
Keesokkan harinya, Vero terbangun dan melihat sekeliling ruangan tapi tidak di lihat ada orang lain di sana. Ia pun langsung duduk terkejut karena kursi di sebelah ranjangnya telah kosong.
Ceklek.....
Vero langsung menoleh ke arah pintu toilet yang terbuka. Dari dalam sana muncul sosok yang di carinya dengan muka yang lebih segar tanpa make up dan rambut yang di kuncir ekor kuda. Rania pun langsung menengok ke arah ranjang pasien dan mata mereka pun saling bertemu pandang untuk sesaat.
"Anda sudah sadar Tuan?" tanya Rania yang terkejut melihat Vero telah duduk di ranjang
"Saya sudah merasa lebih baik" ucapnya sambil mencoba menenangkan hatinya yang bergejolak saat sesaat tadi tanpa sengaja mata mereka bertemu.
"Jika begitu saya akan memanggil dokter untuk memeriksa anda" lanjut Rania sambil keluar untuk memberitahu perawat bahwa pasien sudah sadar agar dokter bisa memeriksanya. Ia pun kembali masuk sambil membawa nampan sarapan yang telah di siapkan oleh pihak rumah sakit.
"Ini Tuan silahkan sarapan terlebih dahulu" sambil meletakkan nampan tersebut ke arah meja di pangkuan Vero.
"Aaawww... panas" ucap Vero sambil menjulurkan lidahnya yang terasa perih karena langsung memakan bubur tersebut
"Anda tidak apa apa Tuan?" Rania bertanya sambil menyerahkan air minum kepada Vero "Mari saya bantu Tuan" lanjutnya lagi sambil mendekat dan mengambil sendok di mangkuk bubur tersebut. Dengan perlahan dan hati hati, ia menyuapi Bossnya tersebut hingga sarapan tersebut habis tak bersisa.
"Terima Kasih" ucap Vero sambil melihat Rania dengan pandangan yang sulit di mengerti.
"Tidak masalah Tuan" balasnya sambil tersipu malu
"Sungguh menggemaskan jika wajahnya seperti itu" gumam Vero dalam hati.
"Permisi Tuan" ucap Jeff yang tiba tiba masuk dan langsung merusak suasana yang tercipta oleh dua insan yang saling menatap tersebut.
Rania langsung keluar untuk mengembalikan piring sisa sarapan tersebut, sedangkan Vero menatapnya dengan kesal sambil bergumam "Kau itu sungguh mengganggu saja".
"Apa ada yang ingin anda katakan Tuan?" tanya Jeff karena tidak jelas apa yang digumamkan oleh Bossnya tersebut.
"Tidak ada. Sudah cepatlah bantu aku berganti pakaian ke dalam kamar mandi" perintah Vero
__ADS_1
"Baik Tuan" ucap Jeff sambil bergegas mendekati Tuannya.
"Itu sudah aku belikan sarapan untuk mu Rani" ucap Jeff saat keluar dari kamar mandi.
"Terima kasih asisten Jeff" balas Rania sambil membuka bungkusan nasi kuning yang ada di atas meja dan langsung melahapnya.
"Pelan pelan makannya nanti kau tersedak" ucap Vero yang baru selesai berganti pakaian dan melihat Rania sedang makan dengan cepat.
"Baik Tuan" sahutnya sambil mengelap salah satu sudut bibirnya.
"Saya sudah mencari tahu apa yang terjadi di resto kemarin Tuan" ucap Jeff setelah membantu Vero bersandar di ranjang.
"Lalu?!" tanyanya sambil bersandar dengan nyaman menggunakan bantal yang di bawa oleh sang Asisten.
"Koki yang biasa memasak untuk anda sedang cuti sehingga koki baru yang bertugas menggantinya tidak tahu mengenai alergi anda, sehingga dia menggunakan kaldu seafood yang mengandung kerang ke dalam saus spagheti yang anda pesan. Apa kah saya harus langsung menggantinya Tuan?" jelas Jeff sambil bertanya mengenai solusi yang harus diambilnya.
"Apa maksud mu?!" tanya Vero heran "Berikan saja dia peringatan agar kejadian ini tidak terulang kembali ke depannya" lanjutnya memberikan solusi.
"Seharusnya aku berterima kasih padanya, karena kesalahannya aku bisa bermalam dengan Rania" gumam Vero dalam hati sambil tersenyum penuh arti.
...****************...
Tiba tiba pintu terbuka ,Olivia pun langsung masuk dan bermaksud ingin memeluk Vero. Akan tetapi dengan cepat Vero menahannya dengan mengangkat tangannya.
"Bagaimana keadaanmu? Apakah kau baik baik saja?" tanyanya sambil berusaha menutupi rasa malunya yang di tolak oleh Vero.
"Dari mana kau tahu bahwa aku berada di sini?!" tanya Vero tanpa berniat menjawab pertanyaan Olivia tersebut dan matanya pun langsung melihat Rania seakan akan meminta penjelasan. Rania pun hanya mengangkat bahunya tanda dia pun tidak tahu. Pandangan Vero pun beralih kepada asistenya yang langsung menggeleng gelengkan kepalanya saat mendapat tatapan tajam itu.
"Tidak penting siapa yang mengabari ku, yang terpenting sekarang aku ada di sini untuk merawatmu" ucap Olivia manja.
"Tidak perlu. Ada dokter dan perawat yang akan merawatku di sini" balas Vero dingin
__ADS_1
"Hei cepat lah kupas kan buah yang aku bawa ini!" seru Olivia sambil menyerahkan parcel buah yang di bawanya kepada Rania.
Rania pun mengambil parcel tersebut dan mengupas sebuah apel fuji yang berwarna merah.
"Bagaimana mungkin ia mengetahui buah kesukaan ku?" fikir Vero dalam hati sambil terus memperhatikan gerak gerik Rania.
Sementara Olivia yang merasa terabaikan berkata "Kau boleh pergi sekarang" dan merebut piring berisi buah yang telah dikupas untuk di berikan kepada Vero.
"Rani pulanglah,kau harus beristirahat. Tidak masalah karena sekarang sudah ada Jeff yang menjaga ku" ucap Vero dengan lembut saat melihat Rania bingung harus mengambil sikap.
"Baik Tuan, jika begitu saya permisi" sahutnya sambil menundukkan kepala dan beranjak keluar.
"Hati hati di jalan" seru Vero sebelum Rania keluar, ia pun berbalik dan tersenyum sambil menundukkan kepala dan pergi.
Selepas kepergian Rania, maka Olivia pun menyodorkan potongan buah kepada Vero tapi langsung ditolaknya.
"Aku bisa makan sendiri" ucapnya sambil memgambil garpu dan memakan buah dari dalam piring.
"Haaaah..... baiklah lah" akhirnya potongan buah itu di makan sendiri oleh Olivia sambil menghela nafas. "Bagaimana kau bisa berakhir di kamar perawatan ini?" tanyanya karena ingin tahu.
"Itu bukan urusan mu" jawab Vero malas "Jika kau tidak ada keperluan lain lagi kau boleh pergi. Terima Kasih kau sudah menjenguk ku, tapi aku butuh istirahat sekarang" lanjut Vero tak ingin Olivia lebih lama lagi di dekatnya.
"Baiklah, tapi sebelumnya aku permisi untuk pinjam toilet mu" ucap Olivia sambil berlalu dengan perasaan yang terluka.
"Heeeiii! Siapa kau?!" tanya Olivia yang terkejut ketika keluar dari toilet dan melihat seorang gadis muda yang cantik sedang berada dalam pelukan Vero. Sedangkan Vero bila di lihat dari ekspresi wajahnya yang penuh senyuman maka ia pun merasa nyaman dengan pelukan gadis tersebut.
Selamat Membaca semuanya...😊😊😊
...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🤩...
Mohon dukungannya pada novel ini dengan memberikan Vote dan Likenya serta komentar kalian para pembaca semua...😊 Terima Kasih 🙏
__ADS_1
Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰