Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 31


__ADS_3

Cerahnya weekend pagi ini di nikmati oleh Ale dan Nia dengan kembali berolahraga bersama setelah mereka tak bertemu untuk beberapa waktu yang lama.


"Nanti kita pulang bersama ke kosan ku, baru setelah itu kita jalan jalan sedikit refreshing lah" ucap Ale mengajak sahabatnya itu sambil terus tetap berlari.


"Emang ada apa di kosan mu itu? Tumben kau mengajak ku main ke sana? biasanya kau bawa baju ganti dan beristirahat di mess ku?" tanya Nia yang merasa heran. Karena memang biasanya mereka akan membersihkan diri di mess Nia yang jaraknya lebih dekat dengan taman tempat mereka biasa berolahraga di hari weekend.


"Apa kau sudah lupa akan sesuatu?" tanya Ale sambil cemberut karena pertanyaan sahabatnya itu.


Nia pun mencoba memikirkan apa yang telah di lupakannya. "Apa kau akan memberikan aku oleh oleh hasil dari liburan mu di luar negeri?" tanya Nia antusias setelah mengingat janji sahabatnya tersebut.


"Aku fikir kau sudah tidak menginginkannya lagi?" jawab Ale dalam mode merajuk.


"Ayo lah jangan cemberut seperti itu, nanti wajah cantikmu langsung keriput loch" Nia berusaha bercanda agar sahabatnya tidak kesal.


"Mana mungkin aku kan masih terlalu muda untuk itu" jawab Ale kembali memamerkan senyuman indahnya "Mungkin minggu depan aku akan pulang buat menjenguk Opa dan Oma sekalian memberi oleh oleh untuk adik adik di panti" jelas Ale lebih lanjut.


"Kau juga membelikan oleh oleh untuk mereka semua?!" seru Nia terkejut.


"Tentu saja kan mereka semua adik adik ku juga" ucap Ale semakin melebarkan senyum manisnya.


"Terima kasih Ale, aku sangat menghargainya" ucap Nia dengan mata yang mulai berkaca kaca.


"Sudahlah jangan sampai kau menangis di sini, bisa bisa banjir air mata nanti seluruh taman ini. Hahahahaha" balas Ale sambil berlari menjauh darinya.


"Awas kau ya!" seru Nia sambil berlari mengejar sahabatnya yang telah jauh.

__ADS_1


Akhirnya mereka menyelesaikan putaran lari mereka sambil berkejaran seperti anak anak dengan tertawa lepas.


...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...


Detik berganti menit, menit berganti jam dan jam pun berganti hari. Hari hari pun berlalu sesuai dengan waktunya masing masing. Suatu hari saat selesai pertemuan di luar kantor, Vero pun langsung kembali ke kantornya untuk menyelesaikan semua dokumen agar tidak semakin menumpuk akibat ia tinggal kan beberapa waktu lalu. Pagi ini pun ia langsung ke pertemuan tanpa sempat mampir ke kantornya terlebih dahulu.


Ketika ia sedang di dalam lift yang begerak naik ke atas menuju ruangan teratas, dari dalam seberang lift ia melihat seseorang yang di kenalnya. Karena konsep lift yang ada di Tower STAR Grup terbuat dari kaca seluruhnya agar pengunjung dapat menikmati pemandangan yang ada di sekitar ketika menaiki lift, maka kita pun dapat melihat keberadaan orang yang ada di seberang lift.


"Bukan kah itu Rani?" tanyanya kepada Sang asisten untuk lebih memastikan apa yang ia lihat.


"Benar Tuan, ada masalah apa Tuan?" tanya Jeff kembali.


"Mau ke mana dia? Bukan kah ini masih jam kerja?" tanya Vero heran.


"Maaf Tuan tapi saya kurang tahu ia mau ke mana, akan tetapi ini sudah masuk jam makan siang jadi ini adalah waktu istirahat untuknya Tuan" ucap Jeff menjelaskan.


"Lalu siapa yang bersamanya itu? Sepertinya ia tidak asing?" tanya Vero lagi kepada asistennya.


"Ia adalah Tuan Figo yang merupakan pasangan nona Olivia sebagai brand ambassador Mall kita Tuan" jelas Jeff "Apakah Tuan ingin makan siang sekarang?" tanya Jeff lagi karena dalam perjalanan ke kantor Tuannya itu bilang akan makan siang di kantor.


"Tidak perlu. Aku sudah tak berselera untuk makan siang lagi, aku akan istirahat saja di kantor ku" ucap Vero kesal dan langsung berlalu ketika pintu lift telah terbuka di lantai ruangannya.


"Baik Tuan" jawab Jeff sambil menundukkan kepala saat Bossnya berlalu.


"Berani sekali ia mengajak Rani pergi makan siang" ucap Vero geram sambil meninju meja kerjanya dengan kepala tangannya. "Tapi kenapa Rani pun bersedia untuk ikut pergi dengannya?" Vero pun mulai bertanya tanya "Apa ia tidak mengerti perintah yang telah aku berikan kepadanya sebelum ini? Kenapa ia tidak bisa memahami perasaan ku selama ini" gumamnya lagi sambil mengacak acak rambutnya dengan frustasi.

__ADS_1


Ia pun kemudian membuka laptopnya dan mulai melihat CCTV beberapa hari belakang selama ia tidak ada di sini. Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat bahwa pria yang tidak di sukainya itu beberapa kali menemui sang sekretarisnya itu, bahkan ia pun memberikan bunga secara langsung kepada Rania. Yang semakin membuatnya frustasi adalah Rania merespon pria tersebut sambil tetap tersenyum dan Vero tidak bisa mengerti apa yang mereka bicarakan hanya melalui CCTV tersebut.


"Aaarrrghhh.....!" seru Vero kesal sambil bersandar di kursi kebesarannya dan mulai mengendurkan dasi yang dipakainya seolah olah semakin membuat sesak di dadanya. Ia pun memejamkan mata agar otaknya berhenti memikirkan hal hal yang tidak seharusnya berada di dalam otaknya. Karena tidak bisa menenangkan hati dan mengendalikan fikirannya, akhirnya ia pun memutar kursinya dan menatap ke arah luar melalui jendela ruangannya yang besar, menanti sang sekretaris dengan penuh kecemasan.


Sementara sepasang pria dan wanita yang di khawatirkan sedang menikmati makan siang di sebuah resto yang berada di sekitar Tower STAR Grup.


"Kau yakin ingin makan di sini saja? Padahal aku sudah berencana untuk mengajak mu makan siang di sebuah restoran mewah" tanya Figo untuk memastikan tempat mereka akan makan siang kepada Rania.


"Tentu saja Tuan. Karena saya masih harus bekerja lagi jadi ini adalah tempat yang tepat untuk makan siang" jawab Rania "Lagi pula saya benar benar tulus membantu Anda dan tidak mengharapkan imbalan apa pun, jadi saya sudah menganggap ini sebagai ucapan terima kasih anda Tuan" jelas Rania lebih lanjut.


"Baiklah jika itu keinginanmu" jawab Figo menerima keputusan Rania.


"Terima kasih Tuan karena sudah menghargai keputusan saya" ucap Rania sambil tersenyum.


"Tidak masalah jika itu bisa membuat ku melihat mu tersenyum manis seperti ini" jawab Figo mencoba menggoda Rania.


Rania pun hanya terdiam dan tersipu malu, yang terlihat dari pipinya yang merah merona. Figo pun hanya tersenyum melihat tingkah laku Rania seperti itu. Akhirnya mereka pun mulai memesan menu dan menikmati makan siang mereka dengan penuh canda tawa. Mereka tidak tahu terutama Rania yang telah ditunggu dengan penuh kecemasan oleh seseorang yang merasa cemburu akan kedekatan mereka.


❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏

__ADS_1


Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰


...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya... ♡Thanks!...


__ADS_2