Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 67


__ADS_3

Lalu kemudian mobil berputar putar tidak terkendali sebelum akhirnya terhempas di sisi jalan. Sementara mobil lain pun terguling hingga berhenti saat menabrak pembatas jalan. Jalan pun di penuhi banyak darah dan pecahan kaca di mana mana.


Ya ampun bagaimana ini?, batin Fery saat melihat di sekelilingnya. Ia pun kemudian turun dan segera melihat sekelilingnya. Di karenakan hujan sangat deras dan merupakan area sepi, maka tidak ada kendaraan yang lewat. Truk yang tadi membuat mereka celaka pun telah menghilang karena tidak ingin berurusan dengan hukum.


Dengan segera Fery pun memindahkan Edwin yang tak sadar kan diri ke kursi pengemudi. Ia pun lalu menghubungi nomor darurat untuk segera meminta pertolongan.


📞'Terima Kasih sudah menghubungi 911, silahkan jelaskan keadaan darurat anda' jawab seorang petugas


📞' Saya terlibat kecelakaan di jalan Pemuda km 63. Ada beberapa korban yang tidak sadar kan diri. Cepat kirim segera bantuan!' seru Fery dengan segera.


📞'Baik Pak, bantuan akan segera tiba dalam waktu lima hingga sepuluh menit. Jika bisa ponsel bapak harus tetap stand by jika sewaktu waktu petugas menghubungi bapak" jawab petugas tersebut.


📞'Apa tidak bisa lebih cepat lagi! Banyak nyawa yang di pertaruhkan di sini!' seru Fery kembali histeris.


📞'Bapak harus tetap tenang, jika memungkin kan Bapak bisa membantu korban lain yang masih sadar agar bisa keluar dari kendaraan' ucap petugas tersebut berusaha menenangkan Fery.


📞'Saya tidak berani mengusik TKP! Saya tidak mau di salahkan jika terjadi sesuatu yang membahayakan korban lain!' seru Fery dan langsung memutus panggilan tersebut.


Ia pun langsung duduk lemas di belakang kap mobil, ia memegang kepalanya yang pusing akibat benturan.


"Papi... Mami..." samar samar terdengar suara lirih dari dalam mobil yang terguling.


Fery yang mendengar suara itu perlahan mendekati mobil yang terguling itu. Ia pun terkejut saat melihat seorang anak lelaki di kursi penumpang yang menangis dengan tangan yang terulur ke arah depan. Fery pun langsung terjerembab jatuh ke belakang, ia sangat terkejut saat melihat sepasang pria dan wanita yang tampak bersimbah darah begitu banyaknya. Fery memperkirakan bahwa mereka adalah sepasang suami istri.


"Kau tidak apa apa Nak?" tanya Fery kepada anak lelaki tersebut. "Sabar lah sebentar lagi tim penyelamatan akan datang" ucapnya lagi menenangkan anak tersebut.


Nguuuiiing... Nguuuiiing....Nguuuiiing...


Terdengar bunyi sirine ambulance dan mobil penyelamat lainnya. Tidak ketinggalan juga mobil kepolisian.

__ADS_1


"Mohon permisi Pak agar kami dapat segera menangani pasien" ucap tim paramedis mendorong Fery menjauh.


"Bapak mungkin sebaiknya segera di obati luka lukanya" ucap salah satu petugas kepolisian. Beberapa petugas polisi pun mulai mengamankan area sekitar kecelakaan dan mengatur arus lalu lintas. Karena kejadian terjadi di malam hari dan kondisi hujan, maka arus lalu lintas tidak terlalu ramai.


"Lebih baik Bapak menolong teman saya yang duduk di kursi pengemudi Pak. Ia sudah tidak sadar kan diri" ucap Fery sambil mengarahkan petugas tersebut ke arah kursi depan.


Petugas yang terkejut melihat kondisi Edwin di kursi pengemudi pun segera memanggil paramedis agar menolong sang korban.


"Apa kah pria tersebut yang mengemudi kan mobilnya Pak?" tanya polisi.


"Ia Pak karena ini adalah kendaraannya Pak" jawab Fery.


Maafkan aku Edwin, aku tidak ingin berurusan dengan hukum. Bagaimana nanti nasib keluarga ku, anak ku pun masih kecil jika harus menanggung beban ini, batinnya.


"Baik lah Pak, bisa kah bapak menceritakan kronologi kejadiannya?" tanya polisi tersebut. "Tapi sebelumnya anda lebih baik di periksa dahulu di mobil tim paramedis" ucap polisi tersebut saat melihat memar di beberapa bagian tubuh Fery.


Setelah mengantar Fery ke mobil paramedis, polisi tersebut pun pergi untuk melihat evakuasi mobil yang terguling hampir mendekati bibir jurang. Proses evakuasi pun berjalan dramatis karena posisi kedua penumpang di bagian depan yang terjepit dengan body mobil yang ringsek ke dalam.


Sambil berdiri dengan di selimuti oleh kain yang tebal, ia menatap penuh kebencian saat korban dari kursi pengemudi mobil lainnya di bawa menggunakan tandu melewatinya.


"Ini semua karena anda paman!" serunya sambil mengguncangkan tubuh pasien tersebut.


Para petugas yang terkejut pun langsung menghentikannya, mereka berusaha menarik anak lelaki tersebut.


"Aku tidak akan memaafkan anda karena telah mencelakai orang tua dan adik ku!" teriaknya lagi.


Akhirnya salah satu petugas polisi menggendong anak tersebut untuk menjauh, agar paramedis bisa membawanya naik ambulance untuk di antar ke rumah sakit.


"Aku akan memberikan hukuman setimpal kepada anda!" teriaknya sambil meronta ronta ingin di lepaskan.

__ADS_1


"PAPI! MAMI!" teriaknya lagi saat kedua orang tuanya telah berhasil di keluarkan dari kursi penumpang. Ia pun segera berlari untuk mendekat, namun di halangi oleh petugas.


"PAPI....!" jeritnya histeris di tengah hujan, saat melihat kode dari salah satu paramedis bahwa ayahnya tidak bisa di selamatkan. Sementara sang ibu sedang di posisikan di atas tandu untuk segera di larikan ke rumah sakit.


"Sebaiknya adik ikut kami menemani ibu adik di dalam ambulance. Adik juga perlu perawatan saat nanti tiba di rumah sakit" ucap paramedis mengajak anak lelaki tersebut pergi bersama menuju rumah sakit.


"Mami...Hiks... Hiks... Hiks" ucapnya lirih saat memasuki ambulance bersama sang Ibu.


Saat semua korban telah di evakuasi, mobil derek pun segera bekerja untuk mengangkut kedua bangkai mobil tersebut dari area kecelakaan.


"Anda sebaiknya ikut kami ke rumah sakit untuk mengumpulkan keterangan dari para korban selamat. Karena daerah ini cukup sepi dan tidak ada CCTV maka kami belum bisa mencari saksi lain selain para korban yang terlibat kecelakaan" ucap petugas kepada Fery yang telah selesai di obati.


"Baik Pak, mungkin sebaiknya anda mencari juga kendaraan lain yang terlibat kecelakaan bersama kami" jawab Fery.


"Maksud anda masih ada kendaraan lain yang terlibat?" tanya petugas tersebut.


"Iya Pak, karena teman saya tadi membanting setir ke kiri akibat ada mobil yang muncul dari arah berlawanan saat ia hendak menyalip mobil di depannya" jelas Fery lagi.


Aku harus bersaksi bahwa yang mengemudi adalah Edwin bukan aku, batin Fery.


"Apakah bapak ingat kendaraan apa yang muncul dari arah berlawanan tersebut?" tanya petugas mengenai ciri ciri kendaraan tersebut.


"Saya tidak terlalu jelas melihat karena hujan Pak, tapi saya yakin itu adalah kendaraan yang cukup besar seperti sebuah truk" jelasnya lagi.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...

__ADS_1


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate, Komen, hadiah dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏


__ADS_2