Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 62


__ADS_3

"Mami?!" tanya Vero heran saat melihat ibunya ada di luar ruangan ICU.


Mungkin kah hal buruk terjadi pada Putri?, batin Vero cemas.


"Vero!" seru ibunya sambil memeluk putra yang menghampirinya.


"Kenapa Mami ada di luar? Apa yang terjadi pada Putri Mi?" tanya Vero lagi karena sang ibu memeluknya sambil menangis.


"Tadi saat Mami sedang membersihkan tubuh Putri sambil mengajaknya berbicara, tiba tiba Mami melihat bahwa jari jari Putri bergerak. Bahkan Mami melihat bahwa kelopak matanya seperti ingin terbuka. Tetapi Mami belum sempat memanggil dokter, alat monitor jantung Putri berbunyi dan menunjukkan pergerakan irama jantung yang menurun. Dokter dan suster pun langsung berdatangan, Mami di suruh oleh mereka untuk menunggu di luar ruangan selama mereka menangani Putri" jelas Mami sambil menahan isak tangisnya.


"Ya Tuhan, semoga Putri baik baik saja Mi" ucap Vero sambil membelai punggung sang ibu agar tenang.


"Mami tidak ingin kehilangan orang yang Mami sayangi lagi Vero. Mami tidak bisa jika harus kehilangan Putri. Mami tidak pernah menghabiskan banyak waktu bersamanya" ucap sang ibu sambil menangis di pelukan Vero.


"Yang sabar Mi, sekarang kita harus banyak berdoa demi keselamatan Putri" ucap Vero sambil tetap memeluk sang ibu agar bisa tenang.


Ya Alloh mohon beri kesembuhan kepada adik ku. Aku tahu Tuhan pasti akan memberikan jalan terbaik untuk semuanya. Apa pun yang terjadi aku pasrah kan semua pada takdir Mu, doa Vero di dalam hati.


"Oya Mi, di mana Nia? Kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Vero saat melihat sekelilingnya dan tidak tampak sosok gadis yang tadi pergi bersamanya.


"Loh... bukannya kamu tadi bilang ingin menjemput Rania dahulu sebelum ke rumah sakit? Harusnya kalian datang bersama kan?" tanya Mami yang juga heran sambil melihat di sekelilingnya.


Di mana kamu Rania? Tidak mungkin kan orang dewasa sepertinya tersasar di rumah sakit seperti ini? Dia juga kan sudah tahu letak ruangan ICU di sebelah mana?, batin Vero mulai gelisah saat ia tak melihat Rania di sekitarnya.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Sementara itu di sebuah ruangan Unit Gawat Darurat, tampak seorang gadis menunggu di depan sebuah tirai yang tertutup dengan perasaan cemas dan bingung. Ia yakin bahwa pria yang ia lihat di atas brankar adalah ayahnya, tapi hatinya sedikit meragu karena di sekitar tirai tersebut tampak petugas yang berjaga.


Mungkin kah pasien tersebut merupakan seorang tahanan? Bukan kah ayah juga selama ini berada di dalam tahanan untuk melaksanakan hukuman dari pengadilan?, batin Rania bertanya tanya.

__ADS_1


"Nona Rania?!" tanya seorang pria memastikan apakah benar ia adalah orang yang di kenalnya.


"Tuan Figo?!" seru Rania terkejut, saat melihat orang yang di kenalnya berada di sini.


"Sedang apa anda di sini Nona? Apakah anda hanya sendiri?" tanya Figo lagi melihat tidak ada orang lain lagi yang bersama Rania.


"Eeehmmm.... " Rania pun bingung menjawabnya dan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Bagaimana ini? Apa aku harus mengatakan apa yang terjadi? Tapi aku belum memastikan bahwa yang di dalam adalah benar benar ayah, batin Rania semakin bingung.


"Apakah anda mengenal Om Edwin Sanjaya?" tanya Figo lagi saat melihat Rania hanya diam seperti orang bingung.


"Maksud anda apa Tuan?!" tanya Rania balik tanpa menjawab pertanyaan Figo.


"Maksud saya adalah pasien yang di dalam itu apa anda mengenalnya? Nama pasien itu adalah Edwin Sanjaya" Figo memperjelas pertanyaannya.


Itu kan nama ayah, jadi benar yang di dalam itu adalah ayah, batin Rania saat mendengar nama ayahnya di sebut. Ia pun langsung terkulai lemas, beruntung saat itu Figo sigap menahan tubuhnya agar tidak terjatuh ke lantai. Selanjutnya ia pun memapah Rania untuk duduk di sebuah kursi panjang yang ada di ruang tunggu tersebut.


"AYAH?!" seru Figo terkejut.


Bagaimana bisa takdir mempermainkan kami seperti ini, batin Figo


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Setelah kepanikan yang terjadi di ruang ICU, Dokter pun akhirnya keluar ruangan tersebut dengan bernafas lega.


"Bagaimana keadaan anak saya dokter? Apakah ia baik baik saja dokter? Saya mohon tolong lah anak saya dokter!" seru Mami yang memberondong dokter dengan berbagai pertanyaan, tidak memberikan kesempatan sang dokter menjelaskan.


"Tenang dulu Mami, lebih baik kita dengar kan dulu penjelasan dari dokter" ucap Vero sambil merangkul pundak ibunya untuk menenangkannya. Mami pun hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil menggenggam kedua tangannya dengan cemas.

__ADS_1


"Alhamdulillah sesuatu yang baik terjadi pada putri ibu. Ia sekarang sudah sadar dari tidur panjangnya. Tadi tekanan darah dan denyut jantungnya menurun karena ia mengalami shock. Mungkin ia mendengar sesuatu yang ibu bicarakan selama ia tertidur. Tapi sekarang itu sudah tidak masalah karena putri anda sepenuhnya sudah siuman" ucap sang dokter.


"Alhamdulillah" ucap Vero dan juga Mami bersamaan. Mami yang lemas karena menanti cukup lama pun hanya bisa bersandar pada putranya dan tak terasa ia pun menitik kan air mata bahagia mendengar kabar tersebut.


"Hanya saja karena ia sudah terbaring cukup lama, maka anggota tubuhnya harus mulai di gerakkan secara perlahan. Nanti akan saya buatkan jadwal untuk fisioterapi, untuk sementara ia masih harus banyak istirahat di pembaringan. Saat ini pasien akan di pindah kan ke kamar perawatan, silahkan hubungi suster di meja registrasi untuk pasien di pindah kan ke kamar rawat inap mana" jelas sang dokter lagi.


"Baik Dok, saya akan segera mengurusnya" ucap Vero.


"Terima kasih banyak Dokter" ucap Mami sambil menggenggam tangan dokter tersebut.


"Tidak masalah Bu, itu sudah menjadi tugas dan kewajiban saya. Jika begitu saya permisi dahulu, silahkan temui pasien jika sudah di pindahkan ke kamar perawatan" balas sang dokter dan kemudian pergi berlalu untuk melanjutkan tugasnya kembali.


"Mami tunggu lah di sini dahulu, karena Vero akan mengurus kamar untuk Putri agar bisa secepatnya pindah" ucap Vero kepada ibunya.


"Baik lah Nak, cepatlah karena Mami sudah tidak sabar ingin memeluk adik mu" balas Maminya sambil duduk di bangku yang ada di sana.


Vero pun langsung bergegas pergi untuk mengurus kamar perawatan VIP untuk adiknya.


Aku harus segera mencari Rania untuk memberikan kabar bahagia ini. Tapi ke mana dia pergi, kenapa ponselnya tidak di jawab?, batin Vero bingung yang sedari tadi menghubungi ponsel Rania tetapi tidak mendapat jawaban.


Setelah selesai mengurus administrasi, Vero pun langsung mencari Rania ke seluruh area rumah sakit. Setelah sebelumnya ia mengantar Mami ke ruang perawatan adiknya. Agar ibunya bisa langsung menemani Putri di kamar perawatan tersebut.


"Sedang apa kalian di sini!" seru Vero tatkala ia melihat kekasihnya sedang duduk berdua dengan seorang pria yang tidak di sukainya.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Happy Weekend..... 😉 Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...

__ADS_1


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate, Komen, hadiah dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏


__ADS_2