
Rania pun menggeliat ketika merasakan hangatnya sinar matahari pagi yang menyentuh wajahnya. Ia pun meregangkan otot ototnya yang terasa sedikit kaku.
"Apakah tidur mu nyenyak?" tanya seseorang yang langsung membuatnya terkejut dan terduduk. Ia pun langsung tersadar dan menatap Vero yang sedang tersenyum memperhatikannya dari balkon luar kamar.
Ia pun langsung menarik selimut menutupi tubuhnya dan yang membuatnya lebih terkejut adalah ia tidur di atas ranjang. "Bukan kah semalam aku sudah tidur di atas sofa? Kenapa pagi ini aku terbangun di atas kasur ini? Apakah mungkin.....?!" gumamnya dalam hati dan langsung mengintip ke dalam selimut.
"Aaahhh... untung lah pakaian ku masih utuh" lanjutnya sambil menghembuskan nafas lega karena sesuatu yang di khawatirkannya tidak terjadi.
"Hahahahaha" Vero yang melihat tingkah lakunya dari jauh pun hanya bisa tertawa "Sudah lah jangan berfikir yang bukan bukan, bentuk tubuh mu masih seperti anak anak mana mungkin aku tergoda" lanjutnya sambil berjalan mendekat ke arah Rania.
"Lagi pula aku lebih suka jika melakukannya dengan orang yang sedang sadar, bukan dengan orang yang sedang bermimpi" ucap Vero sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Rania. "Sudah lah cepat bersihkan diri mu, kita sarapan terlebih dahulu sambil menunggu pakaian kita selesai di laundry" lanjutnya sambil berjalan menuju pintu.
Rania pun langsung menutup wajahnya karena malu akan fikirannya sendiri. Ia pun bergegas ke bathroom untuk membersihkan dirinya sebelum Bossnya menunggu terlalu lama. Sementara Vero menunggu di luar pintu sambil berdiri dengan senyum penuh kemenangan saat mengingat wajah Rania yang merona saat di godanya.
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
Mereka pun akhirnya menikmati sarapan mereka bersama dengan menu yang berbeda. Rania yang terbiasa sarapan dengan nasi pun mencoba menu nasi goreng seafood pedas yang terkenal di hotel tersebut. Sedangkan Vero memesan creamy chicken soup dengan roti gandum. Jika orang melihat mereka seperti itu tampak bagaikan pasangan orang yang sedang berbulan madu, karena mereka mengenakan kaos couple yang banyak di jual di toko souvenir sekitar penginapan pinggir pantai. Rania pun tidak terlalu memperhatikan bahwa pakaian yang ia kenakan serupa dengan pakaian Sang Boss.
"Segeralah berganti pakaian, aku akan tunggu di lobi" ucap Vero setelah mereka selesai sarapan dan memberikan Rania paper bag yang berisi pakaiannya kemarin.
"Baik Tuan, Terima kasih. Tapi Tuan akan berganti pakaian di mana?" tanya Rania yang melihat Vero juga menenteng satu paper bag lagi yang pasti berisi pakaiannya sendiri.
"Aku akan berganti pakaian di kamar mandi yang ada di dekat pemandian itu" jawab Vero sambil menunjuk ke arah luar.
"Tidak perlu sampai seperti itu Tuan. Kita bisa bergantian menggunakan bathroom di dalam kamar" ucap Rania yang merasa bersalah karena telah membuat Bossnya tersebut tidak nyaman.
__ADS_1
"Apakah kau itu ingin menggodaku?" balas Vero sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Rania dengan senyuman smirknya.
"Ti.. ti... tidak... bukan seperti itu maksud saya Tuan" ucap Rania tergagap sambil berjalan mundur untuk menghindari wajah Vero "Saya akan berganti pakaian dengan cepat Tuan" lanjutnya lagi dan bergegas dengan sedikit berlari menuju kamar.
"Hahahaha... sungguh menggemaskan wajahnya itu" ucap Vero sambil tertawa karena berhasil menggoda Rania lagi. Senyumannya masih tersungging di bibirnya saat ia berjalan untuk segera berganti pakaian pula.
Sementara bagi Rania tawa Bossnya yang seakan mengejek terus menemani hingga langkahnya sampai di balik pintu kamar. Ia pun berusaha menenangkan debaran di hatinya akibat wajah mereka yang berdekatan hingga membuat rona merah di wajahnya. Ia pun bergegas berganti baju agar tidak membuat Bossnya menunggu lama dan semakin menggodanya.
"Sudah tidak ada lagi yang tertinggal?" tanya Vero saat mereka bertemu di lobi dan akan check out.
"Tidak ada Tuan, saya sudah memeriksa secara seksama tadi di dalam" jawabnya yang sudah memastikan bahwa semua beres.
"Baiklah, sekarang ayo kita pulang" ucap Vero sambil berjalan ke meja resepsionis untuk menyelesaikan pembayaran.
Sementara Rania menunggu di luar dan menghabiskan waktu dengan mengambil beberapa foto pemandangan pantai yang indah yang bisa ia unggah di media sosialnya.
"Tidak perlu Tuan, foto foto ini sudah cukup" jawab Rania yang tidak ingin membuat Bossnya tersebut repot.
"Sudah lah kan tidak setiap hari kau bisa berfoto di pantai" ucap Vero lagi sambil merebut ponsel dari tangan Rania.
Rania pun akhirnya dengan terpaksa meninggalkan paper bag di dekat Vero, kemudian berjalan ke arah pantai. Dengan sedikit malu malu, ia pun mulai berpose di depan kamera.
"Apa kau tidak ada gaya lain? Kenapa kau tersenyum kaku seperti itu?Coba lah lebih rileks sedikit?" seru Vero dari kejauhan layaknya fotografer profesional.
Akhirnya Rania yang kesal mendengar teriakan Bossnya tersebut pun mulai bebas berekspresi tanpa ragu lagi. Vero pun tersenyum dari kejauhan melihat tingkah laku Rania yang bebas seperti itu. Hatinya merasakan kehangatan yang belum pernah di rasakannya selama ini.
__ADS_1
"Bagaimana hasilnya Tuan?" tanya Rania sambil mulai berjalan kembali, akan tetapi Vero mengangkat tangannya untuk memberi tahu agar ia tetap di tempatnya.
"Foto foto mu kurang sempurna karena kau sendiri saja Rani" ucap Vero saat telah tiba di hadapannya.
"Maksud Tuan apa?" tanya Rania bingung.
Tanpa aba aba Vero langsung memeluk pundaknya dan memotret mereka melalui kamera depan. Rania yang terkejut dengan tindakan Sang Boss hanya bisa terbegong tanpa bisa mengatakan apa pun. Vero yang melihat hasil foto tersebut pun tersenyum penuh kemenangan.
"Jangan coba coba berani menghapusnya!" perintahnya sambil mengembalikan ponsel tersebut kepada sang pemilik dan berlalu menuju parkiran tempat mobil mereka berada. Rania yang melihat foto tersebut hanya cemberut dan mengikuti Vero dengan langkah yang terlihat kesal. Sementara Vero pun hanya tersenyum penuh kemenangan mengingat bagaimana wajah Rania yang terkejut dengan mulut menganga di foto tersebut saat di peluk Vero yang tersenyum menawan.
Mereka pun melalui perjalanan kembali ke ibu kota dalam keheningan karena mereka sedang mencerna berbagai macam perasaan yang timbul di antara mereka selama perjalanan bisnis ini.
"Kau langsung beristirahat, meskipun ini hari libur jangan ke mana mana lagi karena besok kau harus bekerja dengan keras" ucap Vero setelah tiba di mess karyawan tempat Rania tinggal.
"Baik Tuan" balas Rania sambil menundukkan kepalanya.
"Tentu saja aku akan beristirahat karena tubuh ku ini masih lelah setelah kejadian kemarin" gumam Rania ketika mobil Sang Boss telah pergi berlalu dan ia pun bergegas masuk ke dalam.
❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣
Selamat Membaca semuanya...😊😊😊
...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...
Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Terima Kasih 🙏
__ADS_1
Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰
...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya... ♡Thanks!...