Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 8


__ADS_3

Di pagi yang cerah ini tampak seorang gadis yang sedang termenung di depan meja kerja nya. Ia bingung bagaimana bisa berakhir bekerja di sini sebagai sekertaris sang CEO yang dingin dan mengerikan baginya.


"Apa harusnya waktu itu aku menunggu di luar ruangannya saja dari pada masuk? Tapi masa iya hanya karena aku masuk dan tanpa sengaja mengacaukan mejanya yang rapih bisa langsung pindah divisi? Padahal kan masih banyak karyawan yang lebih baik kualifikasinya dari padaku untuk di jadikan sekertarisnya?" isi fikiran yang berkecamuk di dalam otaknya.


"Apa jangan jangan dia mau menghukum ku secara langsung dan lama makanya ia menjadikan aku sebagai sekertarisnya agar bisa puas dan lebih leluasa menghukum ku?" gumam nya lagi sambil bergidik ngeri membayangkan hal hal buruk yang akan terjadi nanti.


"Heiii...! Ini masih pagi kenapa melamun!" seru Vero sambil mengetuk ngetuk meja sekertarisnya itu


"Maaf Tuan. Selamat Pagi" sahut Rania sambil menunduk kan kepalanya


"Hmmmmm..... baiklah buat kan aku sarapan di pantry sekarang!" perintah nya lagi.


"Saya Tuan?" tanya Rania tak percaya


"Iya kamu. Emang siapa lagi sekertaris yang ada disini?!" ujar Vero gusar


"Maaf Tuan, tapi ini hari pertama saya jadi Tuan ingin di buat kan sarapan apa?" tanyanya lagi

__ADS_1


"Buat kan aku sandwich dan teh" sahut Vero "Buat lah dengan cepat!" perintah nya lagi


"Baik Tuan,akan saya buat kan segera. Saya permisi Tuan" balas Rania sambil berlalu ke pantry yang ada di ujung lorong


"Sudah aku duga ini adalah hukuman bagi ku karena telah lancang masuk ke ruangannya. jika tidak mana mungkin sekertaris di suruh buat sarapan" gumam Rania sambil menggelengkan kepalanya "Dia kan bisa menyuruh OB di perusahaan ini untuk membuatnya atau Dia bisa kan membeli sarapan di perjalanan menuju kantornya?" gumam Rania sangsi sambil terus membuat sarapan buat Sang CEO tersebut.


Tak berselang lama Rania telah menghidangkan sarapan tersebut di meja d hadapan Sang CEO yang sedang duduk di sofa sambil mendengarkan Sang asisten membacakan jadwalnya hari ini.


"Rani tugas awal mu hari ini adalah menerima dan menyambungkan telepon untuk ku. Jika ada yang ingin menyerahkan dokumen kepada ku cukup titip kepada mu agar nanti bisa kau serahkan langsung pada ku. Begitu pula jika ada yang ingin menemui ku bisa kau kabari dulu via telepon internal untuk memastikan apakah aku ingin bertemu dengan nya atau tidak" jelas Vero sambil menikmati sarapan sandwich yang ada


"Untuk masalah pekerjaan yang lainnya Jeff akan menjelaskan kepadamu. Apakah kamu mengerti?" tanya Vero


"Dan kau Jeff, apabila ada dokumen atau hal lainnya yang bisa kau delegasikan kepada Rani bisa kau jelaskan langsung pada nya nanti. Hal ini agar beban mu tidak terlalu berat" ujar Vero sambil menunjuk kepada asistennya.


"Baik Tuan, nanti akan saya pilah mana tugas yang bisa saya delegasikan kepada nya" jelas Jeff


"Baik lah jika begitu, kalian boleh keluar dan melanjutkan pekerjaan masing masing" perintah Vero

__ADS_1


"Baik Tuan" balas Jeff


"Saya permisi Tuan" ujar Rania


kemudian kedua nya pun undur diri keluar luar ruangan agar Sang CEO dapat menikmati sarapannya dengan damai.


"Hmmmm.... seperti yang sudah aku duga" gumam Vero tersenyum sambil terus menghabiskan sarapan nya sebelum memulai aktivitas nya yang dapat terlihat dengan banyak nya tumpukan dokumen dokumen yang harus ia tinjau.


Sementara Rani masih saja tetap bingung dan bertanya tanya di meja nya.


"Apakah hanya seperti itu tugas tugas sekertaris? Kenapa terlihat mudah sekali? Apa kah ini hanya awal bahwa Dia akan menghukum ku?" fikiran fikiran yang terus berkecamuk di dalam otak nya itu.


...Happy Weekend..... 😉...


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🤩

__ADS_1


Mohon beri dukungan Vote dan Likenya ya semua...😊 Terima Kasih 🙏


Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰


__ADS_2