
Five Years Later.....
Perusahaan F&E Corp. semakin berkembang di bawah ke pemimpinan Rania. Ia berusaha belajar mengenai perusahaan dari awal sebagai seorang karyawan hingga akhirnya ia mendapatkan posisi sebagai Direktur Umum Pelaksana dengan kinerja yang sudah di akui oleh semua karyawan. Bahkan para dewan direksi telah memintanya menjadi CEO karena potensi dan karirnya yang cemerlang. Hanya saja Rania masih merasa kurang cukup mumpuni untuk posisi tersebut dan ia masih tetap membutuhkan bantuan dari profesional.
Ia sekarang tinggal di sebuah perumahan sederhana dengan ayahnya. Rania sengaja memilih tinggal di sana karena lingkungannya yang aman dan terbilang cukup asri, dengan adanya sedikit lahan di depan dan belakang rumahnya. Lahan tersebut di manfaatkan oleh ayahnya untuk menyalurkan hobinya berkebun. Karena selama di penjara ayahnya telah banyak belajar mengenai teknik berkebun berbagai macam tanaman.
Meskipun perumahan itu jaraknya cukup jauh, Rania tidak mempermasalahkannya karena ia sekarang sudah dapat mengendarai mobil sendiri. Ia ingin agar ayahnya memiliki kegiatan dan banyak bergerak untuk kesehatannya sehingga ia tidak merasa bosan hanya di rumah saja. Ayahnya pun sudah memiliki teman seusianya yang memiliki hobby yang sama yaitu berkebun dan main catur.
Sementara Figo sekarang sudah mulai menetap di luar negeri selama hampir tiga tahun ini. Ia kembali ke sana karena kontrak kerjanya sudah habis dan memilih menyusul Olivia di sana. Ia akan memperjuangkan cintanya agar hati Olivia bisa terbuka untuk menerimanya dan melupakan Vero.
Sebelum pergi Figo pun telah memberikan flashdisk yang berisi rekaman dashboard mobil ayah Rania. Ia pun menjelaskan bahwa pengemudi sebenarnya adalah Papa nya. Ia mengatakan ini semua kepada Rania karena ia ingin terbebas dari beban yang di tanggungnya selama ini. Dan ini juga merupakan amanat terakhir dari mendiang papanya.
Pada awalnya Rania terkejut mendengar kebenaran yang terungkap, ia pun ingin mengajukan sidang banding untuk membersihkan nama sang ayah. Akan tetapi niatnya tersebut di hentikan oleh sang ayah.
"Untuk apa kau mempermasalahkan sesuatu yang tidak berguna Nia?! Untuk apa pula kau mengajukan banding? Ayah sudah lelah dengan semua persidangan sebelumnya. Lagi pula Papa Figo sudah tiada dan korban pun telah beristirahat dengan tenang" ucap sang ayah kala itu.
"Tapi ayah bisa membersihkan nama ayah! Agar ayah tak di cap narapidana dan pembunuh oleh orang orang di luar sana!" seru Rania berapi api.
"Apa kau malu dengan masa lalu buruk ayah itu Nia?" tanya ayahnya sedih.
"Tentu saja tidak ayah, aku tetap menyayangi ayah bagaimana pun kehidupan ayah di masa lalu" ucap Rania sambil berlutut dan memegang tangan sang ayah yang duduk di sofa.
"Jika seperti itu maka tak usah kau hiraukan apa perkataan orang orang di luar sana. Karena bagi ayah hanya pendapat mu yang terpenting Nia" ucap ayahnya balas menggenggam tangan Rania. "sekarang saatnya kita lupakan semua masalah di masa lalu, kita juga harus berlapang dada saling memaafkan satu sama lain agar hidup kita damai" lanjut sang ayah mengelus lembut rambut sang anak.
__ADS_1
"Baik ayah" ucap Rania sambil meletakkan kepalanya di pangkuan sang ayah.
Tapi sepertinya kakak tidak akan pernah memaafkan ayah. Ia selamanya akan menganggap ayah sebagai pembunuh Papinya. Aku mungkin harus selamanya mengubur dalam dalam cinta ku pada kakak, batin Rania sedih.
Maka dari itu Rania pun berusaha mengikhlaskan dan memaafkan semua yang telah terjadi. Agar hatinya damai dan tidak di penuhi kebencian.
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
Vero pun semenjak kehilangan Rania semakin menenggelamkan diri dalam pekerjaannya. Oleh karena itu STAR Grup pun semakin berkembang pesat dan melebarkan sayapnya ke beberapa negara di Asia dan Eropa.
Vero bukannya tidak bisa menemukan Rania, karena ia hanya cukup mengatakannya maka dalam sekejap ia akan mendapatkan semua info terbaru dari Rania. Ia bahkan pernah tak sengaja melihat foto Rania di sebuah majalah bisnis di meja Anita. Terlihat bahwa Rania semakin cantik dan bersinar dalam artikel wawancara tersebut.
Dalam hatinya masih ada cinta untuk Rania, hanya saja ego menutup hatinya. Karena ia masih mengingat dengan jelas bagaimana wajah Papi yang terluka parah pada kecelakaan tersebut. Sehingga sampai sekarang ia masih belum bisa memaafkan dan menerima Rania.
Vero ingin agar persahabatan mereka tetap bertahan selamanya tanpa ada perasaan canggung. Cukup ia saja yang merasakan keraguan dan rasa sakit ini. Terkecuali Rania sendiri yang bercerita kepada adiknya tentang masalah ini.
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
Pada pagi hari di awal minggu, tiba tiba saja Vero mendapatkan sebuah kiriman paket dari luar negeri.
"Apa ini?" tanya Vero kepada sekretarisnya sambil menunjukkan sebuah kotak yang berukuran cukup kecil untuk sebuah paket.
"Maaf Tuan, saya hanya menerima paket ini tadi pagi dari meja resepsionis" jawab Anita menjelaskan.
__ADS_1
"Baik lah kau bisa pergi" ucap Vero.
Lalu ia pun membuka paket tersebut yang ternyata berisi sebuah flashdisk. Karena penasaran lalu ia pun memasukkan flashdisk tersebut ke dalam laptop, untuk melihat apa isi file di dalamnya. Ia hanya melihat ada satu file video di dalam flashdisk tersebut. Ia lalu mengklik video tersebut dan menyadari bahwa itu adalah sebuah video dari kamera dashboard mobil. Betapa terkejutnya ia melihat video tersebut.
Ia lalu mencari lagi di dalam kotak paket tersebut dan menemukan sepucuk surat.
✉️ Aku harap kiriman ini bisa membuka hatimu dan memaafkan semuanya. Semoga kau bisa berdamai dengan masa lalu mu, Figo.
"Ya Tuhan! Apa yang harus aku lakukan" gumam Vero lirih. Ia pun memegang kepala dan menarik rambutnya frustrasi. Ia teringat akan semua perkataan yang telah di ucapnya di hadapan Rania saat itu.
"Apa kah terjadi sesuatu Tuan?" tanya Jeff yang masuk ke ruangan tersebut dan melihat Vero bertingkah aneh seperti itu.
"Kau lihat lah sendiri. Ini" jawab Vero sambil memutar laptopnya ke arah sang asisten.
Jeff pun lalu mengklik video tersebut dan ia sungguh terkejut melihat rekaman di dalam video itu.
"Jadi apa yang akan anda lakukan sekarang Tuan?" tanyanya.
"Aku pun bingung harus bertindak bagaimana" jawab Vero sambil menghela nafas.
Apakah aku harus menurunkan ego ku dan meminta maaf padanya? Atau aku harus melupakan cinta ku dan mempertahankan pendapat ku seperti sebelumnya?, batin Vero bimbang.
❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣
__ADS_1
Jangan Lupa VOTE LIKE FAVORIT ya buat semua Readers tersayang 💞💞💞🥰🙏