Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 38


__ADS_3

"Ada apa? Katakan lah" ucap Vero di saat sedang meninjau berkas yang banyak berserakan di atas mejanya.


"Maksud Tuan apa?" tanya Jeff yang bingung dengan pertanyaan Tuannya itu.


"Aku dari tadi merasakan tatapan penasaran mu itu" ucap Vero bersandar di kursinya sambil memainkan pulpennya.


"Apakah Tuan memiliki mata tambahan di belakang kepalanya?" gumam Jeff dalam hati sambil bergidik ngeri. "Hmmm... begini Tuan... " Jeff ragu ragu ingin berkata.


Vero hanya memberikan tanda dengan tangannya saja untuk Jeff melanjutkan isi fikirannya.


"Apakah Tuan hanya ingin bermain main dengan Rani?" tanya Jeff akhirnya bisa mengutarakan fikirannya secara lantang walaupun ia sedikit takut jika Tuannya akan marah.


"Apa maksud mu? Apa kah kau menyukainya hingga memberikan perhatian sebesar ini kepada Rani?" tanya Vero kesal atas pertanyaan dari asistennya tersebut.


"Bu... Bukan seperti itu maksudnya Tuan" ucap Jeff tergagap dengan pemikiran CEOnya yang aneh itu.


"Lalu?!" Vero bertanya lagi sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Maaf jika saya lancang Tuan, tapi bukan kah selama ini Tuan mencari pengantin kecil anda yang telah melukis gambar itu?" Jeff menjelaskan sambil menunjuk ponsel Vero.


"Maksud mu gadis kecil yang memberiku gambar ini?" Vero berkata sambil menunjukkan wallpaper ponselnya. Sedangkan sang asisten hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. "Mau ku beri tahu satu rahasia?" tanya Vero kepada Jeff sambil memberikan kode agar Jeff mendekat, lalu Vero mengeluarkan dompet dari sakunya dan menunjukkan sebuah foto.


"Bagaimana mungkin!" seru Jeff sambil membelalakkan matanya seolah tak percaya. Vero hanya tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi Jeff tersebut dan mulai menceritakan hal yang di ketahuinya kepada sahabat karibnya sekaligus asistennya tersebut.


"Pantas saja aku tidak bisa menemukannya selama ini" batin Jeff, yang telah melakukan pencarian tersebut selama bertahun tahun.


"Kau tahu Jeff, itu artinya ada sebuah benang merah yang mengikat takdir kami berdua" ucap Vero mencoba berfilosofi.


"Apakah Rani sudah tahu yang sebenarnya Tuan?" tanya Jeff penasaran.


"Jangan sampai ia tahu, karena ini belum saatnya" jawab Vero tersenyum smirk.


"Mengapa Tuan?" tanya Jeff yang semakin tidak mengerti alasan sahabatnya ini harus menyembunyikan jati dirinya dari orang yang selama ini selalu di carinya dengan berbagai cara.


"Sudah lah kau tak perlu memusingkannya, biar lah itu menjadi urusan ku. Tapi ingat jangan sampai rahasia ini bocor karena nyawa mu taruhannya" ancam Vero sambil menunjukkan gerakan tangan yang menebas leher sehingga Jeff pun bergidik ngeri. "Bersikaplah seperti biasanya bila di hadapan Rani" ucap Vero lagi.


"Siap Tuan!" jawab Jeff sambil tangannya menunjukkan tanda hormat kepada Vero.


Akhirnya mereka pun mulai kembali membahas masalah pekerjaan sebelum waktu kerja habis.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Deras hujan yang turun


Mengingatkanku pada dirimu


Aku masih di sini untuk setia


Selang waktu berganti


Aku tak tahu engkau di mana

__ADS_1


Tapi aku mencoba untuk setia


Sesaat malam datang


Menjemput kesendirianku


Dan bila pagi datang


Kutahu kau tak di sampingku


Aku masih di sini untuk setia


Selang waktu berganti


Aku tak tahu engkau di mana


Tapi aku mencoba untuk setia


Sesaat malam datang


Menjemput kesendirianku


Dan bila pagi datang


Kutahu kau tak di sampingku


Aku masih di sini untuk setia


Aku masih di sini untuk setia


Aku masih di sini untuk setia


Rania sedang menyelesaikan tugasnya menyetrika sambil mendengar sebuah lagu favoritnya (walaupun ini bukan malam hari atau pun dalam cuaca hujan deras), ia ikut bernyanyi terhayut bersama alunan lagu tersebut.


Tring...


Sebuah pesan di terimanya dari aplikasi hijau.


📱'Kau bersiap lah satu jam lagi aku jemput' isi pesan tersebut yang di kirim dari 'CEO Macan'


📱'Baik Tuan' balasnya, karena ia tidak punya pilihan untuk menolak ajakan tersebut.


Akhirnya setelah tugas mingguannya selesai, ia pun bergegas untuk bersiap agar Bossnya itu tidak perlu menunggu lama dan marah marah kepadanya lagi.


Satu jam kemudian mereka pun sudah berada di dalam mobil yang membelah padatnya jalan ibu kota. Mobil mereka terus bergerak menuju sebuah Mall yang terletak agak di pinggiran kota.


"Aku mengajak mu ke sini agar kau merasa nyaman jalan berdua dengan ku, tidak perlu risih dengan tatapan orang orang yang mengenal kita" jelas Vero ketika melihat wajah bingung Rania.


Rania hanya menganggukkan kepalanya, 'Bagaimana ia bisa mengetahui apa yang sedang ku fikirkan?' batinnya.


Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan menuju lobi pusat perbelanjaan tersebut. Walaupun tidak mewah dan sebesar Mall STAR Grup, tapi Mall ini cukup nyaman dan bersih sehingga pengunjung di akhir pekan ini pun ramai yang sedang mencari hiburan.

__ADS_1


"Ada film yang ingin kau tonton?" tanya Vero kepada Rania yang berjalan di sisinya.


"Memang kita ke sini untuk menonton Tuan?" tanyanya balik.


"Iya, atau kau ingin melakukan hal lain? Berbelanja misalnya?" jelas Vero.


"Tidak perlu, kita menonton saja Tuan" jawab Rania, 'Bisa bisa nanti aku harus membeli lemari tambahan lagi' batinnya lagi.


Akhirnya mereka pun menonton film dengan genre komedi untuk menghibur mereka yang penat dengan setumpuk pekerjaan selama seminggu ini. Ketika akan keluar dari dalam theater, tanpa sengaja Rania hampir terjatuh karena tersenggol oleh lalu lalang penonton yang ramai ingin keluar. Dengan sigap Vero pun memegang pinggang Rania hingga ia tidak terjatuh di tangga tetapi jatuh di pelukan Bossnya. Vero pun tetap merangkul pinggangnya hingga mereka keluar dari Mall dan berjalan menuju arah taman yang berdekatan dengan Mall tersebut. Selama itu pula hati Rania berdesir menerima perlakuan lembut dari Vero dan jantungnya tak berhenti berdetak dengan kencang.


"Kau ingin makan apa?" tanya Vero ketika mereka sudah duduk di sebuah kursi taman, ia pun menunjukkan ke arah food court yang menjajakan berbagai jenis makanan.


"Terserah Tuan saja" jawab Rania yang masih sedikit malu.


"Baik lah jika begitu mau mu" ucap Vero yang mempunyai sebuah ide setelah melihat sekeliling taman. "Kau tunggulah di sini, aku akan segera kembali" lanjutnya sambil berlalu.


Tak berselang lama ponsel Rania pun berdering, ternyata itu adalah panggilan dari 'CEO Macan'nya.


📞 'Halo Tuan, ada apa?' tanyanya saat panggilan tersebut telah tersambung.


📞 'Kemarilah, semuanya sudah siap' jawab Vero.


📞 'Ke mana maksud Tuan?' tanyanya lagi sambil melihat berkeliling.


Akhirnya ia pun melihat Vero melambaikan tangannya dari kejauhan, ketika ia akan menjawab lagi ternyata panggilan tersebut telah di putus secara sepihak.


Kemudian Rania pun berjalan mendekati Vero yang telah duduk di sebuah alas tikar di bawah pohon yang rindang. Di hadapannya telah tersedia berbagai macam menu yang cukup menggugah selera.


"Ayo kemari, bukan kah menyenangkan makan sambil berpiknik seperti ini?" ucap Vero sambil mengajak Rania duduk di sebelahnya.


"Iya Tuan" jawabnya sambil melepaskan sandal dan duduk di alas tikar tersebut. 'Ternyata ia cukup romantis juga' batinnya sambil tersenyum.


Mereka pun makan siang menjelang sore di temani angin sepoi sepoi dengan suasana yang asri.


Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedang menatap penuh amarah dari kejauhan.


"Aku akan menghampiri mereka dan membuat perhitungan!" seru Olivia yang terbakar cemburu melihat kedekatan mereka berdua.


"Sabar lah Ollie, Kau jangan gegabah. Lihat lah ini tempat umum dan cukup ramai, apa kau ingin mempertaruhkan karir mu jika kau menghampiri mereka. Ingat lah karir yang telah kau capai dengan segala usaha dan jerih payah mu" ucap Figo berusaha menenangkan Olivia.


Ya mereka adalah Olivia dan Figo yang tanpa sengaja melihat Vero dan Rania saat mereka melintas setelah selesai pemotretan. Olivia yang amarahnya sudah di ubun ubun pun berusaha tenang mendengar penjelasan Figo tadi.


"Aaarrrggghhh.... sial!" serunya sambil menendang kursi di depannya hingga membuat sang sopir pun terkejut.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Happy Weekend..... 😉 Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya... ♡Thanks!...


Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰


__ADS_2