Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 13


__ADS_3

"Tolong jaga ucapan mu itu Olive!" seru Vero tidak suka mendengar ucapan yang di lontarkan Olivia seakan menghina Rania. "Dia itu sekertaris ku jadi wajar jika ia ikut bersama ku" lanjut Vero dengan amarah yang tertahan agar tidak terjadi keributan sebelum waktu pemotretan di mulai.


"Maaf kan aku" sahut Olivia manja sambil menggenggam tangan Vero


"Minta maaf lah padanya bukan pada ku" balas Vero sambil menunjuk Rania dengan dagunya.


"Baik lah. Aku minta maaf atas perkataanku tadi" sahut Olivia kepada Rania "Awas saja nanti akan ku balas perbuatan mu ini " Olivia bergumam dalam hati karena ia sebenarnya tidak tulus dan merasa sakit hati akibat Vero lebih membela sekertarisnya itu dari pada membela dirinya.


Sementara Rania hanya menundukkan kepala mendengar pembicaraan mereka. Jangan lupakan sepasang mata milik seorang pria yang terus memperhatikan interaksi mereka dari jauh.


Tak berselang lama proses pemotretan pun di lakukan, setelah melihat beberapa hasil foto dan berdiskusi dengan tim humas maka Vero pun beranjak pergi meskipun pemotretan tersebut masih berlangsung. Dia pun bergegas pergi sambil menarik tangan Rania yang masih fokus melihat pemotretan tersebut. Dengan penuh amarah dan cemburu Olivia melihat mereka pergi, ingin rasanya ia pun ikut pergi akan tetapi ia harus menyelesaikan pekerjaannya secara profesional.


"Kita akan ke mana Tuan?" tanya Rania saat melihat lift turun ke bawah gedung bukan ke arah kantor mereka.


"Sudah lah kau ikuti saja aku" balas Vero dingin sambil menatap Rania secara tajam dari atas hingga ke bawah


"Baik Tuan" sahut Rania sambil menundukkan kepala karena merasa tidak nyaman dengan tatapan tersebut "Aku merasa tatapan itu seakan akan ingin membunuhku sekarang di tempat ini" fikirnya sambil bergidik ngeri.


"Bukankah aku sudah memberikan gaji yang cukup untukmu? Apakah tidak ada pakaian yang lebih layak" tanyanya lagi


"Apa hubungannya gajiku dengan pakaian yang ku pakai Tuan? Bukan kah ini masih sopan?" balas Rania bingung


"Tapi pakaian mu ini seperti seragam STAR grup karena kau selalu menggunakannya di hari yang sama setiap minggunya! Aku sampai hafal kau pakai baju apa di masing masing hari dalam seminggu" seru Vero kesal.

__ADS_1


"Kenapa ia harus memperhatikan pakaian ku?!" fikir Rania bingung "Memang ada aturan khusus ya Tuan mengenai pakaian kerja? Karena saya di beritahu oleh HR tidak ada aturan pasti yang penting formal dan sopan. Lagi pula buat apa buang buang uang untuk sesuatu yang hanya digunakan menutupi badan. Itu kan bukan kebutuhan utama, lebih baik digunakan untuk membeli yang lain yang lebih dibutuhkan" jelasnya lagi.


Vero pun akhirnya hanya diam mendengarkan penjelasan Rania yang hanya membuatnya semakin kesal.


Akhirnya tiba lah mereka di lantai bagian busana. Di lantai mall ini terdapat banyak toko pakaian ternama dengan berbagai macam jenis merk untuk pakaian mulai dari formal, santai hingga sport dan tentu saja mengikuti mode dan trend terbaru saat ini. Mereka terus berjalan hingga berhenti di sebuah toko pakaian yang khusus menjual pakaian formal.


"Selamat datang Tuan" sambut salah satu karyawan dengan penuh senyum saat Vero masuk ke dalam tokonya. Ia pun mempersilahkan Sang pemilik gedung untuk duduk di sofa ruangan VIP.


"Bawakan beberapa stel pakaian kerja wanita untuk dia coba" perintah Vero sambil menunjuk Rania.


"Maksudnya saya Tuan?!" sahut Rania sangsi mendengar ucapan atasannya tersebut.


"Memang ada orang lain selain kamu di sini?!" balas Vero masih kesal kepadanya.


"Berikan dia pakaian formal yang cocok sebagai sekertaris, sekalian dengan sepatu dan aksesorisnya" perintah Vero kepada karyawan tersebut.


"Silahkan ikuti saya Nona" karyawan tersebut menuntun Rania untuk ke ruang ganti. Rania pun hanya pasrah mengikuti karyawan tersebut dan mencoba pakaian yang telah di pilih. Ia pun sudah beberapa kali mencoba model pakaian dari kemeja, blouse, blazer, rok pendek, rok span hingga celana dan tak lupa pula dengan sepatu yang senada. Sedangkan Vero hanya duduk santai sambil menikmati kopi yang dihidangkan untuknya dan sekali kali memberikan tanggapan dengan menganggukkan atau pun menggelengkan kepala tanda persetujuannya ketika melihat Rania keluar menggunakan pakaian yang berbeda beda. Akhirnya setelah dirasa cukup mencoba semuanya, Vero pun memerintahkan karyawan tersebut untuk membungkus semua pakaian yang telah disukainya beserta sepatu yang senada.


"Antarkan barang itu semua ke mess karyawan dikamar 306" perintahnya lagi sambil membayar tagihan tersebut. Setelah itu Ia pun bergegas menuju lift di ikuti oleh Rania dengan langkah tergesa gesa karena sudah kelelahan sehabis mencoba banyak pakaian tadi.


"Bagaimana Tuan tahu di mana saya tinggal?" tanya Rania bingung saat telah tiba di dalam lift.


"Hal apa yang tidak aku ketahui tentang diri kamu?!" balas Vero dengan tatapan yang sulit di mengerti.

__ADS_1


"Aku lupa bahwa Ia adalah Boss ku jadi pasti dia tau semua tentang data pegawainya?" fikir Rania dalam hati "Tapi apa itu tadi tidak berlebihan Tuan?" tanya Rania lagi.


"Kau itu sudah menjadi sekertaris ku dan kau mungkin akan ikut bepergian dengan ku bila Jeff sibuk, maka aku tidak ingin ada yang merendahkan mu" ujar Vero menjelaskan


"Baik Tuan, saya mengerti" balas Rania dan mereka pun menghabiskan waktu di lift dengan saling berdiam diri larut dalam fikiran masing masing.


...****************...


Sesampainya di kamar yang Ia tempati, Rania menatap bingung pada semua kantong kantong belanja yang telah memenuhi lantainya kamarnya.


"Haaah....kamar ku sekarang terasa penuh sesak dengan semua barang barang ini" ujarnya sambil menghela nafas dengan sedikit frustrasi.


"Mudah mudahan saja lemari ku cukup untuk meletakkan semua pakaian ini. Tapi tampaknya aku harus tetap membeli gantungan tambahan dan juga tempat untuk menyimpan semua sepatu ini" gumamnya sembari menata semua pakaian yang ada di dalam kantong kantong belanja tersebut.


"Astaga!" serunya terkejut begitu melihat harga yang tertera di tag salah satu pakaian tersebut."Ini bisa digunakan untuk membiayai makan ku selama satu bulan penuh. Berapa total biaya yang dia habiskan untuk membeli semua ini? Memang orang kaya itu selalu punya cara sendiri untuk menghabiskan uangnya tanpa harus memikirkan bagaimana nanti ke depannya" isi fikiran Rania saat tau berapa harga yang harus di habis kan nya hanya untuk sebuah pakaian saja.


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel ini dengan memberikan Vote dan Likenya serta komentar kalian para pembaca semua...😊 Terima Kasih 🙏


Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2