Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 30


__ADS_3

Di sebuah rumah mewah


"Mami" teriak Putri begitu tiba di halaman rumah dan melihat mami yang di rindukannya sedang menanti di pintu utama rumah. Ia pun berlari dan langsung memeluk maminya, Vero yang melihat mereka melepas rindu pun hanya tersenyum. Ia lalu meminta pelayan untuk meletakkan koper mereka di kamar masing masing.


"Gimana kabar mami?" tanya Vero sambil mencium tangan Sang mami.


"Kabar mami jauh lebih baik sayang. Bagaimana kabar mu sendiri?" Mami balik bertanya sambil menggandeng anak anaknya ke dalam rumah.


"Tentu saja baik mi" jawab Vero sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Apakah kuliah mu lancar sayang?" tanya mami kepada anak perempuannya.


"Lancar mi seperti jalan bebas hambatan" jawabnya sambil tersenyum.


"Baiklah kalian pasti lelah setelah perjalanan panjang, bebersih dahulu kemudian kita sarapan bersama. Mami sudah menyiapkan masakan kesukaan kalian" ucap mami lembut.


"Ok mami" ucap mereka bersamaan dan langsung berlalu menuju kamar mereka masing masing.


"Hari ini jadwal kontrol mami bukan?" tanya Vero saat mereka sedang sarapan di meja makan.


"Ia tapi mami ingin menghabiskan waktu bersama putri" ucap mami sambil memasang mimik memelas.


"Kita akan berjalan jalan setelah mami kontrol. Bagaimana?" usul Vero kepada kedua wanita kesayangannya.


"Aku setuju kak, jadi aku menemani mami kontrol dan mami menemani aku jalan jalan" seru Putri dengan antusias.


"Baik lah jika kalian sudah sepakat seperti itu bagaimana mami bisa menolaknya" ucap wanita paruh baya tersebut sambil tersenyum manis.


"Nanti sekalian aku ingin membeli oleh oleh untuk sahabat ku mami" lanjut Putri "Tidak lupa juga untuk Opa Oma serta adik adik di panti" ucap Putri semakin antusias.


"Baik sekali anak mami ini memikirkan orang lain terlebih dahulu sebelum dirinya sendiri. Apa kau tidak ingin membeli sesuatu untuk diri mu sendiri?" tanya mami yang mendengar ucapan Putri.


"Tentu saja aku juga akan membeli sesuatu. Karena apa yang ku sukai pasti di sukai sahabat ku itu, jadi kami terbiasa mengenakan sesuatu yang sama seperti couple mi" jelas Putri.

__ADS_1


Vero yang mendengar kata 'couple' langsung tersedak, karena entah mengapa tiba tiba fikirannya mengarah ke baju couple yang ia beli di pantai saat itu.


"Kakak tidak apa apa?" tanya Putri sambil mengambilkan air putih untuknya.


"Aku tidak apa apa" jawabnya setelah meminum air tersebut dan tersenyum untuk menutupi kegugupannya.


"Jika begitu cepat selesaikan sarapan mu agar kita punya waktu lebih banyak untuk berkeliling" lanjut Vero dan mereka pun menyelesaikan sarapan bersama.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Saat ini Vero sedang berada di ruang dokter yang menangani maminya selama beberapa tahun ini, sementara mami dan adiknya menunggu di taman rumah sakit.


"Bagaimana perkembangan mami sekarang dokter?" tanya Vero.


"Keadaannya sudah mengalami kemajuan yang lebih baik, dia sudah bisa mengatasi trauma dan kehilangan papi kalian bahkan ia sekarang bisa tidur tanpa bantuan obat lagi" jelas Sang dokter mengenai kondisi pasiennya. "Akan tetapi untuk saat ini tolong di jaga kondisi mental dan lingkungannya tetap aman, karena trauma itu bisa sewaktu waktu kembali jika ada hal yang mengingatkannya akan kejadian itu" lanjut Sang dokter kembali menjelaskan kemungkinan kemungkinan yang bisa terjadi.


"Baiklah dokter, saya mengerti akan hal tersebut. Terima kasih banyak karena dokter sudah banyak membantu selama ini" ucap Vero berterima kasih.


"Baiklah Dok, sekali lagi Terima kasih" ucap Vero sambil mengambil resep tersebut dan menjabat tangan Sang dokter.


Akhirnya setelah menebus resep tersebut di apotek, mereka pun langsung berjalan jalan dan tentunya juga berbelanja. Bahkan mereka pun mengambil beberapa foto di tempat yang menurut Putri menarik. Vero tersenyum melihat mami dan adiknya yang begitu berbahagia bisa berjalan jalan bersama, ia berharap mereka akan bisa kembali bersama walaupun keadaan saat ini belum memungkinkan mengingat kondisi mami.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Sementara itu di sebuah restoran mahal, lebih tepatnya di dalam ruangan VIP tampak seorang wanita yang terlihat hanya mengaduk aduk makanannya saja.


"Kenapa kau mempermainkan makanan seperti itu?" tanya seorang pria yang menemaninya makan siang saat ini.


"Entah lah aku tak berselera makan karena mendengar kabar yang baru aku Terima" jawabnya sambil menopang dagunya.


"Kabar apa hingga kau terlihat lesu seperti ini?" tanya Sang pria yang penasaran.


"Haaah... Vero kemarin berangkat ke luar negeri tanpa memberitahu ku" jawabnya sambil menghela nafas "Yang membuat ku lebih kesal adalah ia pergi bersama gadis manja tersebut" lanjutnya dengan geram menahan emosinya.

__ADS_1


"Dari mana kau mendengar kabar itu? Apa kau yakin ia pergi bersama seorang gadis? Mungkin itu hanya seseorang yang dikenalnya dan kebetulan bertemu di bandara?" jawab Sang pria berusaha mencari penjelasan logis atas keadaan yang mungkin terjadi.


"Mana mungkin seperti itu! Teman ku melihat mereka di Bandara dan mereka berjalan dengan mesra dan bergandengan tangan!" seru wanita itu dengan amarah.


"Tenang lah Olie, mungkin kejadiannya tidak seperti yang kau dan teman mu bayangkan" jawab pria tersebut.


"Tidak mungkin pasti ada yang terjadi di antara mereka! Semenjak Vero kembali ke sini dan mengenal gadis manja itu, ia mulai mengabaikan ku dan berubah tidak seperti dulu lagi" ucap wanita tersebut yang ternyata adalah Olivia.


"Lalu sekarang kau mau bagaimana?" ucap Pria itu berusaha menenangkannya.


"Entah lah aku masih bingung" jawabnya "Bagaimana perkembangan rencana hubungan mu dengan Rania?" tanyanya lagi setelah meneguk air putih untuk meredakan tenggorokannya yang terasa kering.


"Aku masih berusaha mendekatinya" jawab pria itu santai "Tapi karena kesibukan ku, maka kami belum terlalu banyak kemajuan" lanjutnya.


"Apakah itu hanya alasanmu saja Figo? Karena kau tidak bersungguh sungguh untuk melakukannya?" tanya Olivia seperti mencurigai teman prianya itu.


"Mana mungkin aku seperti itu karena jadwal ku benar benar padat, banyak tawaran untuk iklan dan pemotretan belum lagi catwalk. Kau sendiri pun tahu bagaimana padatnya jadwal kita apa bila musim baru telah tiba" jawab Figo berusaha menjelaskan agar wanitanya mengerti.


"Baiklah aku percaya pada mu untuk bisa menyelesaikan rencana kita" ucap Olivia sambil tersenyum.


"Aku akan melakukan yang terbaik untuk mu Olie" jawabnya sambil menggenggam tangan Olivia dengan hangat.


Akhirnya mereka pun melanjutkan makan siang mereka dengan berbagai fikiran yang berbeda di dalam kepala masing masing hingga tak terasa makanan mereka pun tandas. Setelah menyelesaikan makan siang bersama, mereka pun berpisah untuk melanjutkan kegiatan mereka masing masing.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏


...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya... ♡Thanks!...

__ADS_1


__ADS_2