang Asisten seperti mengetik hasil rapat yang telah di tulis secara mendetail saat mereka melakukan pertemuan pertemuan. Ia juga yang di tugas kan untuk merevisi dokumen dokumen yang telah di tinjau apa bila ada kesalahan.


"Ternyata tidak terlalu buruk juga menjadi sekertarisnya" fikir Rania sekarang


Pada suatu pagi, saat Sang CEO telah tiba ia pun bertanya "Pagi ini anda akan sarapan apa Tuan?"


"Hmmm.... buat kan aku salad dengan telur setengah matang" balas nya setelah sesaat berfikir


"Tapi kita tidak ada stock sayuran atau pun buah segar di pantry Tuan?! " jawab Rania sangsi dengan permintaan Sang boss


"Itu adalah masalah mu!" sahut Vero dingin "Pekerjaan mu adalah membuatkan ku sarapan untuk masalah bahan itu adalah urusan mu!" lanjutnya lagi dengan dingin sambil berlalu masuk ke ruangannya.


"Beli lah beberapa sayuran dan buah segar serta kebutuhan lainnya di supermarket bawah. Gunakan lah kartu perusahaan ini" sahut Jeff sambil memberikan sebuah kartu kepadanya.


Setelah menerima kartu dari Sang asisten, maka Rania pun bergegas pergi ke bawah gedung di mana supermarket berada. Meskipun masih pagi tapi supermarket di gedung mall STAR Grup telah beroperasi karena supermarket ini lebih seperti fresh market yang menyediakan semua bahan bahan segar yang didapatkan langsung dari para petani. Selain itu di supermarket ini juga menyediakan berbagai jenis ikan dan seafood segar yang langsung dikirim oleh nelayan yang pulang melaut.Jadi karena itu supermarket di mall ini telah beroperasi sejak pagi hari seperti pasar tradisional pada umumnya hanya saja di sini lebih rapih dan bersih. Sehingga banyak pengunjung dari wilayah sekitar mall yang merasa beruntung bisa berbelanja bahan bahan segar di supermarket terdekat dengan kualitas baik tanpa harus jauh jauh ke pasar tradisional lagi.


"Haaah... aku tarik kembali kata kata ku yang mengatakan Dia menjadi lebih baik" Rania menghela nafas sambil memilih sayuran yang akan di jadikan salad "Buktinya sekarang Ia menyuruh ku berbelanja pagi pagi dengan alasan membuat sarapan. Padahal kan Ia bisa membeli salad yang sudah jadi dalam perjalanan menuju kantor. Jika bukan untuk menghukum ku apa namanya ini?!" gumam Rania sambil terus membeli bahan bahan kebutuhan untuk pantry di atas. Setelah selesai berbelanja dan membayarnya, Rania langsung bergegas ke atas kembali untuk membuat sarapan Sang Boss.


"Aku harus cepat membuat salad dan telur serta teh nya sebelum macan tampan itu mengamuk" gumam Rania geli sambil membayangkan macan dengan wajah Bossnya itu, sementara tangannya dengan cekatan terus meracik bahan bahan untuk membuat salad.


Setelah selesai Ia bergegas mengantar sarapan tersebut ke ruangan Sang CEO.


"Permisi Tuan, ini sarapan yang Anda inginkan" ujar Rania sambil meletakkan nampan di atas meja


"Kenapa lama sekali! kamu ingin membuat saya kelaparan ya!" seru Vero


"Maaf Tuan, tapi tadi kan saya harus membeli bahan bahan nya dulu di supermarket bawah" jelas Rania


"Sudah jangan memberi alasan" balasnya sambil menyedokkan salad itu kemulutnya. "Ya sudah kalian boleh keluar" perintah Vero


"Baik Tuan, saya permisi" balasnya

__ADS_1


"Baik Tuan" sahut Jeff


Mereka berdua pun undur diri dan meninggalkan Sang Boss untuk menikmati sarapannya.


"Asisten Jeff ini kartu yang Anda berikan tadi beserta struk belanjanya" Rania berkata sambil menyerahkan kartu tersebut


"Kau pegang saja dan simpan kartu tersebut. Karena itu kartu perusahaan jadi kamu bisa menggunakannya untuk membeli kebutuhan pantry ataupun keperluan kantor lainnya. Dan setiap bulan kau harus membuat laporan pengeluaran kartu tersebut dengan bukti bukti yang akurat. Apa Kau mengerti?" jelas Jeff panjang lebar


"Baik Asisten Jeff, saya mengerti" sahutnya sambil menyimpan kartu tersebut dengan baik.


...****************...


Saat menjelang makan siang


Seorang wanita cantik dengan wajah yang dipoles make up tipis, rambut hitam panjang yang tergerai hingga melewati bahu, kulit putih mulus dengan kaki jenjang serta bentuk tubuh yang berlekuk sempurna.


Ia bergegas akan masuk ke ruangan CEO namun Rania dengan segera menahannya.


"Maaf Nona tapi anda tidak bisa langsung masuk ke ruangan CEO karena saya akan konfirmasi terlebih dulu kepada Tuan Vero" Ia berusaha menjelaskan dengan baik


"Maaf Nona tapi itu sudah menjadi peraturan di kantor ini" jelasnya lagi


"Hei sejak kapan ada peraturan seperti itu?! Minggir kau menghalangi saja!" sambil mendorong Rania ke samping hingga terjatuh dan langsung masuk ke dalam ruangan CEO.


"Veroooo.....!" serunya sambil berjalan mendekat ke meja Sang Boss


"Olive?!" Vero terkejut dengan kedatangannya yang tiba tiba langsung menghambur ke dalam kantornya.


"Maaf Tuan, saya tidak bisa menahan Nona ini walaupun sudah saya jelaskan peraturannya" Rania menjelaskan sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.


"Sudah lah tidak apa apa Rani, kau boleh keluar" balas Vero lembut

__ADS_1


"Saya permisi Tuan. Maafkan saya Nona" berkata sambil menundukkan kepala kepada Olivia


"Baiklah. Jangan lupa buatkan minuman" balasnya sambil memandang remeh kepada Rania.


"Ada urusan apa kau kemari?!" tanya Vero sambil duduk di sofa menemani Olivia yang telah lebih dulu duduk di sana


"Kenapa kau tidak menjemputku di Bandara?" tanyanya balik


"Bukankah sudah aku kirim supir untuk menjemputmu?" jelas Vero


"Tapi aku berharap kau yang menjemputku. Apa kau tidak merindukanku?" tanyanya manja


"Maafkan aku tapi aku benar benar sibuk dan bukankah sama saja siapa pun yang menjemputmu" balas Vero lagi


"Jelas berbeda, jika kau yang langsung menjemputku itu berarti kau benar benar peduli kepada ku bukan hanya sebatas kewajiban saja" gumam Olivia dalam hati.


"Jadi ada perlu apa kau kemari?" tanya Vero lagi karena belum mendapat jawaban pasti


"Aku ada janji foto shoot di Mall ini" jelas Olivia yang merupakan Brand Ambassador Mall STAR Grup "tapi sebelumnya aku ingin di temani kau berbelanja di sini" lanjutnya


"Permisi Tuan, Nona ini tehnya" Rania menyela sambil meletakkan nampan teh beserta camilannya di meja.


"Maaf Olive tapi aku sibuk dan ada janji makan siang sebentar lagi. Bagaimana jika Rani saja yang menemani mu berbelanja?" tanya Vero memberi solusi saat melihat Rania masuk tadi.


"Apaaaaa.....?!" sahut Olivia dan Rania secara bersamaan dan kemudian keduanya saling menatap dengan aura yang tidak begitu menyenangkan.


...Happy Monday All.... Semangat beraktivitas lagi guys... 😉...


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🤩

__ADS_1


Mohon beri dukungan Vote dan Likenya ya semua...😊 Terima Kasih 🙏


Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰


__ADS_2