Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 11


__ADS_3

Di minggu pagi yang cerah tampak dua orang gadis sedang menunggu sarapan yang mereka pesan tiba. Mereka sudah lelah setelah berlari beberapa putaran di area taman hijau yang banyak menyedia kan banyak arena olahraga termasuk trek lari. Selain arena olahraga juga ada arena untuk bermain anak anak dan tempat yang cukup menyenangkan bagi para lansia untuk menikmati pagi mereka. Dan tentu saja jangan lupa kan area kuliner dimana banyak penjual yang menjajakan makanan dan minuman dengan berbagai macam jenis untuk di nikmati oleh pengunjung yang sekadar menghilangkan lelah mereka setelah berolahraga.


Tanpa terkecuali kedua gadis itu yang sedang beristirahat di rerumputan dengan menikmati milkshake sambil menunggu pesanan bubur ayam mereka tiba.


"Kau tau, sejak aku dipindahkan menjadi sekertaris CEO itu selalu saja ada hal hal aneh yang harus aku lakukan" Rania memulai obrolan


"Hal aneh bagaimana? Bukan kah menyenangkan bekerja bersama Boss? kan kau sendiri yang bilang bahwa gaji mu sekarang sudah naik." balas Ale sambil meminum milkshake strawbery kesukaannya.


"Iya memang, tapi terkadang aku berfikir seperti lebih menjadi pelayannya daripada sekertarisnya" sahutnya sambil melamun


"Tapi katamu CEO itu tampan bukan?! siapa tau dari sana nanti kamu bisa menjadi pelayan di ranjangnya tidak hanya jadi pelayan di kantor dan dapurnya saja!" seru Ale bersemangat


"Ish..... kamu kalau bercanda jangan sembarangan ya!" balasnya sambil mendorong bahu Ale dengan keras.


"Hahahahaha" tawanya "Terima kasih Pak" sahut Ale kepada tukang bubur yang mengantar pesanan mereka.


"Amit amit dech..... jangan sampe kejadian!" seru Rania sambil mengetuk ngetuk kepalan tangannya di tanah. "Wajahnya memang tampan tapi sikapnya itu sungguh dingin apalagi tatapan matanya yang tajam seakan akan ingin menerkam dan membunuhku seperti hewan buas melihat seekor mangsanya" lanjutnya sambil bergidik ngeri.


"Uhuk Uhuk Uhuk" Ale tersedak bubur yang sedang di makannya


"Makanya kalau lagi makan jangan ngomongin orang apalagi sampai menertawakannya. Lihat lah akibatnya" Rania tersenyum memberikannya minum sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Habis kau lucu, emang kau kerja jadi pawang di kebun binatang? Kenapa Boss mu kau sama kan dengan hewan buas" sahut Ale sambil menahan tawanya


"Sudah lah tidak usah membahasnya membuat hari ku yang cerah jadi kelabu. Cukup di kantor saja aku merasakan aura dingin dan menakutkan" lanjutnya sambil menghabiskan bubur yang masih tersisa.


Sementara itu Vero yang sedang berlari di atas treadmill di sebuah ruangan gym yang sangat berkelas di gedung apartemennya tiba tiba merasakan tengkuknya meremang. "Aku merasa seperti ada yang berbicara buruk tentang ku" gumamnya sambil melihat ke kiri dan ke kanan.

__ADS_1


...****************...


Di saat jam makan siang terlihat dua pasang anak muda sedang duduk menikmati makan siang di sebuah restoran ternama di mall STAR grup.


"Apa ada lagi makanan tambahan yang ingin kau makan?" tanya Vero kepada Putri


"Tidak aku sudah kenyang kak" balas Putri yang merupakan adik perempuan kesayangannya


"Baik lah, karena kita masih ada di mall bagaimana kalo kita jalan jalan?" tanyanya lagi


"Gimana kalau kita nonton saja kak? Kebetulan ada film baru yang ingin aku tonton tapi belum sempat karena tidak ada temannya" usul Putri lagi.


"Ok. Tunggu lah di luar karena aku akan membayar dahulu" sahut Vero sambil beranjak berdiri menuju meja kasir.


Setelah selesai mereka pun berjalan keluar berdampingan, dimana Vero memeluk pundak adik kesayangannya sedangkan Putri memeluk pinggang Sang kakak dengan manja. Sepanjang perjalanan menuju bioskop banyak mata yang menatap kagum kepada mereka seakan terhipnotis dengan ketampanan Vero yang hari itu mengenakan pakaian santai berupa kaos berkerah berwarna navy yang di padukan dengan celana levis berwarna senada dan ditambah kacamata hitam yang dapat meningkatkan aura ketampanannya. Sedangkan Putri mengenakan Dress santai selutut berwarna biru langit di padukan dengan sendal tali berwarna putih dan tas selempang berwarna senada dengan dressnya. Rambut panjangnya ia biar kan tergerai indah, sedangkan wajah cantiknya dipoles make up tipis. Mereka terlihat seperti pasangan serasi yang sedang menikmati kencan dengan penuh kebahagiaan.


"Kau ingin di pesan kan camilan apa?" tanya Vero sambil menunjuk area food yang banyak menjual camilan.


"Aku ingin popcorn gurih kak dan juga soda tentunya" balas Putri sambil tersenyum menampilkan deretan giginya yang putih dan rapih.


"Baik lah. Sekalian aku pesan kan burger dan kentang goreng untuk berjaga jaga jika kau lapar lagi saat menonton" sahut Vero


"Kakak ingin buat aku jadi gemuk dengan semua makanan itu?!" serunya dengan gaya merajuk.


"Hahaha. Badan mu itu terlalu kecil untuk ukuran seorang wanita" balas Vero sambil mengacak acak rambut Sang adik.


"Ish... kakak menyebalkan" ujar Putri sambil merapikan rambutnya.

__ADS_1


"Ya sudah. Aku pesan camilan dulu" sahut Vero sambil berjalan menuju area food.


Putri pun menunggu Sang kakak sambil duduk di sofa yang ada di bioskop tersebut. Untuk mengisi waktu saat menunggu Sang kakak maka Putri pun mengeluarkan HP dari tas nya dan mulai membuka media sosialnya untuk mengupdate kegiatannya di hari weekend ini.


Tak berselang lama pengumuman untuk panggilan masuk ke dalam bioskop pun telah berbunyi. Dengan bergegas sepasang saudara ini pun masuk ke dalam theater yang memutar film yang telah mereka pesan dan mulai menikmati jalan cerita film tersebut sambil tidak lupa memakan cemilan yang sudah mereka beli.


"Bagus sekali ya kak filmnya! Terima kasih kakak telah meluangkan waktu untuk mentraktir ku makan dan menonton film ini" seru Putri setelah keluar dari theater.


"Tidak masalah asal kan kau senang" balas Vero tersenyum "Apa kau masih ingin berjalan jalan atau pulang?" tanya Vero


"Sepertinya aku sudah lelah ingin pulang saja. Tapi sebelumnya beli ice cream yach kak" sahutnya sambil menatap Vero dengan menampilkan wajah manjanya.


"Baik lah Baik lah." balas Vero sambil mengacak acak rambut Sang adik dengan gemas.


Mereka pun lalu berjalan menuju store sebuah ice cream terkenal di mall tersebut. Di saat sedang menunggu pesanan ice cream di area depan,Vero mendengar Putri seperti memanggil nama yang Ia rindukan.


"Nia.....!" seru Putri


Dan Vero pun terkejut mendengar nama panggilan itu dan langsung berbalik untuk segera melihat ke belakang.


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🤩...


Mohon beri dukungan Vote dan Likenya ya semua...😊 Terima Kasih 🙏


Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2