Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 22


__ADS_3

Tower STAR Grup


Pagi ini Vero datang dengan suasana hati yang bagus sesuai cuaca di pagi ini yang cerah, akan tetapi semua itu sirna saat Ia melihat Rania dan menyadari bahwa telah terjadi sesuatu kemarin.


"Apa yang terjadi dengan tangan mu?" tanya Vero tajam sambil memegang tangan Rania yang terluka. Sebenarnya Ia ingin menggunakan blouse atau blazer lengan panjang untuk menutupi lukanya tersebut, akan tetapi itu semakin membuat lukanya tidak nyaman karena bergesekan dengan bahan baju tersebut.


"Tidak apa apa Tuan, saya hanya terjatuh kemarin" jelas Rania sambil menundukkan kepala.


"Kau itu kan bukan anak kecil lagi tapi kenapa bisa terluka seperti itu?" balas Vero geram.


"Maaf kan saya Tuan, saya kurang hati hati kemarin" ucap Rania lagi.


"Jangan sampai terluka lagi karena... " Vero tiba tiba berhenti untuk melanjutkan perkataannya.


"Karena apa Tuan?!" Rania dan Jeff bertanya secara bersamaan karena mereka penasaran apa yang selanjutnya akan Boss mereka katakan.


"Karena biaya rumah sakit mahal" ucap Vero asal dan langsung berlalu masuk ke dalam ruangannya.


Rania dan Jeff yang bingung hanya bisa saling menatap mencoba mencerna apa yang di katakan Bossnya itu.


"Hampir saja aku keceplosan" gumam Vero saat telah masuk ke dalam ruangannya sambil memperhatikan Rania dengan raut wajah yang sendu.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


"Tunggu!" seru Rania sambil berlari mengejar lift yang akan segera menutup.


"Hosh... Hosh... Hosh... Terima Kasih" ucapnya sambil mengatur nafasnya yang tersengal karena berlari.


"Rania?!" sahut pria yang ada di dalam lift.


"Tuan Figo!" ucapnya terkejut saat melihat siapa yang ada di dalam lift.


"Sedang apa kau di sini?" tanyanya lagi sambil memperhatikan penampilan Rania yang terlihat berbeda hari.


"Saya bekerja di gedung ini Tuan" balasnya sambil menunjukkan name tag yang tergantung di lehernya.


"Ooooo pantas saja kau lebih rapi hari ini" ucap Figo sambil menunjuk Rania yang hari ini menggunakan kemeja dan rok selutut berwarna coklat dengan heels tiga cm berwarna senada. Tidak lupa rambut panjangnya di gelung agar terlihat rapi dengan sedikit make up tipis di wajahnya.


"Jika penampilan saya berantakan maka saya tidak bisa bertahan lama di perusahaan ini Tuan" balas Rania sambil tersenyum kembali.


"Iya juga ya" ucap Figo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Kau bekerja di bagian apa?!" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Saya bekerja sebagai sekertaris CEO Star Grup Tuan" jelas Rania "Ada keperluan apa Tuan datang ke mari?" tanya Rania balik.


"Aku ada pertemuan di sini" ucap Figo tanpa memberitahu lebih rinci.


Ting... pintu lift pun terbuka


"Saya permisi duluan Nona Rania. Senang bertemu dengan mu lagi" ucap Figo pamit karena telah sampai di lantai tujuannya.


"Baiklah semoga sukses dengan pertemuan anda Tuan" balas Rania sambil menundukkan kepala.


Figo pun hanya membalas dengan senyuman dan segera berlalu.


"Di mana aku pernah melihatnya sebelum ini ya?" gumam Rania sambil berfikir keras "Karena wajahnya seperti tidak asing bagiku" lanjutnya sambil berusaha mengingat hingga sampai di meja kerjanya.


Ketika tiba di meja kerjanya, Rania melihat ada sebuah memo yang di tempelkan di layar monitor komputernya.


...*Siang ini Aku ada rapat mendadak di luar....


...Pulang lah tepat waktu tidak perlu menunggu ku*...


Seperti itu isi pesan yang pasti di tulis oleh Sang CEO.


"Sungguh tinggi tingkat kepercayaan dirinya. Jika bukan atasan ku maka untuk apa juga aku menunggunya" gumamnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Ia pun langsung melanjutkan pekerjaannya yang masih belum selesai.


Bruk...


"Aduh maaf saya tidak sengaja" ucap seorang pria karena telah menabrak Rania tanpa sengaja ketika berpapasan di depan lobi.


"Sudah tidak apa apa" balas Rania berusaha berdiri dan membereskan barang barangnya yang berantakan akibat terjatuh tadi.


"Nona Rania?!" seru pria tersebut sambil membantu Rania berdiri.


"Anda lagi ternyata Tuan Figo" ucap Rania sambil tersenyum.


"Wah... kita sepertinya di takdirkan bersama karena beberapa kali kita selalu berpapasan tanpa di rencanakan. Mungkin ini yang di sebut Takdir Cinta" balas Figo sambil menebar senyum yang menambah pesonanya.


"Hahahaha... ada ada saja anda ini Tuan" ucap Rania tertawa.


"Tapi siapa tau itu benar kan?!" balas Figo sambil ikut tertawa bersama.


Disaat yang bersamaan Vero yang baru saja menyelesaikan rapatnya pun tiba di lobi dan melihat pemandangan yang tidak enak di matanya. Ia pun bergegas berjalan untuk menghampiri mereka.

__ADS_1


"Apa yang sedang kalian lakukan?" terdengar suara bariton bertanya dari arah belakang mereka.


Mereka pun menengok secara bersamaan ke arah suara tersebut. Rania pun menatap heran kepada Bossnya sedangkan Figo terlihat biasa saja saat mendapatkan tatapan tajam dari Vero.


"Tuan bagaimana rapat hari ini?" Rania berusaha memecah keheningan di antara mereka.


"Semua sudah selesai. Kau ikut aku!" perintah Vero kepada Rania.


"Tapi ke mana Tuan?" tanyanya bingung, akan tetapi Vero tidak menjawab dan langsung menarik tangan Rania pergi.


"Sampai jumpa lagi Tuan Figo" ucapnya sambil tersenyum kepada Figo sebelum ia di tarik menjauh oleh Vero.


Figo pun hanya bisa tersenyum dan membalas dengan lambaian tangan saja. Sedangkan Jeff dengan bingung tetap mengikuti Tuannya dari belakang sambil menggelengkan kepalanya heran.


Sementara dari arah sudut lain tampak seorang wanita sedang memperhatikan kejadian di antara mereka dari kejauhan.


"Aku harus bisa memanfaatkan situasi yang ada di antara mereka" gumamnya sambil memikirkan sebuah rencana di dalam otaknya.


Vero menarik Rania masuk ke dalam mobil dan langsung berpaling ke arah Jeff


"Berikan kunci mobilnya. Kau selesaikan pekerjaan yang tertunda" perintahnya kepada Sang Asisten.


"Baik Tuan" jawab Jeff dengan raut wajah datar.


Seketika mobil pun melesat membelah jalan ibu kota yang mulai ramai oleh para pekerja yang baru saja selesai bekerja. Mobil pun akhirnya berhenti di sebuah danau yang terdapat di tengah taman. Vero pun langsung turun dari mobil sambil membanting pintu. Rania pun yang bingung keluar mengikutinya ke arah danau tersebut.


"Bukan kah sudah aku bilang jangan tersenyum kepada pria lain!" seru Vero geram menahan amarah.


"Bisa jelaskan mengapa Anda melarang ku tersenyum Tuan?" tanya Rania bingung akan perintah Bossnya tersebut.


"Karena...... " ucap Vero ragu sambil menatap Rania.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel ini dengan memberikan Vote dan Likenya dari kalian para pembaca semua...😊 Terima Kasih 🙏


Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya... ♡Thanks!...


__ADS_2