Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 48


__ADS_3

Keesokan harinya saat Rania sedang duduk merenung di ayunan, tiba tiba seseorang datang dan langsung duduk di sampingnya. Ia yang terkejut pun langsung menengok dan hendak berdiri untuk pergi pun tidak bisa karena tangannya di cengkeram untuk mencegahnya menjauh.


"Duduk lah, Kita perlu bicara Nia" ucap Vero memandangnya dan tak melepaskan tangan Rania.


"Lepas kan dulu tangan anda dari saya Tuan" balasnya dengan dingin.


Vero pun melepaskan cengkeraman nya dan menepuk ayunan di sebelahnya agar Rania kembali duduk di sana. Tanpa banyak bicara Rania pun duduk dengan raut wajah tak terbaca.


"Aku bingung harus mulai dari mana" ucap Vero mencoba memulai obrolan setelah terdiam lama.


"Bisa anda mulai dari kebohongan yang anda lakukan Tuan" jawab Nia seakan menyindir Vero.


Vero yang frustasi mendengarnya pun hanya bisa mengusap wajahnya.


"Pada awal kau bekerja di STAR Grup aku tidak pernah menduga bahwa kau adalah Nia, gadis kecil yang ku kenal saat berkunjung ke sebuah panti asuhan bersama mami. Tapi jujur saat aku menatap mata mu pertama kali aku sudah merasakan sesuatu, seakan hati ku tergerak kepada mu. Saat itu lah aku melihat resume mu dan merekrut mu sebagai sekretaris ku" Vero memulai ceritanya. "Saat pertama aku melihat resume mu, aku berfikir kau bukan orang yang sama karena alamat panti yang kau tulis berbeda. Aku pun akhirnya melepas kecurigaan ku kepada mu, harusnya saat itu aku menggali lebih dalam lagi" lanjutnya dengan penuh penyesalan.


"Kemudian entah mengapa kehadiran mu seperti magnet yang menarik hati ku yang dingin. Sikap mu yang selalu ceria dan tersenyum saat aku memberikan perintah membuat hari ku lebih berwarna. Bahkan meskipun perintah dari ku terkesan aneh dan di buat buat" ucap Vero saat mengingat semuanya.


"Aku melakukannya kan karena anda adalah CEO saya Tuan, jika tidak mana mungkin saya mau melakukannya dengan sukarela" gumam Rania sinis.


Vero yang mendengarnya pun hanya bisa terdiam sambil tersenyum getir. "Entah sejak kapan perasaan ku pada mu mulai berubah. Aku merasakan sesak jika melihat kau tersenyum manis dengan pria lain, aku merasa hati ku seakan membara menahan amarah saat kau pergi dengan pria lain tanpa sepengetahuan ku. Saat itu lah aku mulai menyadari perasaan ku yang sudah jatuh cinta padamu, tapi karena fikiran ku masih di penuhi oleh bayangan gadis kecil yang juga telah merebut perhatian ku dulu. Aku pun menjadi frustasi dan di saat yang bersamaan adik ku mengajak aku berkunjung ke rumah Opa dan Oma. Aku pun berfikir bahwa itu baik bisa sejenak menjauhi dari sosok mu" ia pun berhenti sesaat.


"Saat itu lah aku kebetulan bertemu Ibu Wati di rumah bersama Oma. Saat aku berkunjung tanpa sengaja aku pun melihat foto mu bersama Putri dan aku juga baru tahu bahwa ia di kenal dengan nama lain" ungkap Vero jujur.


"Jadi selama kita berkencan anda sudah tahu siapa saya?!" seru Rania terkejut. "Betapa mudahnya anda mempermainkan perasaan orang lain Tuan" lanjutnya dengan mata yang berkaca kaca.


"Bukan maksud ku mempermainkan perasaan mu Nia, aku hanya ingin kau merasa nyaman dan bisa menerima diri ku yang sekarang Nia. Aku tidak ingin kau terus terikat di masa lalu. Aku sudah bertekad untuk membuat mu jatuh cinta pada ku lagi seperti dulu" ucap Vero menggenggam tangan Rania.


"Lalu kapan anda berniat untuk jujur tentang semuanya Tuan?" tanyanya lagi sambil menahan air mata yang sudah berada di pelupuk matanya.


"Tepat sebulan kita berkencan! Aku sudah berniat untuk mengatakan yang sebenarnya saat kesepakatan kita berakhir, karena aku yakin kau memiliki rasa yang sama dengan ku Nia" ucap Vero bersungguh sungguh sambil menatap ke dalam mata indah Rania.


"Tapi aku seperti orang yang kehabisan akal saat kau pergi menghilang tanpa kabar apa pun. Oleh sebab itu aku mengubah rencana ku untuk menemui mu di sini bertepatan dengan adik ku yang ingin pulang berlibur ke sini" Vero menjelaskan alasan ia datang.


'Aku kan cuma cuti satu hari, bukan menghilang. Ia kan tahu keadaan yang sebenarnya', batin Rania.

__ADS_1


"Jadi mau kah kau memaafkan ku? Bisa kah kita mulai lagi dari awal semuanya?" tanya Vero


'Bagaimana ini? Apa kah aku harus memaafkannya? Sebagian hati ku masih sakit karena kebohongannya! Tetapi sebagian hati ku ingin menerimanya kembali!', batin Rania


"Aku mohon Nia! Aku tidak ingin kehilangan orang yang ku cintai untuk kesekian kalinya" ucapnya memohon saat di lihat Rania terdiam dan mulai menitikkan air matanya.


'Ingat lah satu hal Nia, menyimpan dendam hanya lah akan membuat hati mu semakin sakit dan memperdalam penderitaan yang sudah kau rasakan dalam hati mu itu', Rania tergiang kembali ucapan sang ibu dahulu sebelum meninggalkannya di panti asuhan.


"Baik lah Tuan saya akan memaafkan anda, walaupun rasa sakit akibat kebohongan anda masih belum hilang" jawabnya sambil menangis.


Vero pun langsung menarik Rania ke dalam pelukannya, "Terima kasih Nia karena kau telah memberi ku kesempatan sekali lagi untuk mencintaimu" ucapnya. Ia pun menangkup wajah Rania dan menghapus air matanya "Aku berjanji akan menggantikan rasa sakit mu itu dengan kebahagiaan" janjinya kepada Rania dan kemudian menciun keningnya denga lembut.


"Tapi bisa kah kau merubah panggilan mu itu terlebih dahulu?" tanya Vero sambil mendekap Rania.


"Hahahaha maaf kak tapi aku sudah terbiasa dengan panggilan tersebut" jawab Rania seraya tertawa, sementara Vero hanya bisa menghela nafas kesal.


"Lalu dimana Ale sekarang?" tanya Nia sambil mengusap sisa air matanya.


"Ia ada di rumah, sedang merajuk di dalam kamarnya karena aku. Ia marah pada ku karena telah membuat sahabat tersayangnya menangis dan menjauhinya" jawab Vero sambil menggenggam tangan Rania.


"Ayo aku temani" ucap Vero berdiri mengikuti Rania.


Mereka pun akhirnya berjalan bersama untuk menemui Ale, setelah sebelumnya berpamitan dengan Ibu Wati. Ia yang melihat mereka sudah bisa menerima keadaan pun tersenyum.


Kasih sudah ku akui


Semua salahku padamu


Beri aku kesempatan


Untuk buktikan cinta...Setia padamu lagi


Maaf.....maafkan diriku


Yang telah membuat hatimu terluka

__ADS_1


Hanya kau cintaku


Ku tak pernah pikir tuk pergi darimu, Walau hanya sekejap saja


Jangan pernah kau berpikir


Untuk tinggalkan diriku


Beri aku kesempatan


Untuk buktikan cinta...Setia padamu lagi


Kan kupeluk dirimu...Takkan kulepas lagi


Untuk buktikan cintaku


Kan kuhapus lukamu...Akhiri semua ini


Hanya untukmu


Ja**njiku...janjiku padamu


Tuk mencintaimu sekali dalam hidupku


Kasihku dengarkan...Hanya engkau yang bisa temani hidup ini


Sampai akhir usia kita.....


(Lirik by Rio Febrian - Maafkan)


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...

__ADS_1


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate. Komen dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏


__ADS_2