Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 39


__ADS_3

Sore itu mereka nikmati sambil menatap indahnya senja di taman, walaupun tanpa banyak kata yang terucap tapi hati mereka seolah sudah berbicara melalui tatapan mereka.


"Kau ingin ke mana lagi setelah ini?" tanya Vero di sela mereka sedang makan.


"Saya ikut saja Tuan ingin pergi ke mana" jawab Rania karena ia pun tak tahu ke mana arah tujuan mereka pergi sedari awal.


"Berarti jika aku ajak kau ke hotel saat ini, maka kau pun akan ikut saja?!" ucap Vero mencoba untuk menggoda Rania.


"Uhuk... Uhuk... Uhuk..." Rania pun yang terkejut mendengarnya langsung tersedak karena ia saat itu sedang makan sesuatu yang cukup pedas, ia pun menepuk nepuk dadanya untuk mengurangi rasa pedih akibat makanan tersebut.


"Hahahahahaha..." Vero pun tertawa dengan keras sambil menyerahkan botol air mineral yang telah dibukanya kepada Rania.


Rania pun menerimanya sambil menundukkan kepalanya, lalu langsung meneguk separuh minuman tersebut. 'Ternyata ia bisa tertawa lepas seperti itu juga, bahkan ia jauh lebih tampan dan terlihat membumi jika seperti itu' batinnya.


"Sudahlah jangan menatap ku seperti itu. Aku hanya bercanda dengan ucapan ku tadi itu" ucap Vero sambil tersenyum saat melihat tatapan kesal dari Rania. "Jika kau sudah selesai dengan makanan mu, mari kita jalan jalan lagi" lanjutnya sambil berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Rania.


Rania pun ragu ragu untuk menerima uluran tersebut, akan tetapi karena Vero terus menggoyangkan tangannya di hadapannya maka dengan terpaksa ia pun menerima uluran tangan tersebut untuk membantunya berdiri. Mereka pun akhirnya berjalan menuju mobil mereka terparkir sambil bergandengan tangan. Semakin keras usaha Rania melepaskan tangannya, maka semakin kencang juga genggaman Vero di tangannya seakan ia ingin menunjukkan tanda kepemilikannya kepada semua orang yang berada di taman tersebut.


Ketika telah sampai di depan mobil, maka Vero pun membuka kan pintu untuk Rania sebelum ia sempat membukanya sendiri.


"Terima Kasih Tuan" ucap Rania sambil menundukkan kepala dan segera masuk ke dalam mobil.


Setelah memastikan Rania duduk dengan nyaman di kursi penumpang, ia pun memutari mobil untuk kemudian duduk di balik kemudi. Mereka pun akhirnya kembali berkendara dalam diam seakan mereka berkomunikasi melalui hati mereka. Sebenarnya Rania ragu untuk memulai pembicaraan di luar pekerjaan karena ia takut jika salah dalam bersikap, sedangkan Vero masih terus berusaha menenangkan jantungnya yang terus saja berdebar tanpa hati selama kencan mereka ini.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Akhirnya setelah berkendara tanpa arah tujuan, mereka pun berhenti di sebuah kafe yang cukup ramai di akhir pekan karena kafe ini terkenal di kalangan anak muda zaman now yang suka mencari tempat instragamable.


Mereka pun menemukan sebuah tempat duduk kosong di pojok yang menghadap sebuah jendela.


"Kau duduk lah di sana sebelum semakin ramai, nanti aku yang akan memesan" ucap Vero dan segera berlalu untuk mengantri memesan menu sebelum antrian semakin panjang. Rania pun langsung duduk di meja kosong tersebut sebelum di tempati pengunjung lain.

__ADS_1


Ketika sedang menunggu Bossnya memesan, Rania yang sedang melihat indahnya malam melalui jendela tiba tiba di kejutkan oleh sebuah sapaan dari seseorang.


"Kau! Kau Rania bukan?!" tanya seorang pria tiba tiba menghampiri mejanya.


"Hmmm...Maaf tapi anda siapa ya?!" ucap Rania yang bingung siapa pria yang menyapanya tersebut.


"Aku Fikri, teman sekelas saat SD dulu. Aku yang selalu duduk di belakangmu. Apa kau lupa?" ucap pria tersebut menjelaskan.


Rania pun berfikir sambil membuka memori di otaknya untuk mengingat pria tersebut, tak lama kemudian ia pun berkata "Aaahhh... Kau Fikri yang itu? yang selalu memberiku separuh roti coklat milik mu?" Rania pun kembali mengingat masa masa kecilnya dahulu.


"Iya betul. Apa kabarmu?!" ucapnya sambil berusaha mendekat ke arah Rania.


"Kabarnya baik baik saja" seseorang menjawab pertanyaan tersebut dan langsung berada tepat di tengah tengah mereka.


"Maaf, tapi anda siapa? Kenapa menggangu pembicaraan kami?" ucap Fikri yang tak terima ada yang menghalangi ia seperti ini.


Vero pun lalu mengulurkan tangannya "Perkenalkan saya kekasih Rania" ucapnya tanpa ada keraguan.


"Baiklah jika begitu, apabila keperluan anda sudah selesai silahkan tinggal kami karena saya tidak ingin kencan kami terganggu" ucap Vero tanpa memberikan kesempatan Rania untuk menjelaskan.


Fikri yang merasakan pengusiran secara halus pun beranjak pergi "Baik aku tidak akan menggangu lagi. Jika begitu aku permisi Rania" ucapnya sambil berlalu.


Rania pun hanya bisa menganggukkan kepalanya tanpa bisa menjelaskan kesalahfahaman yang terjadi.


"Kenapa Tuan berkata seperti itu? Bagaimana jika orang salah faham jika mendengarnya?" tanya Rania saat mereka sudah duduk.


"Salah faham bagaimana? Bukankah itu fakta bahwa kau kekasih ku?" jawab Vero santai.


"Tapi saya kan belum membalas perasaan anda Tuan!" seru Rania kesal.


"Itu hanya masalah waktu hingga kita resmi jadi sepasang kekasih" ucap Vero lagi dengan santai sambil bersandar di kursinya.

__ADS_1


Rania yang ingin membalas perkataan Bossnya tersebut terhenti ketika pelayan membawakan pesanan mereka. Rania pun hanya bisa menghela nafas berusaha menenangkan dirinya.


"Minum dahulu coklat panas mu itu agar kau tenang" ucap Vero sambil menghirup kopinya.


'Kenapa mudah sekali ia mengatakan hal hal seperti itu tanpa beban' gumam Rania dalam hati sambil menyesap minuman coklatnya itu.


"Bagaimana perkembangan mu mencari cinta pertama mu itu?!" tanya Vero tiba tiba tanpa merasa bersalah melihat Rania masih kesal.


"Semuanya berjalan lancar, mungkin sebentar lagi saya akan menemukannya" ucap Rania berbohong karena ia tidak ingin Bossnya itu merasa tambah di atas angin karena ia belum ada kemajuan apa pun dalam pencariannya selama ini.


"Hmmm...begitu ya" ucap Vero sambil memperhatikan perubahan sikap Rania yang beralih menyantap cake stroberi keju yang juga di pesan oleh Vero. 'Ternyata pintar sekali ia menyembunyikan kebenaran dari ku. Baik lah kita lihat sampai kapan kau bersikap seperti ini. Karena cepat atau lambat kau akan jadi milik ku' batin Vero.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


"Haaah...melelahkan sekali hari!" seru Rania sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur setelah tadi ia di antar pulang oleh Vero.


"Bagaimana ini, sampai kapan aku harus menjalani semua ini? Apa yang akan terjadi jika nanti akhirnya aku tidak bisa menemukanmu dalam batas waktu yang seakan berlari. Kakak di mana kau berada? Apa kau tidak merindukan ku?" ia bergumam sambil menatap langit langit kamarnya seolah mencari jawaban dari pertanyaannya.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Happy Monday All.... Semangat beraktivitas lagi guys... 😉


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏


...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya... ♡Thanks!...


Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2