Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 74


__ADS_3

"Apa sekarang kau mengerti alasan ku! Aku tidak mau melihat wajah mu karena itu mengingatkan ku akan kehilangan Papi ku! Dan hati ku sakit bila mengingat semua itu!" seru Vero dengan penuh amarah.


Rania yang terkejut mendengar perkataan Vero yang penuh dengan kebencian pun berbalik pergi. Ia keluar sambil berlari dan menangis, ia tak menghiraukan panggilan dari seniornya. Ia pun terus menangis hingga di dalam lift.


"Ada apa dengan Rani? Kenapa ia terlihat seperti menangis? Ia bahkan tak mendengar saat aku memanggilnya" gumam Anita. "Sudah lah biar aku simpan kembali barang barang pribadi miliknya, suatu saat ia pasti membutuhkannya" ucapnya sambil mengambil kotak yang di tinggalkan Rania di atas meja ruang tunggu.


Rania yang masih bersedih dan merasa sakit hati pun menghentikan langkah kaki dan duduk di bangku taman dekat Tower STAR Grup. Ia pun masih menangisi nasibnya yang seolah di permainkan oleh takdir.


"Kenapa harus orang tua dari kakak yang menjadi korban ayah? Bagaimana aku bisa melihat Ale seperti biasanya? Ia kehilangan kasih sayang orang tuanya karena ayah" gumam Rania sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, berusaha menghentikan air mata yang terus mengalir.


Tiba tiba ponsel Rania pun berdering, ia lalu mengambil ponselnya dari dalam tas. "Tuan Figo?" tanya Rania heran. "Eheeemmm..." Rania berusaha untuk menetralkan suaranya agar tak terdengar parau seperti habis menangis.


📞'Halo Tuan ada apa?' tanya Rania saat panggilan telah tersambung.


📞'Kau sekarang ada di mana Rania?' tanya Figo.


📞'Saya sedang ada di taman Tower STAR Grup Tuan. Apa ada masalah Tuan?', Rani


📞'Tidak ada masalah apa apa, hanya saja pengacara perusahaan ingin bertemu dengan mu untuk membahas masalah saham ayah mu. Bisa kah kau sekarang ke F&E Corp. sekarang? Tempatnya tidak terlalu jauh, kau bisa naik taksi dan akan aku tunggu di lobi', Figo


📞'Baik Tuan, saya akan segera ke sana sekarang', Rania


📞'Oke, aku tunggu', Figo


Setelah panggilan tersebut terputus, Rania pun langsung berjalan untuk mencari taksi. Tidak sampai lima belas menit ia pun telah sampai di F&E Corp. Lalu ia turun dari taksi dan memandang takjub pada gedung perusahaan ayahnya itu.


"Ternyata lumayan besar juga perusahaan ayah dan papa tuan Figo, walaupun tidak sebesar perusahaan Tuan Vero" gumam Rania.


Kenapa aku harus tetap memikirkannya?, batinnya kesal.

__ADS_1


Ia pun lalu melangkah ke dalam loby dan langsung di sambut oleh Figo yang telah menunggunya.


"Selamat datang Rania. Ayo ikuti saya" ucap Figo menyambutnya dengan hangat dan ramah. Rania pun hanya tersenyum dan mengikutinya.


Apa ada masalah? Kenapa Rania tampak sedih dan matanya juga terlihat sembab, seperti habis menangis, batin Figo.


Kemudian mereka pun tiba di ruang meeting dengan pengacara yang sudah menunggu dengan sebuah dokumen.


"Pak Raul perkenalkan ini Nona Rania. Rania perkenalkan ini Pak Raul, pengacara perusahaan" ucap Figo memperkenalkan mereka berdua. Mereka pun langsung saling berjabat tangan dan kemudian pun duduk mengelilingi meja bundar tersebut.


"Sebelumnya mungkin Tuan Figo sudah menjelaskan mengenai saham dan dividen atas nama anda. Selama ini semua sudah di tangani oleh saya selaku wakil dari ayah anda, berhubung sekarang nona Rania telah berada di sini dan sudah cukup umur maka semua hak atas saham tersebut akan saya alih kan atas nama anda. Bagaimana Nona, apa cukup jelas?" tanya pengacara tersebut kepada Rania.


"Sebelumnya saya ucap kan Terima kasih karena bapak sudah menjaga hak saham dan juga ayah saya. Tapi apabila saya menerima saham tersebut, apakah saya bisa ikut bekerja di perusahaan ini?" tanya Rania.


"Tentu saja Nona, bahkan dengan jumlah saham yang anda miliki anda bisa menjadi seorang direktur atau bahkan CEO" jawab Raul.


"Tidak perlu sampai setinggi itu Pak, karena ilmu saya belum cukup untuk jabatan setinggi itu" jawab Rania sungkan.


"Iya saya yakin Tuan, saya akan belajar mengenai perusahaan ini dari awal. Untuk pekerjaan saya yang sebelumnya, saya akan mengundur kan diri. Apa kah ada tempat yang bisa saya sewa di sekitar area perusahaan?" tanya Rania sambil menjelaskan ke inginannya.


"Jika kau mau di sekitar area perusahaan ada sebuah rusun yang bisa di sewa oleh karyawan dengan harga yang terjangkau. Tapi jangan kau bayangkan seperti apartemen mewah" jawab Raul sambil bercanda kepada Rania.


"Tidak masalah Pak selama saya bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman itu sudah cukup bagi saya" ucap Rania sambil tersenyum.


"Baik lah jika seperti itu nanti saya akan hubungi departemen terkait untuk mempersiapkan satu unit untuk Nona. Ini dokumen perpindahan nama saham Nona di perusahaan ini. Silahkan Nona baca dahulu, jika ada yg kurang berkenan atau perlu di tambahkan silahkan katakan saja secara langsung" ucap Raul sambil menyerahkan dokumen ke hadapan Rania.


Rania pun menerima dan membaca satu per satu klausul dalam dokumen tersebut.


"Saya fikir ini sudah cukup jelas Pak, di mana saya bisa menandatanganinya?" tanya Rania setelah selesai. Lalu Pak Raul pun menunjukkan di mana ada materai dan nama lengkapnya, untuk ia tanda tangani.

__ADS_1


"Baik lah, nanti salinan dokumen ini akan saya kirim kan lewat surel anda Nona. Untuk posisi yang anda ingin kan dalam perusahaan, saya akan membicarakannya melalui pihak HR terlebih dahulu" ucap Pak Raul.


"Baik Pak, saya akan tunggu kabar dari anda dan tidak perlu jabatan tinggi, sesuaikan saja dengan pengalaman saya. Tapi untuk rusunnya apa kah bisa segera saya tempati?" tanya Rania.


"Baik Rania, semua akan aku atur agar kau bisa belajar perusahaan dari awal. Untuk unit mu mungkin esok sudah bisa di tempati karena hari ini OB akan langsung membersihkannya untuk mu" jawab Pak Raul sambil berdiri dan mengulurkan tangannya.


"Baik Pak, Terima kasih untuk segalanya" ucap Rania sambil menerima jabatan tangan tersebut.


"Tidak masalah, jika begitu saya pamit dahulu. Mari Tuan Figo" ucap Pak Raul sambil berjabatan tangan dengan Figo.


"Baik lah Tuan, saya ucap kan Terima kasih atas segala bantuannya. Jika begitu saya permisi untuk membereskan barang barang saya sebelum pindah" ucap Rania saat tinggal berdua dengan Figo.


"Tidak usah sungkan seperti itu Rani dan berhenti memanggil ku Tuan, karena kita sekarang adalah teman. Apakah kau ingin aku antar pulang?" tanya Figo.


"Tidak perlu, saya bisa naik taksi" jawab Rania sambil tersenyum dan segera berlalu.


"Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mu Rania agar beban ini sedikit berkurang" gumam Figo sambil menatap kepergian Rania.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


"Apa ini?!" tanya Vero kepada asistennya sambil memegang sebuah amplop putih di tangannya, sambil membolak balik surat tersebut.


"Itu surat pengunduran diri Nona Rania, Tuan" ucap Jeff secara perlahan.


"APA?!" seru Vero sambil meremas surat yang berada di tangannya itu.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊

__ADS_1


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate, Komen, hadiah dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏


__ADS_2