
Hari minggu sore ini Rania memiliki kesempatan untuk sekedar berjalan jalan ke Mall sekalian untuk membeli kebutuhan sehari harinya. Tetapi kali ini ia memilih Mall yang agak jauh dari tempatnya tinggal karena ia ingin berjalan jalan menikmati hari minggunya yang tanpa gangguan dari sang Boss.
Saat tiba di supermarket dan sedang berkeliling dengan troli belanja, tanpa sengaja ada seorang anak kecil yang menabrak trolinya dan terjatuh. Rania pun terkejut dan langsung menghampiri anak lelaki tersebut yang berusia sekitar empat tahun. Ia pun membantunya berdiri dan membersihkan bajunya.
"Apa kah ada yang terluka?" tanya Rania lembut.
"Tidak ada"ucapnya dengan berani walaupun tampak matanya sedikit berembun seperti ingin menangis.
"Di mana Ayah dan Ibu mu nak?" tanyanya lagi berusaha agar anak tersebut tidak menangis.
"Tidak ada" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
Rania pun cukup terkejut mendengar jawaban dari anak tersebut "Orang tua mana yang membiarkan anak seusianya pergi ke supermarket seorang diri?" gumamnya dalam hati.
"Lalu kau dengan siapa main ke sini?" tanyanya berusaha mencari tahu siapa orang dewasa yang menemaninya.
"Aku bersama paman ku. Itu dia" serunya sambil menunjuk seorang pria.
Rania pun menengok ke belakang dan melihat seorang pria tampan dengan raut wajah yang khawatir sedang berjalan ke arah mereka sambil mendorong trolinya.
"Arga ke mana saja? Kenapa lari dari paman hah?" tanyanya cemas sambil menundukkan badannya agar sejajar dengan tubuh kecil Sang ponakan.
"Aku mau mam es krim paman" jawabnya sambil merajuk.
"Kan tadi paman bilang apa? Kita beli kebutuhan mandi dulu baru jajan es krim" ucap sang paman menjelaskan kepada ponakannya agar mengerti, sedangkan Arga hanya bisa menunduk sedih.
"Maaf menyela" ucap Rania berusaha menengahi keributan yang terjadi di antara mereka. "Saya rasa ia sudah mengerti kesalahannya karena tadi ia sempat terjatuh saat menabrak saya. Sebaiknya menurut saya keponakan anda di naikkan saja ke dalam troli agar anda lebih leluasa mengawasinya" jelas Rania sambil menunjuk ke arah troli pria tersebut.
"Benar juga saran mu, kenapa tidak terfikir oleh ku" balasnya sambil tersenyum, lalu ia mengangkat keponakannya masuk ke dalam troli.
"Sekali lagi saya minta maaf atas kelalaian saya menjaganya, karena ia anak yang aktif dan baru pertama kali saya ajak ke supermarket" jelasnya sambil mengelus kepala sang keponakan. "Saya juga mengucapkan Terima kasih karena sudah menenangkannya" lanjutnya lagi.
"Tidak masalah buat saya karena ia yang menabrak saya jadi lebih mungkin ia yang terluka karena terjatuh" ucap Rania sambil tersenyum manis kepada bocah tersebut.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu, kami permisi" balasnya "Lain kali jika takdir mempertemukan kita kembali maka aku akan berkenalan denganmu" lanjutnya sambil berlalu meninggalkan Rania yang terdiam di tempatnya.
"Pria yang aneh" gumam Rania sambil menggeleng gelengkan kepalanya "Tapi kenapa sepertinya aku pernah melihat dia sebelumnya ya? Tapi di mana?" lanjutnya sambil mengingat ingat orang orang yang pernah bertemu dengannya sambil melanjutkan berbelanjanya.
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
Setelah selesai berbelanja barang kebutuhan sehari harinya, Rania pun berjalan jalan dan berhenti di taman yang di lewatinya dalam perjalanan pulang. Dia pun beristirahat sejenak ketika di lihatnya ada sebuah bangku kosong di sana. Rania pun duduk sambil menikmati angin semilir yang memainkan rambutnya yang tergerai indah. Ia pun melihat banyak jajanan yang di jual di pinggir jalan sekitar taman tersebut. Ketika sedang memilih jajanan mana yang ingin di belinya, tiba tiba ia melihat seorang bocah laki laki yang menyebrang jalan ingin mengambil bolanya yang terlempar jauh ke jalan raya. Sementara dari arah tikungan taman tampak sebuah kendaraan bermotor roda dua sedang melaju dengan kencang. Tanpa berfikir Rania pun refleks berlari untuk segera menyelamatkan bocah tersebut.
Tiiin... Tiiin... Tiiin...
"Hati hati jika menyebrang jalan. Tolong dijaga agar anak anda tidak berlari ke jalan raya. Itu sangat membahayakan!" seru sang pengendara yang terkejut dan jatuh dari motornya karena menghindari mereka yang tiba tiba ada di tengah jalan.
"Baik. Maaf kan saya Tuan. Lain kali saya akan lebih berhati hati lagi" ucap Rania meminta maaf sambil menahan perih di tangannya.
"Sudahlah saya terburu buru. Saya permisi" balas pengendara itu lagi sambil berlalu pergi meninggalkan mereka.
"Anda tidak apa apa Nona?" tanya salah seorang pedagang yang berada di sekitar sana yang membantunya berdiri.
"Arga... Arga... Arga... !" teriak seorang pria di sekitaran taman seperti sedang mencari seseorang.
"Maaf mas di sini" ucap Rania sambil melambaikan tangannya.
Pria tersebut pun langsung menoleh dan seketika berlari menghampiri Rania dengan raut wajah khawatir yang sama seperti tadi. Ya anak yang di tolong Rania tadi ternyata adalah Arga, bocah yang juga menabraknya saat di Mall.
"Paman! Hiks... Hiks... Hiks... " tangis Arga saat berada dalam pelukan sang paman.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya pada Rania sambil mendekap erat sang ponakan.
Rania pun menceritakan apa yang baru saja mereka alami. Sang paman pun melepaskan pelukannya dan bertanya pada keponakannya "Apakah kau terluka?". Sementara bocah tersebut hanya bisa menggelengkan kepala sambil terus menangis.
"Mungkin Arga masih terkejut dan trauma atas apa yang baru saja menimpanya tadi" ucap Rania sambil menahan perih di lengan kanannya.
"Tapi tampaknya anda yang terluka Nona" ucap pria tersebut saat melihat tangan gadis tersebut mengeluarkan darah.
__ADS_1
"Saya tidak apa apa, ini hanya tergores saja" balas Rania mencoba menutupi lukanya tersebut.
"Tunggu lah sebentar di sini bersama Arga, Saya akan segera kembali membawa kotak P3K dari dalam mobil" ucap pria tersebut sambil berlari menuju mobilnya terparkir.
Tak berselang lama, ia pun kembali membawa kotak P3K dan langsung membersihkan luka Rania.
"Aaawww....." Rania pun merintih saat merasakan perihnya luka tersebut saat di bersihkan dengan alkohol dan di beri obat merah.
"Maaf" ucap pria tersebut seraya meniup lukanya, setelah selesai ia langsung membalutnya dengan plester anti air "Selesai" ucapnya sambil tersenyum melihat hasil pengobatannya.
"Terima Kasih" ucap Rania sambil tersenyum.
"Tidak perlu seharusnya saya yang berterima kasih kepada Anda karena telah menyelamatkan keponakan saya hingga terluka seperti itu" balasnya sambil menunjuk lengan Rania yang terluka.
"Kita belum berkenalan padahal kita sudah dua kali bertemu. Nama saya Figo" lanjutnya sambil mengulurkan tangannya.
"Saya Rania" balasnya sambil menerima uluran tangan pria tersebut.
"Bagi saya pertemuan pertama kita di supermarket saya anggap kebetulan, sedangkan pertemuan kedua ini mungkin takdir yang ingin kita untuk bersama" ucap Figo yang membuat Rania terdiam tanpa tahu harus berkata apa.
❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣
Happy Monday All.... Semangat beraktivitas lagi guys... 😉
Selamat Membaca semuanya...😊😊😊
...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🤩...
Mohon dukungannya pada novel ini dengan memberikan Vote dan Likenya serta komentar kalian para pembaca semua...😊 Terima Kasih 🙏
Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰
...Tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya...♡ Thanks!...
__ADS_1