Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 47


__ADS_3

"Baik lah, ibu tinggal masuk dulu ya. Nanti ikut makan malam bersama kami ya Nak Putra" ucap Ibu Wati sambil berlalu, ia tidak terlalu memperhatikan wajah Rania yang pucat akibat terkejut mendengar panggilan tersebut.


Rania pun hanya bisa terdiam tanpa bisa berucap apa pun karena seluruh tubuhnya gemetar menahan amarah dan kekecewaan yang ada di hatinya. Terlebih lagi ia melihat bahwa Bossnya itu masih bersikap santai, tanpa ada raut terkejut sedikit pun di wajahnya. Ia masih bisa tersenyum seakan selama ini dia sudah tahu segalanya.


Rania pun kemudian berbalik untuk pergi sebelum air matanya tumpah di sana. Akan tetapi ia terkejut ketika tangannya di cengkeram dari belakang oleh seseorang.


"Tunggu Nia! Kita harus bicara!" seru Vero menahan Rania untuk pergi.


"Lepas kan Tuan! Anda menyakiti saya" ucap Rania dengan geram.


"Baik lah" ucap Vero sambil mengangkat kedua tangannya "Tapi aku mohon dengar dulu penjelasan ku" lanjutnya lagi.


"Penjelasan apa lagi Tuan? Apa kah Anda belum puas sudah mempermainkan perasaan saya selama ini?" ucap Rania sambil berlari dengan berurai air mata.


Vero pun terdiam di tempatnya, ia tidak pernah menduga bahwa Rania akan begitu terluka dengan semua kejadian ini. Ia berfikir bahwa pada akhirnya Rania akan berbahagia bahwa orang yang di cintainya dulu dan sekarang adalah orang yang sama.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Rania pun terus berlari hingga ia tiba di kamarnya, kemudian ia pun menangis di atas ranjangnya. Ale yang melihat Rania menangis pun mengikutinya ke dalam kamar.


"Apa yang terjadi pada mu Nia?" tanya Ale saat sudah di samping sahabatnya.


"Sudah lah kau tidak usah pura pura peduli!" seru Nia sambil bangkit berdiri "Kau sudah tau semuanya dari awal kan? Bahwa kakak mu lah orang yang aku cari selama ini!" ucap Nia kesal kepada sahabatnya.


"Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti!" balas Ale sambil menggelengkan kepalanya.


"Kalian senang bukan sudah mempermaikan perasaan ku seperti ini?!" seru Rania sambil memukul dadanya yang terasa sakit memikirkan semua kebohongan itu.

__ADS_1


"Nia sadar lah. Kenapa kau seperti ini?!" ucap Ale sambil memeluk sahabatnya dan ikut menangis pilu.


"Lepaskan! Pergi lah kau, aku tak mau melihat mu" ucap Rania lagi sambil membalikkan badanya memunggungi Ale.


Vero yang baru tiba melihat kejadian itu pun mengajak adiknya untuk pergi.


"Tapi kak... " ucap Ale sambil menatap kakaknya sendu, tapi hanya di balas oleh gelengan kepala.


"Bu kami permisi dulu, lain kali saja kita makan malam bersama" ucap Vero pamit kepada Ibu Wati.


"Loh... ada apa masalah apa? Kenapa kau menangis Ale?" tanyanya heran.


"Tidak apa apa Bu. Lebih baik ibu tenang kan Nia saja di dalam" ucap Vero dan langsung bergegas pulang.


"Sudah jangan menangis lagi Putri, nanti kakak ceritakan semua saat di rumah" ucap Vero dalam perjalanan menenangkan adiknya yang masih terus terisak.


Rania pun yang mendapat perlakuan lembut dari Ibu asuhnya tersebut semakin kencang menangis di pelukannya. Ibu Wati pun hanya bisa mengelus punggungnya dan menanti dengan sabar hingga tangisan itu reda dengan sendirinya.


Setelah Rania bisa meredakan tangisnya, ibu Wati pun menuntunnya untuk duduk di tepi ranjang. Ia menanti Rania menceritakan masalah yang membuatnya begitu sedih.


"Sejak kapan ibu tahu bahwa kakak Ale adalah kak Putra?" tanya Nia membuka percakapan.


"Ibu bertemu kembali saat sedang membantu Oma di rumah, kau ingat saat Ale membagikan hadiah untuk adik adik mu dari luar negeri? saat itu lah ibu tak sengaja melihatnya. Jujur ibu pun terkejut dan tak menduga bahwa ada kebetulan seperti ini" jawab Ibu Wati menjelaskan.


"Apa kah Ale mengetahui hal itu sebelumnya bu?" tanya Nia lagi.


"Hmmm... sepertinya ia pun tak tahu bahwa kakaknya adalah orang yang selama ini kau cari, jika ia tahu pasti sudah memberitahu mu. Kalian itu sudah berteman sejak lama jadi kalian pasti tahu jika salah satu dari kalian berbohong" ucap Ibu Wati menasehati anak asuhnya itu.

__ADS_1


"Tapi kenapa kau malah bersedih dengan pertemuan yang sudah lama kau nanti selama ini? Apa ada sesuatu yang tidak Ibu ketahui telah terjadi?" lanjutnya saat melihat Rania hanya terdiam.


"Sebenarnya Ia adalah Boss di perusahaan tempat Nia kerja Bu. Ia juga sudah pernah menyatakan rasa sukanya kepada Nia, tapi Nia tidak menerimanya karena hati Nia masih terpaut dengan kakak. Jika mendengar dari cerita Ibu, ia pasti telah mengenali ku saat berkunjung ke sini. Tapi kenapa ia berbohong kepada Nia Bu? Apa ia hanya ingin mempermainkan perasaan Nia saja Bu?" jelas Rania sambil kembali menangis.


"Jujur Ibu pun tidak mengerti kenapa ia tidak mengatakan hal yang sebenarnya kepada mu. Tapi Ibu yakin ia pasti memiliki sebuah alasan yang baik hingga ia menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan semuanya dengan jujur. Jadi Ibu ingin kamu mencoba mendengar alasannya sebelum kau mengambil sebuah keputusan. Ibu tak ingin sampai kau menyesal Nia" ucapnya mencoba menjelaskan dari sisi yang lain.


Rania pun hanya terdiam mendengar penuturan sang ibu asuh tersebut. Ia pun meremas kedua tangannya sambil berfikir.


"Ya sudah kau beristirahat lah, nanti ibu panggil jika sudah saatnya makan malam" ucap Ibu Wati sambil berdiri "Oh ya... Ibu harap kau tidak berfikir buruk tentang Ale, karena sepertinya ia pun tidak tahu apa apa. Cepat lah berbaikan karena kalian itu selalu bersama sejak dulu" lanjutnya lagi sebelum menutup pintu kamar Nia.


Rania pun lalu menghempaskan tubuhnya di pembaringan, menatap langit langit kamarnya yang putih polos.


"Kenapa selama ini aku tidak pernah menyadarinya?" gumam Rania kepada dirinya sendiri. Selama ia bekerja di perusahaan STAR Grup, ia sudah berulang kali melihat berbagai macam dokumen yang harus di tanda tangani oleh Bossnya tersebut. 'Cavero P. Wijaya' hanya itu lah nama yang ia ketahui.


Lalu ia pun mengambil ponselnya untuk kemudian melakukan pencarian terkait STAR Grup. Ia pun terkejut saat mengetahui apa yang di fikirkannya benar adanya.


"Cavero Putra Wijaya. Calestra Putri Wijaya" ucapnya membaca apa yang di tampilkan dalam mesin pencarian G**gle.


"Aaahhh... apa yang harus aku lakukan Ibu" ucapnya frustasi sambil membenturkan pelan kepalanya ke atas meja.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya... ♡Thanks!...


__ADS_2