Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 36


__ADS_3

Setelah akhir pekan yang penuh kegalauan antara dua insan yang saling merindu, tiba lah hari di awal bulan dengan sinar mentari pagi yang cerah. Rania pun memantapkan diri untuk menerima apa pun konsekuensi yang harus diterimanya. Ia berjalan dengan langkah yang pasti menuju meja kerjanya, saat ia hendak menyalakan komputernya tiba tiba ponselnya pun berdering. Tertera nama 'Tuan Figo' di layar ponsel. Karena ia berfikir ini masih terlalu pagi dan sang Boss belum terlihat di ruang kerjanya, maka ia pun beranjak pergi ke lorong untuk mengangkat panggilan tersebut.


πŸ“ž 'Halo selamat pagi Rania' ucap Figo saat panggilan teleponnya telah tersambung.


πŸ“ž 'Selamat pagi juga Tuan Figo, ada keperluan apa anda menelepon saya pagi pagi seperti ini?' tanya Rania heran.


πŸ“ž 'Tidak ada apa apa, saya hanya ingin mendengar suara mu saja pagi ini' jawab Figo mencoba menggodanya.


πŸ“ž 'Maaf Tuan jika anda tidak ada keperluan lain, saya pamit untuk mulai bekerja Tuan' balas Rania yang ingin mengakhiri telepon itu segera sebelum sang CEO tiba di kantor.


πŸ“ž 'Tunggu Rani... saya ingin mengajak mu makan siang hari ini, jika kau tidak keberatan' ucap Figo tanpa basa basi sebelum panggilan tersebut terputus.


πŸ“ž 'Maaf Tuan tapi sepertinya saya tidak bisa makan siang dengan anda lagi' balas Rania


πŸ“ž 'Kenapa tidak bisa Rani?' tanya Figo yang mendapat penolakan dari Rania.


πŸ“ž 'Karena..... ' belum sempat Rania melanjutkan penjelasannya, ponselnya telah di rebut oleh seseorang dari arah belakangnya.


πŸ“ž 'Karena aku yang melarangnya pergi dengan mu atau orang lain. Ingat! mulai detik ini jangan pernah mencoba menghubungi atau mendekati Rania, karena ia adalah kekasih ku!' ancam pria tersebut dan langsung mengakhiri panggilan tersebut dengan sebelah pihak.


Figo hanya bisa menatap ponsel dan menghela nafas mendengar penuturan dari seorang pria di seberang sana yang sudah bisa dia tebak siapa orangnya. Ia pasti akan pusing ketika harus menjelaskan hal ini kepada seseorang nantinya.


Sementara itu Rania yang melihat dan mendengar secara langsung pembicaraan tersebut hanya bisa terkejut dan tanpa di sadarinya mulutnya ternganga akibat mendengar ucapan sang Boss.


"Tutup mulut mu itu, nanti lalat akan masuk" ucapnya sambil menutup mulut Rania dengan tangannya. Rania pun segera menutup mulutnya dan hanya bisa tersenyum malu. "Ingat ucapan ku tadi, kau itu sudah ku tandai sebagai milik ku!" ucap Vero tegas sambil menyentuh kening Rania dengan telunjuknya. "Sudah cepat lah kembali bekerja" lanjutnya sambil berbalik badan untuk pergi.


"Tapi Tuan, maaf..... " ucap Rania ragu ragu memanggil Bossnya itu.


"Ada apa lagi?!" tanya Vero kesal sambil berbalik badan menghadap Rania.

__ADS_1


"Bisa Tuan kembalikan ponsel milik saya" ucapnya pelan sambil tangannya menegadah meminta sesuatu kepada Vero.


Vero pun melihat tangannya yang ternyata masih memegang ponsel milik sekretarisnya tersebut. "Ini ambil lah. Aku pun tak ada niat untuk memiliki ponsel mu yang sudah ketinggal zaman ini" ucapnya menaruh ponsel tersebut ke tangan Rania dan segera berlalu untuk menutupi rasa malunya.


Rania pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah aneh sang CEO nya tersebut. "Walaupun sudah ketinggalan zaman setidaknya ponsel ini masih bisa berfungsi sesuai peruntukkan nya. Untuk apa aku membeli ponsel baru, jika yang lama saja masih bisa di gunakan" gumam Rania sambil berjalan ke arah yang berlawanan dengan sang Boss untuk segera melakukan pekerjaannya sebelum sang Boss kembali menegurnya dengan sikap anehnya itu.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Jam makan siang tiba, Rania pun bergegas pergi ke arah kantin perusahaan untuk menikmati makan siang. Di saat jam makan siang seperti ini, kantin sudah mulai di padati oleh karyawan yang ingin menikmati menu makan siang yang enak dan cukup sehat. Rania segera bergegas mengambil nampan dan mulai ikut mengantri bersama karyawan lainnya.


Saat tengah mengantri tiba tiba saja ponsel Rania pun berdering. Dengan segera di angkatnya panggilan tersebut yang ternyata berasal dari 'CEO Macan'.


πŸ“ž 'Halo... ada apa Tuan?' tanya Rania sesaat setelah mengangkat panggilan tersebut.


πŸ“ž 'Di mana kamu sekarang?' Vero balik bertanya tak sabar.


πŸ“ž 'Saya sedang di kantin Tuan' jawab Rania.


πŸ“ž 'Tentu saja untuk makan siang Tuan' ucap Rania sedikit kesal sambil terus maju mengikuti antrian di depannya.


πŸ“ž 'Baik lah jika begitu, setelah kau selesai mengantri bawa makan siang tersebut ke ruangan ku segera!" perintahnya pada Rania dan langsung mengakhiri panggilan tersebut.


"Dasar Boss aneh" gumam Rania sambil melihat ponselnya saat panggilan tersebut langsung putus tanpa memberinya kesempatan menjawab. "Sekarang apa lagi maunya dia itu" ucap Rania kesal karena jam makan siangnya sekarang terganggu.


Ia pun akhirnya meminta porsi double ketika tiba gilirannya untuk mengambil menu makan siang. Ia pun menjelaskan kepada penjaga kantin bahwa satu lagi untuk makan siang Sang CEO.


Sementara itu dari kejauhan tampak Vero tersenyum puas ketika ia melihat raut wajah Rania yang kesal saat jam makan siangnya terganggu.


"Tuan apakah kita akan pergi ke luar untuk makan siang?" Jeff pun yang bingung akhirnya bertanya kepada Boss nya tersebut.

__ADS_1


"Tidak. Aku akan makan siang di kantor ku" jawab Vero sambil pergi menuju lift kembali. "Kau pergi lah makan siang di luar jangan menggangu ku" ucapnya lagi ketika sang asisten mengikutinya menuju lift "Jika bisa makan lah lebih lama dari biasanya atau kau cari tempat yang jauh dari kantor ini" lanjutnya sebelum pintu lift tertutup dan bergerak menuju ke ruangan teratas gedung.


Tak berselang lama, tiba lah Rania di depan ruangan CEO. Karena nampan makanan tersebut berat dan penuh maka ia pun meletakkan makan siangnya terlebih dahulu di mejanya untuk di makannya nanti.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk lah" ucap seseorang dari dalam dan ia pun bergegas masuk dengan menahan pintu menggunakan kakinya sedangkan bahunya di gunakan untuk mendorong pintu bagian atas agar terbuka lebar hingga ia bisa masuk bersama nampan yang di bawanya.


"Kenapa kau lama sekali. Kau ingin membuat aku kelaparan!" seru Vero saat Rania menata makanan di atas meja.


"Maaf kan saya Tuan, tadi saya mengantri cukup lama" ucap Rania sambil tetap meletakkan makanan di meja. "Jika anda sudah tidak bisa menahan lapar kenapa tidak makan di luar saja seperti biasanya. Anda fikir jarak kantin dengan ruangan anda ini dekat" dalam hati ia bergumam karena kesal.


"Lalu di mana makan siang mu?" tanya Vero saat di lihat hanya ada satu set menu makan siang.


"Makan siang saya tadi saya letakkan di meja Tuan, biar nanti saya makan di pantry" jawab Rania menjelaskan.


"Itu tidak perlu, kita makan bersama di sini!" perintah Vero kepadanya.


Rania pun yang terkejut mendengarnya hanya bisa berdiri terdiam di hadapan Vero dengan tangan yang masih memegang erat nampan tersebut.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🀩...


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update πŸ˜‰ Terima Kasih πŸ™


...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya... β™‘Thanks!...

__ADS_1


Love Love Love buat kalian semua πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2