Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 57


__ADS_3

Opa dan Oma bergegas ke ibu kota saat supir Vero tiba untuk menjemput mereka. Sepanjang perjalanan mereka cemas memikirkan nasib cucu perempuan kesayangan mereka, karena ini untuk kedua kalinya Ale masuk ruang ICU. Semua kepahitan itu seakan terulang kembali di hadapan mereka. Ibu Wati hanya bisa menitipkan salam dan doa untuk kesembuhan Ale dan juga Nia. Ia tidak bisa ikut pergi karena harus merawat dan menjaga anak anak di panti asuhan.


"Opa... Oma..." ucap Vero saat melihat ke duanya tiba. Ia pun mencium kedua tangannya.


"Sudah berbaring saja Nia, tidak apa apa" ucap Oma yang melihat Rania ingin bangun dari pembaringan.


"Maaf ya Oma sudah merepotkan" jawab Rania sambil tersenyum tulus.


"Sudah tidak apa apa Nia, yang penting sekarang kesembuhan mu. Ibu tadi titip salam karena tidak bisa meninggalkan adik adik di sana" ucap Oma sambil membelai lembut kepala Rania.


"Iya Oma tadi Rania sudah teleponan dengan Ibu" jawab Rania sambil memeluk Oma.


"Ayo Vero antar jika ingin melihat Putri" ucap Vero menyela.


"Ya sudah kami jeguk Putri sebentar y Nia" ucap Oma dan pergi dengan Opa.


"Aku tinggal sebentar" ucap Vero kepada Nia sebelum menutup pintu dan hanya di jawab anggukan kepala olehnya.


Mereka pun kemudian masuk ruang ICU dengan pakaian khusus setelah mendapat izin dari perawat. Selama di ruangan itu Oma hanya bisa menangis sambil menggenggam tangan Putri. Opa yang berada di samping Oma pun hanya bisa mengelus bahu sang istri untuk sedikit menenangkannya. Karena waktu yang di berikan untuk menjeguk cukup singkat, maka mereka pun segera keluar ketika perawat memberikan tanda.


"Oma sebentar lagi Vero harus menjemput Mami di bandara, tolong jaga Nia sebentar ya Oma" ucap Vero saat mereka kembali menuju ruang perawatan Rania.


"Kau tenang saja pasti Oma akan menjaga dia dengan baik. Kau yang harus bisa mencari kata yang pas untuk menjelaskan pada Mami mu agar ia tidak kembali shock" ucap Oma sambil menepuk lengan Vero.


"Ia Oma, Vero harap Mami tidak terlalu terguncang, karena jika kemarin Vero melarang Mami terbang pasti ia akan semakin curiga dan cemas" ucap Vero yang juga memikirkan kondisi mental sang Mami.


"Semoga semua baik baik saja" ucap Oma lagi.


Setelah mereka sampai di kamar perawatan, Vero pun berpamitan kepada Rania untuk berangkat ke bandara. Ketika akan keluar dari kamar, tiba tiba Jeff muncul di hadapan Vero.

__ADS_1


"Jelaskan dalam perjalanan menuju Bandara saja Jeff" ucap Vero sambil terus berjalan.


"Baik Tuan" jawab asistennya sambil berjalan mengikuti sang Boss.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Setelah berdiskusi dengan Vero kemarin selama perjalanan menuju bandara, Jeff pun akhirnya memanggil tim kuasa hukum STAR Grup untuk menangani kasus yang sedang mereka hadapi. Ia pun telah menjelaskan kepada kuasa hukum tersebut pilihan apa yang ingin mereka ajukan kepada pihak Olivia sebagai tersangka. Satu hal yang pasti Vero tidak ingin berdamai dengan alasan apa pun.


Setelah itu tim kuasa hukum pun menghubungi pengacara Olivia untuk melakukan pertemuan di gedung Tower STAR Grup. Mereka pun berbicara di ruangan meeting saling menyampaikan keinginan klien mereka masing masing.


"Mohon maaf Pak tapi klien saya tidak ingin berdamai dengan klien bapak. Klien saya ingin menuntut hukuman maksimal, kecuali klien anda menyetujui untuk pindah kembali ke negara asal tanpa ada kesempatan untuk kembali ke Indonesia" jawab kuasa hukum Vero.


"Tapi itu tidak mungkin Pak, karena klien saya memiliki karir di sini. Jika ia pindah banyak kontrak kerja yang harus di batalkan dan itu merugikan pihak kami pak" ucap pengacara Olivia.


"Jika begitu kami akan mengajukan tuntutan dengan hukuman maksimal atas percobaan pembunuhan. Karena korban saat ini masih tidak sadar kan diri akibat benturan di kepala. Jika klien Bapak sampai di penjara dan berita ini meluas hingga tersebar di entertaiment, maka karir klien Bapak juga akan hancur. Jadi pilihan ada di klien Bapak, kami akan menunggu maksimal dua hari ke depan" jelas kuasa hukum Vero lagi.


"Baik Pak, akan saya diskusikan kembali dengan klien kami segera. Terima kasih atas waktunya Pak" ucap pengacara Olivia sambil mengulurkan tangannya.


Pengacara Olivia pun bergegas untuk ke kantor polisi dan menemui Olivia.


"Bagaimana kabar anda Nona?" tanyanya sedikit berbasa basi.


"Tentu saja kabarku buruk!" seru Olivia.


Mana mungkin aku baik baik saja di dalam penjara sempit itu, batinnya.


"Ehmmm..." pengacara tersebut berusaha menetralisir keadaan dan memaklumi sifat Olivia yang terlihat kesal. Ia lalu menjelaskan hasil pertemuan dengan kuasa hukum Vero dan berharap Olivia memilih pilihan yang terbaik untuknya.


"Aku tidak mungkin melakukan keduanya, hal itu bisa memberikan pengaruh buruk dalam karir ku. Apa tidak bisa jika berdamai saja? Berikan uang damai yang besar. Bereskan?!" jawab Olivia.

__ADS_1


"Tapi pihak penggugat tidak ingin berdamai Nona, karena hingga saat ini korban masih di ruang ICU dan belum sadar kan diri" jelas pengacara itu lagi.


"Aaarrrghhh....!" teriak Olivia frustasi akan keadaan yang sulit untuk di pilihnya.


Apakah kau ingin membuat ku jauh dari mu Vero? Itu tidak akan terjadi!, batin Olivia geram


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


"Olivia" sebuah suara seorang pria memanggilnya dengan lembut.


"Daddy!" seru Olivia tak menyangka bahwa ayahnya akan datang menjenguknya di penjara.


"Apa yang telah kau lakukan Nak" ucap ayahnya seakan ingin menangis, tak percaya apa yang telah di perbuat oleh putrinya.


"Aku tidak melakukan apa apa Daddy, tapi sekretaris sialan itu yang telah merebut Vero dari sisi ku" jawab Olivia geram.


"Sudah hentikan obsesi mu itu Olivia, kerena Vero hanya menganggap kau sebagai sahabat saja sayang" ucap ayahnya dengan lembut.


"Itu tidak benar Daddy, Vero bersikap seperti itu karena wanita penggoda itu telah membuat hatinya berpaling dari ku!" ucap Olivia menunjukkan watak keras kepalanya.


Bagaimana lagi aku harus menjelaskan kepadanya? Mungkin kah aku telah salah mendidiknya hingga ia bersikap seperti ini?, batin ayah Olivia.


"Apa kau tidak tahu bahwa orang yang menjadi korban mu adalah adiknya Vero?" tanya ayahnya yang membuat Olivia membelalakkan matanya.


Jadi gadis manja yang sering aku lihat bersama Vero adalah adiknya? Bagaimana mungkin aku tidak mengetahuinya? Kenapa Vero tidak memberi kan penjelasan apa pun pada ku? Jika seperti ini keadaannya, aku mungkin bisa mati di tangan Vero sendiri atau membusuk di penjara, batin Olivia sambil terduduk lemas ke lantai penjara yang dingin.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Happy Monday.....Selamat Membaca semuanya...😊😊😊

__ADS_1


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate, Komen, hadiah dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏


__ADS_2