Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 73


__ADS_3

Keesokan harinya, Rania yang mulai bosan hanya dengan berdiam diri pun mulai bersiap siap untuk bekerja. Ia kembali memulai rutinitasnya untuk beraktivitas seperti biasa. Pagi ini ia memakai setelan blazer berwarna biru laut dengan blouse yang senada. Tak lupa ia menggunakan sepatu heels tiga cm berwarna coklat susu dan tas tangan berwarna coklat muda. Setelah memoles wajahnya dengan make up tipis, Rania pun bersiap untuk berangkat kerja.


Ia berjalan kaki menuju Tower STAR Grup sambil menikmati udara pagi yang cukup sejuk karena matahari belum terlalu menampakkan diri. Rania pun mulai berbaur dengan banyaknya para pekerja yang berlalu lalang karena memang di sana banyak terdapat perusahaan perusahaan besar dan juga toko yang memiliki banyak karyawan.


Rania pun lalu memasuki Tower STAR Grup dan langsung menaiki lift menuju ruang kerjanya di lantai tertinggi.


Triiing...!


Pintu lift terbuka dan ia pun langsung berjalan menuju meja kerjanya yang berada di depan ruang CEO.


"Mbak Anita?!" seru Rania terkejut saat ia melihat seniornya berada di hadapan meja kerjanya.


"Hei Rania! Bagaimana kabar mu? Apakah kau sudah lebih baik?" tanya Anita sambil berdiri menghampiri dan memeluk Rania.


"Kabar ku baik mbak" ucap Rania saat Anita telah melepas pelukannya. "Tapi kenapa mbak ada di meja kerja saya?" tanya Rania heran.


"Loh... Apa kau tidak di beritahu oleh Tuan Vero atau Asisten Jeff?" tanya Anita balik karena juniornya seperti tidak tahu apa apa.


"Di beritahu mengenai apa mbak? Aku tidak dapat info apa pun" jelas Rania sambil menggelengkan kepalanya.


"Ehmmm... semenjak kau di rawat di rumah sakit, aku di perintahkan langsung oleh Tuan Vero untuk mengganti kan mu menjadi sekretarisnya. Ia pun tidak memberikan alasan yang jelas mengenai pergantian posisi ini" jelas Anita.


Berdasarkan rumor yang beredar bukan kah Rania memiliki hubungan spesial dengn Tuan Vero? Aku fikir Tuan Vero menyuruh ku menggantikannya karena mereka akan segera bertunangan, tapi sepertinya bukan. Apa kah mereka sedang dalam masalah?, batin Anita bertanya tanya.


"Begitu ya mbak. Baik lah aku akan menunggu Tuan Vero untuk mendengar penjelasan langsung darinya. Oya barang barang ku jadi mbak simpan di mana?" tanya Rania yang melihat meja kerjanya sudah tidak ada barang pribadi miliknya lagi.


"Maaf ya karena mendadak jadi aku tidak sempat memberitahu mu, barang barang mu aku simpan di dalam kotak" jawab Anita sambil mengambil sesuatu dari arah bawah meja kerjanya. "Ini semua barang barang mu, aku benar benar tidak tahu apapun" ucapnya sambil menyerahkan kotak tersebut kepada Rania.


"Sudah mbak tidak apa apa, aku tahu mbak Anita cuma menjalankan perintah dari atasan" ucap Rania tersenyum dan mengambil kotak yang di serahkan Anita. Lalu ia pun duduk menunggu di ruang tunggu yang ada di depan ruang CEO.

__ADS_1


Kenapa Tuan Vero tiba tiba menggantikan ku dengan mbak Anita? Apa ini maksud Tuan Vero bahwa aku tidak perlu memikirkan pekerjaan? Karena ia sudah mengganti aku dengan sekretaris yang lain. Jika aku tidak menjadi sekretarisnya lagi, apa aku akan kembali pindah ke divisi administrasi lagi? Atau jangan jangan aku akan di pecat!, batin Rania sambil menggeleng gelengkan kepalanya untuk mengusir pemikiran itu dari otaknya.


Lagi pula aku tidak pernah melakukan kesalahan selama bekerja menjadi sekretarisnya. Bahkan aku selalu menuruti perintah Tuan Vero apa pun itu tanpa membantah, batinnya lagi untuk meyakinkan dirinya sendiri.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Jeff yang kala itu sedang mengendarai mobil bersama Vero pun mendapat pesan dari Anita bahwa Rania ada di kantor dan sedang menunggu Vero di ruangan tunggu kantor CEO. Jeff yang bingung harus berkata apa, hanya bisa melirik boss nya diam diam melalui kaca spion.


"Ada apa Jeff? Katakan saja, jika kau seperti itu bisa bisa kita tidak sampai di kantor tetapi di rumah sakit" ucap Vero saat melihat tingkah asistennya itu.


"Hmmm... Begini Tuan..." ucap Jeff ragu ragu.


"Sudah katakan saja secara langsung" ucap Vero.


"Maaf Tuan, tapi saat ini Nona Rania sedang menunggu di kantor anda Tuan" ucap Jeff.


Vero yang mendengarnya pun hanya bisa menghela nafas dan memijat pelipisnya. Ia merasa hari ini akan menjadi hari terberat baginya.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Tak perlu menunggu lama Rania pun melihat kedatangan asisten Jeff, ia pun langsung berdiri untuk menyambut Bossnya tersebut. Akan tetapi ia tidak melihat sosok yang di tunggunya karena asisten Jeff hanya berjalan seorang diri.


"Mohon maaf Rania, tapi Tuan Vero saat ini sedang ada meeting dengan dewan direksi dan tidak bisa di ganggu. Kau bisa kembali bekerja di divisi administrasi seperti sebelumnya." ucap Jeff menjelaskan kepada Rania. Lalu ia pun ke meja Anita untuk mengambil dokumen yang di butuhkan.


"Mohon maaf asisten Jeff, bisa kah saya menunggu Tuan Vero terlebih dahulu? Karena saya ingin mendengar penjelasan langsung darinya" tanya Rania.


Jeff pun hanya bisa menghela nafas melihat kegigihan Rania dan segera berlalu untuk menyerah kan dokumen tersebut kepada Vero.


"Silahkan mbak Anita melanjutkan pekerjaan jangan hiraukan saya mbak. Saya mohon maaf jika mengganggu mbak" ucap Rania kepada Anita.

__ADS_1


"Tidak apa Rania, santai saja" ucap Anita tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya lagi.


Saat waktu makan siang tiba, Vero pun kembali ke ruang kerjanya. Karena ia tidak mungkin terus menghindar dan mengabaikan dokumen yang sudah ada di meja kerjanya.


"Ternyata kamu masih di sini?" gumam Vero datar saat melihat Rania masih menunggunya.


"Tuan saya sudah menunggu lama, apakah saya bisa berbicara dengan anda Tuan?" tanya Rania sambil mengikuti Vero ke dalam ruangannya.


"Kau ingin berbicara mengenai apa?" tanya Vero dingin sambil duduk di kursi kebesarannya.


"Apa alasan anda mengganti saya Tuan?" tanya Rania.


"Karena kau telah meninggalkan pekerjaan mu terlalu lama" jawab Vero dengan tatapan dinginnya.


"Tapi itu karena saya sedang sakit dan anda yang menyarankan saya untuk mengambil cuti" ucap Rania heran.


"Itu bukan sebuah alasan yang tepat untuk kau meninggalkan pekerjaan mu. Jika sudah tidak ada yang di bicarakan silahkan kau kembali bekerja di tempat mu sebelumnya" jawab Vero seakan mengusir Rania secara halus.


Rania yang merasa heran pun memberanikan dirinya berjalan mendekat dan bertanya "Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kakak berubah seperti ini?" tanyanya lembut sambil berusaha menggapai tangan Vero.


"Itu karena Ayah mu adalah Pembunuh Papi ku!" teriak Vero sambil memukul meja kerjanya. "Ia telah menghancurkan kan kebahagiaan keluarga ku dan membuat kami harus terpisah jauh selama bertahun tahun!" seru Vero dengan tatapan tajam menahan amarah.


Rania yang mendengarnya pun sangat shock sehingga hanya bisa menutup mulutnya dengan ke dua tangannya dan menggeleng gelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Happy Monday All....Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...

__ADS_1


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate, Komen, hadiah dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏


__ADS_2