
"Apa yang sebenarnya kau lakukan di sini Olie?" tanya seorang pria yang menahan tangannya sebelum bisa menyentuh wajah Rania.
"Apa-apaan sich kau!" seru Olivia kesal sambil menghempas tangannya dari cengkeram pria tersebut.
Tuan Figo! , batin Rania terkejut.
"Sadar lah Olie, untuk apa kau melampias kan padanya? Yang harus kau temui itu kan Vero bukan ia" tunjuk nya kepada Rania yang hanya bisa terdiam.
"Tapi ia tak ada, yang membuat ku tambah kesal dengan santainya ia ingin makan siang bersama. Ia sudah merencanakan ini untuk menggoda Vero!" seru Olivia yang masih marah.
"Tenang lah Olie. Sebaiknya kita pergi dulu dari sini. Apa kau ingin image mu hancur jika ada yang melihat hal ini?" ucap Figo menenangkan Olivia.
"Tapi aku belum bertemu Vero" ucap Olivia yang tetap ingin berada di sana.
"Sudah lah sekarang kita pergi dulu, kau sedang emosi tidak bisa berbicara dengan tenang yang ada nanti malah terjadi keributan di sini. Jika kau sudah tenang nanti kita buat janji untuk bertemu dengan Vero. Ok?!" ucap Figo sambil memegang bahu Olivia agar pergi.
"Maaf ya" bisik Figo kepada Rania yang masih terdiam.
Setelah mereka pergi, Rania pun bergegas untuk membersihkan sisa makanan yang berserakan di lantai dengan sapu. Saat sedang merapikan semuanya, tiba tiba Vero pun masuk dan langsung terkejut melihat ruangannya yang berantakan.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi?" tanyanya pada Rania.
"Maaf Tuan, tadi saya tidak sengaja menjatuhkan nampan sehingga semua jatuh berserakan seperti ini Tuan" jelas Rania. "Saya akan segera membersihkan ini Tuan" lanjutnya lagi mengambil sisa pecahan piring yang ada di lantai.
"Hentikan Nia!" seru Vero mencegah tangan Nia untuk melakukannya. "Nanti tangan mu bisa terluka, biar nanti aku panggil kan OB saja" ucap Vero mengajak Rania berdiri dan menuntunnya duduk ke sofa.
"Maaf kan saya Tuan, nanti akan saya pesan kan makanan lain untuk Tuan" ucap Rania merasa bersalah.
"Sudah lah tak usah kau fikir kan Nia" ucap Vero sambil mengangkat dagu Rania yang tertunduk menyesal. "Bisa kah kau berhenti memanggil ku seperti itu?!" tanya lagi.
"Tapi kita sedang ada di kantor, bagaimana bisa saya memanggil anda dengan panggilan tak sopan Tuan" jawab Nia.
"Tapi kan kita hanya berdua" ucap Vero sambil menatap mata Rania, yang terlihat gelisah seperti menyembunyikan sesuatu.
Pasti telah terjadi sesuatu tadi, karena matanya tidak bisa berbohong, batin Vero.
__ADS_1
"Ya sudah saya akan keluar untuk memesan makan siang anda Tuan" ucap Rania sambil beranjak berdiri dan memutus kontak mata di antara mereka.
Vero pun segera menarik Rania agar kembali duduk di sofa.
"Haaah... baiklah jika kau berkeras seperti itu. Tapi ingat hanya jika kita di kantor saja ya. Oke?" ucapnya sambil menghela nafas melihat sifat keras kepala Rania yang sudah mulai muncul. Dan Rania pun hanya menjawab dengan tersenyum dan anggukan kepalanya.
"Sudah kau duduk di sini saja biar aku yang pesan kan makan siang kita. Setelah itu biar kan OB mengerjakan tugasnya di sini" ucap Vero sambil memesan sesuatu dari salah satu resto yang ada di bawah melalui ponselnya.
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
Setelah selesai makan siang, Vero pun langsung bergegas membuka laptopnya untuk memeriksa CCTV yang ada di ruangannya. Ia pun memutar video pada saat sebelum makan siang, betapa terkejutnya ia saat melihat apa yang terjadi saat itu.
Braaak!
Vero pun memukul meja kerjanya, "Berani sekali ia berbuat seperti itu kepada Nia ku!" seru Vero.
Jeff yang baru masuk ke dalam pun di buat terkejut oleh suara tersebut. Ia belum pernah melihat Vero semarah ini.
"Ada masalah apa Tuan?" tanya Jeff sambil mendekat ke arah Tuannya.
Jeff pun tak kalah terkejut melihat apa yang terjadi.
"Apa yang harus saya lakukan Tuan?" tanya Jeff kepada Vero.
"Cari tahu kontrak apa yang sedang di terimanya, sebelum aku bertemunya besok. Tolong kau atur jadwalnya untuk ku" perintahnya kepada sang asisten.
"Baik Tuan" jawab Jeff dan segera melakukan tugasnya tersebut.
Kau harus menerima akibatnya karena telah menggangu Nia, bahkan kau hampir menyentuh wajahnya. Tidak akan ku maaf kan, batin Vero kesal sambil mengepal kan tangannya.
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
"Kenapa kau senekat itu mendatanginya ke kantor Olie?" tanya Figo saat mereka sudah berada di ruangan VIP sebuah resto mewah. Mereka khusus memesan ruang VIP agar bisa berbicara nyaman sambil makan siang, tanpa ada orang yang mengenali dan menggangu mereka.
"Aku sudah tidak bisa lagi menahan emosi ku. Apa lagi saat aku mendengar rumor bahwa mereka sekarang sudah menjadi sepasang kekasih" jawab Olivia dengan wajah yang kesal.
__ADS_1
"Itu kan hanya rumor, dari mana kau mendengarnya? Bisa saja itu di buat untuk menjatuhkan mu" ucap Figo.
"Tidak mungkin hanya sekedar rumor! Karena informasi yang ku dapat mereka selalu pulang kerja bersama dan beberapa kali bahkan makan malam bersama!" seru Olivia bertambah marah.
"Apa informasi mu akurat? Bisa kah informan mu itu di percaya?" tanya Figo yang seakan meragukan informasi yang di Terima oleh Olivia.
"Kenapa aku merasa seolah kau sedang membelanya? Apa kau tidak mendukung ku?" tanya Olivia curiga dengan sikap Figo.
"Bukan seperti itu maksud ku Olie? Tentu saja aku berpihak kepada mu, hanya saja aku tidak ingin kau bertindak gegabah dan terburu buru. Itu akan merugikan diri mu sendiri nantinya" ucap Figo menjelaskan.
"Sudah lah kau tidak perlu ikut memikirkannya, karena aku tahu apa yang aku lakukan" ucap Olivia.
Figo pun hanya bisa menghela nafasnya melihat Olivia yang tidak mau mendengar nasihat orang lain seperti biasanya. "Ayo makan, sebelum semua hidangan ini menjadi dingin" lanjutnya lagi.
Saat mereka akan menyantap makan siang yang telah terhidang, tiba tiba ponsel Olivia berdering. Ia pun melihat bahwa panggilan itu dari 'Asisten Jeff' pun langsung menekan tombol hijau.
📞 'Halo' jawabnya dengan lemah lembut.
📞 'Nona Olivia ini asisten Jeff, besok Tuan Vero ingin bertemu anda di restoran X pada pukul sebelas siang' ucap Jeff langsung tanpa basa basi.
📞 'Baiklah, aku akan datang' jawab Olivia dengan gembira.
📞 ' Terima kasih Nona' ucap Jeff sebelum menutup panggilan tersebut.
"Kau lihat bukan? Akhirnya Vero yang menghubungi ku dan meminta bertemu langsung dengan ku" ucapnya sambil tersenyum setelah menerima telepon dari asisten Vero. Ia pun kemudian makan dengan perasaan yang berbunga bunga.
Entah kenapa firasat ku mengatakan ini bukan hal baik seperti yang di inginkan olehnya, batin Figo.
❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣
Happy Weekend..... 😉 Selamat Membaca semuanya...😊😊😊
...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...
Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate, Komen, hadiah dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏
__ADS_1