
Setelah pulang dari perusahaan ayahnya, Rania pun pulang kembali ke mess dengan menumpang busway yang melewati tempat tinggal sementaranya itu. Ia pun duduk melamun sambil melihat pemandangan di luar melalui jendela.
Semoga semua keputusan ku ini tepat. Jika kakak tidak ingin melihat ku lagi, sebaiknya aku memang menjauh darinya. Mungkin takdir ku bersamanya hanya sampai di sini. Untuk Ale nanti akan aku fikirkan cara memberitahunya secara langsung. Karena saat ini ia sedang memulihkan diri di rumah Opa dan Oma bersama Mami. Tidak mungkin aku ke sana dengan segera, karena aku ingin secepatnya bekerja lagi. Aku sudah jenuh dan bosan jika harus berdiam diri terus seperti ini, batin Rania.
Tanpa di sadari bus tersebut telah sampai di halte tujuan dan Rania pun segera turun dan berjalan menuju messnya. Sesampai di kamarnya ia pun mulai membuka laptopnya untuk menulis surat pengunduran dirinya. Kemudian ia pun menghubungi seniornya melalui chat aplikasi hijau.
📨 Mbak Anita bisa kah aku minta tolong sesuatu pada mu?, Rania.
📨 Pertolongan apa itu Rani? Jika aku bisa pasti akan aku bantu, Anita.
📨 Apa kah mbak tadi menyimpan kotak barang pribadi ku?, Rania.
📨 Of Course...! Mana mungkin aku membiarkan barang mu terlantar begitu saja, Anita
📨 Syukur lah mbak, aku sangat berterima kasih untuk itu. Jika tidak merepotkan bisa kah saat pulang mbak titip kan saja di meja resepsionis? Besok pagi aku akan mengambilnya, Rania.
📨 Tentu saja tidak masalah Rani. Nanti saat pulang kerja aku akan titipkan di bagian resepsionis. Tapi apa kah kau tidak akan bekerja lagi di perusahaan ini?, Anita.
📨 Iya karena suatu alasan aku tidak bisa lagi bekerja di sana mbak. Terima kasih atas semua bantuan mbak selama ini, aku sangat menghargainya mbak 🙏, Rania.
📨 Sudahlah tidak perlu sungkan seperti itu Rania, aku hanya membagi sedikit ilmu ku. Semoga pengalaman mu bisa berguna di perusahaan yang baru, Anita.
📨 Iya mbak ☺, Rania.
"Apa sebenarnya yang terjadi antara Tuan Vero dan Rania? Pasti masalah yang besar hingga Rania harus berhenti dari perusahaan besar seperti ini" gumam Anita lirih.
Setelah urusan pekerjaannya selesai, ia pun lalu menarik dan membuka kopernya, ia mulai merapikan satu per satu baju bajunya ke dalam koper besar tersebut. Tak lupa pula ia memasukkan sepatunya ke dalam bag besar yang dulu pernah di belinya.
__ADS_1
Setelah selesai ia pun menatap sekeliling kamarnya untuk memastikan tidak ada barang miliknya yang tersisa. Ia hanya menyisakan satu stel pakaian yang akan ia kenakan malam ini dan esok pagi. Ia kemudian menelepon jasa pindahan untuk membantu mengangkut barang barangnya esok pagi.
Setelah semua selesai, Rania lalu masuk ke dalam bathroom untuk menyegarkan dirinya yang berkeringat. Ia menghidupkan shower dan membiarkan air mengalir membahasi tubuhnya dari atas kepala hingga ke ujung kaki. Cukup lama ia mandi untuk menghilangkan lelah di badan dan fikirannya.
Saat selesai mandi ia merasa segar dan perutnya mulai protes berbunyi. Rania pun menyadari bahwa ia tadi melewatkan makan siangnya. Tapi jika ia makan malam sekarang, masih terlalu awal. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari jajanan street food yang banyak di jual di sekitar area mess.
Esok hari pagi pagi sekali Rania sudah siap dan membawa turun kopernya. Ia kemudian menuju ruang penjaga yang berada di bawah dekat loby.
"Selamat pagi Pak" ucap Rania.
"Selamat pagi Nona Rania, ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas tersebut sambil berdiri menghampirinya.
"Ini saya akan menyerah kan kunci kamar saya Pak. Karena mulai hari ini saya berhenti dari perusahaan dan saya sudah tidak mempunyai hak untuk tinggal di sini lagi" ucap Rania sambil menyerahkan kunci kamarnya.
"Anda akan pindah ke mana Nona?" tanya petugas itu. Akan tetapi hanya di jawab dengan senyuman oleh Rania. Dan ketika itu mobil jasa pindahan pun tiba, tanpa menunggu lama Rania pun bergegas untuk menunjukkan barang barang mana yang akan ia pindahkan. Setelah selesai, ia pun lalu memberikan alamat tempat tinggalnya yang baru.
Setelah selesai dan berpamitan dengan penjaga, Rania pun lalu berjalan menuju ke Tower STAR Grup untuk terakhir kalinya. Sesampainya di loby, ia pun menuju meja resepsionis untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya dan juga mengembalikan ID Card karyawan miliknya. Tak lupa ia pun mengambil kotak barang pribadinya yang telah di titipkan oleh Anita sebelumnya.
Vero yang marah melihat surat pengunduran diri Rania pun langsung meremas dan membuangnya ke tempat sampah.
Berani sekali ia mengajukan pengunduran diri seperti ini! Aku bahkan tidak berniat memecatnya, batin Vero marah.
"Jeff kau urus meeting itu, aku akan ke mess mencari Rania!" seru Vero sambil bergegas pergi tanpa mendengar jawaban dari sang asisten. Sementara Jeff yang di tinggal pergi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah bossnya tersebut.
Vero pun lalu melajukan kendaraannya secepat kilat menuju mess karyawan yang di tinggali oleh Rania. Ia pun memarkir mobilnya secara asal dan langsung masuk ke dalam. Petugas yang hendak menegur pun langsung menundukkan kepala saat yang di lihatnya ada lah Boss besar.
Vero pun langsung menuju ke unit kamar yang di tempati oleh Rania. Ia langsung membuka pintu kamar dan berseru "Rania!".
__ADS_1
OB yang sedang membersihkan kamar tersebut pun terkejut dan langsung menengok ke arah sumber suara. Ia semakin terkejut saat di lihat CEOnya lah yang berdiri di depan pintu. Ia pun lalu menundukkan kepalanya.
" Di mana penghuni kamar ini?" tanya Vero sambil melihat sekeliling kamar yang telah kosong.
"Maaf Tuan, tapi saat pagi tadi saya membersihkan kamar ini sudah tidak ada orang atau pun barang barang Tuan" jawab OB tersebut sambil tertunduk takut.
"****!" umpat Vero dan langsung berlari lagi ke bawah. Di bawah ia menemui penjaga mess tersebut.
"Pak apa kah anda tahu ke mana perginya penghuni kamar 306?" tanya Vero langsung.
"Maksud Tuan, Nona Rania?" tanya petugas itu memastikan.
"Iya betul Pak. Apakah ia mengatakan sesuatu sebelum pergi?" tanya Vero dengan tergesa gesa.
"Maaf Tuan, tapi tadi pagi saat Nona Rania menyerahkan kunci unit kamarnya ia tidak berkata apa pun. Barang barang Nona Rania pun sudah di angkut oleh jasa pindahan, tapi saya kurang tahu ke mana alamatnya Tuan" jelas petugas tersebut.
"Baik lah Pak, jika Rania datang atau menghubungi bapak tolong segera kabari saya" ucap Vero sambil menyerahkan kartu namanya.
"Baik Tuan" ucap petugas tersebut sambil menerima kartu nama itu.
"Baik lah Pak Terima kasih, saya permisi dulu Pak" ucap Vero dan langsung menuju mobilnya.
"Sial! Ke mana perginya dia!" seru Vero geram sambil memukul setir mobilnya.
❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣
Selamat Membaca semuanya...😊😊😊
__ADS_1
...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...
Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate, Komen, hadiah dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏