Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 51


__ADS_3

Pukul sebelas siang di sebuah ruangan VIP restoran mewah X.


Seorang wanita sudah duduk dengan santai di sebuah kursi di sana, ia sedang menunggu seseorang yang amat di pujanya. Ia sengaja datang sedikit lebih awal karena ingin mempersiapkan dirinya agar tampil cantik di hadapan pria tersebut. Ia juga tahu bahwa pria tersebut tidak bisa menoleransi sebuah keterlambatan. Tak berselang lama.


Sreeekkk!


Suara pintu di geser menandakan bahwa pria yang di tunggu nya telah tiba. Ia pun bergegas berdiri untuk menyambut Sang pria tersebut. Tapi sayang pria tersebut tak bergeming dan hanya menatapnya dingin.


"Aku tidak datang terlambat, tetapi kau yang datng lebih cepat jadi jangan salah kan aku jika kau terlalu lama menunggu" ucap pria tersebut sambil melihat jam tangan mewahnya.


"Aku tidak mempermasalahkannya, seberapa lama pun aku akan tetap menunggu mu Vero" balas Olivia sambil tersenyum manis. "Kau ingin pesan apa?" tanyanya lagi sambil membuka buku menu.


"Aku datang ke sini bukan untuk makan siang dengan mu, aku ingin berbicara dengan mu!" ucap Vero dengan dingin.


"Baik lah, tapi apa kah ia harus tetap berada di sini" balas Olivia mangarahkan pandangan matanya ke asisten Jeff yang setia berdiri di samping Vero.


Vero pun akhirnya memberi tanda dengan tangannya agar Sang asisten keluar dari ruangan tersebut. Jeff pun akhirnya pamit dengan menundukkan kepala dan segera pergi untuk menunggu Sang Tuan di luar pintu ruangan.


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan dengan ku Vero?" tanya Olivia lembut sambil menggenggam tangan Vero yang berada di atas meja.


"Aku harap kau bisa menghentikan perbuatan kasar mu terhadap Rania" jawab Vero tajam sambil menarik tangannya.


"Huuuh... jadi sekretaris mu itu mengadu pada mu? Apa saja yang dia katakan untuk memfitnah ku?" tanya Olivia sinis sambil bersidekap.


"Cukup! Rania tidak pernah mengadukan apa pun yang telah kau perbuat. Jadi jangan kau memutar balik fakta karena aku telah melihat semuanya" ucap Vero mulai kesal.


"Kenapa kau membela sekretaris itu? Apa kau telah termakan oleh godaannya?" tanya Olivia semakin sinis.


"Dengar Olivia! Aku tidak membela dia tapi tindakan mu sudah keterlaluan dan di luar batas? Memang kau ada masalah apa dengannya?" tanya Vero mendengar jawaban Olivia yang tidak masuk akal.

__ADS_1


"Tindakan ku yang mana yang menurutmu di luar batas? Aku hanya mengingatkannya agar tidak menggoda mu!" seru Olivia yang mulai terpancing emosinya.


"Tindakan mu kemarin siang, aku melihat semuanya melalui CCTV. Kau fikir aku bodoh dan tak tahu apa yang terjadi? Lagi pula apa masalah mu jika memang dia menggoda ku?!" jawab Vero masih tetap dengan sikap sinisnya.


"Aku kemarin hanya mengingatkannya saja karena berani sekali ia ingin makan siang dengan mu. Lagi pula aku tidak melakukan hal di luar batas. Jelas saja menjadi masalah ku, apa kau tidak mengerti?" ucap Olivia dengan santainya.


Vero semakin geram karena sikap Olivia yang merasa tidak bersalah seperti itu. "Itu karena ada Figo yang menahan mu, jika tak ada dia pasti kau sudah melewati batas mu! Aku pun tak mengerti apa masalah mu dengannya?" tanya Vero lagi.


"Masalah bagi ku karena ia mencoba menggoda mu! Kamu itu milik ku!" teriak Olivia sambil berdiri tak bisa lagi menahan amarahnya.


Braaak!


Vero pun memukul meja membuat Olivia sedikit mundur.


"Dengar ya Olive, dari dulu hingga sekarang sedikit pun aku tidak memiliki rasa kepada mu. Aku baik kepada mu selama ini karena Ayah mu!" seru Vero sambil menunjuk Olivia. "Ayah mu telah banyak membantu terutama untuk kesembuhan ibu ku. Jika bukan karena kebaikannya, aku mungkin tidak akan pernah dekat dengan mu" lanjut Vero dengan suara yang dingin dan kembali duduk di kursinya.


Olivia yang terkejut pun, kembali duduk dengan lemas di kursinya. "Aku tidak percaya apa yang kau katakan" ucap Olivia menggeleng geleng kan kepalanya sebagai tanda penyangkalannya.


"Kau berbohong kepada ku kan? Kau berkata seperti itu karena kau ingin aku menjauh demi cinta masa kecil yang kau cari?" tanya Olivia masih tidak percaya.


"Tidak aku mengatakan yang sebenarnya. Dan asal kau tahu, Rania itu adalah cinta pertama ku dahulu" jelas Vero yang semakin membuat Olivia shock tidak bisa berkata apa apa lagi.


"Jadi ku peringatkan kau! Jangan pernah ganggu Rania lagi ATAU aku akan membuat karir yang telah kau bangun hancur!" ucap Vero penuh penekanan. "CAMkan baik baik!" lanjutnya sambil berdiri dan pergi keluar.


"Anda tidak apa apa Tuan?" tanya Jeff saat di lihat Bossnya keluar dari dalam ruangan.


"Tidak. Ayo kita kembali ke kantor" ucap Vero sambil terus berjalan.


Aku tidak mungkin kalah dan tersingkir seperti ini. Tunggu saja, aku tidak akan tinggal diam!, batinnya sambil meremas buku menu di hadapannya.

__ADS_1


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Sementara Rania yang tidak tahu kejadian tersebut pun masih sibuk melakukan pekerjaannya, Di sela sela pekerjaannya itu ia pun menyempatkan untuk mencari berita seputar kejadian yang menimpa ayahnya. Ia melakukannya karena itu adalah pesan terakhir dari Ibunya.


Ia pun mulai mengumpulkan surat kabar yang terdapat di gudang STAR Grup, setelah sebelumnya meminta izin kepada divisi humas yang memiliki kewenangan. "Ternyata peristiwa itu terjadi saat pembukaan STAR Land" gumam Rania saat membaca salah satu berita di surat kabar.


Berapa terkejutnya ia ketika melihat salah satu surat kabar itu menampilkan wajah tersangka.


Ayah, batinnya.


Walaupun di foto itu orang tersebut memakai masker, tapi ia bisa mengenali sorot mata Sang ayah yang selalu di rindukannya. Ia pun kemudian membawa semua surat kabar tersebut untuk lebih di cermatinya saat di mess.


"Sedang apa Kau?" tanya Vero yang tiba tiba datang.


"Tidak ada Tuan. Saya sedang menyelesaikan pekerjaan saya" jawab Rania sambil buru buru menutup tumpukan surat kabar tersebut dengan dokumen dokumen yang ada di mejanya.


"Sudah saatnya makan siang. Ayo kita makan siang di luar, aku ingin berganti suasana baru hari ini" ucap Vero sambil mengetuk ngetuk jarinya di meja.


"Baik Tuan" jawab Rania pun bergegas memasukkan ponsel ke dalam tasnya.


Mereka pun berjalan menuju lift.


"Hari ini aku ingin makan di luar bersama Nia. Kau juga coba lah cari suasana lain" ucap Vero saat berpapasan dengan Sang asisten sebelum masuk lift.


Jeff pun hanya bisa menghela nafasnya saat melihat pintu lift yang tertutup di hadapannya.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Happy Monday.... Semangat beraktivitas dan membaca semuanya... 😉

__ADS_1


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate, Komen, hadiah dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏


__ADS_2