Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris
Bab 17


__ADS_3

Olivia tidak percaya bahwa telah ada seorang gadis yang masih muda di dalam pelukan Vero dengan nyamannya. "Siapa kau berani sekali berbuat seperti itu kepada Vero?" tanya Olivia yang penasaran dengan jati diri sang gadis.


"Apa urusannya dengan mu? Memang kau pacarnya?" gadis itu balik bertanya tanpa berniat menjawab pertanyaan dari Olivia.


"Jelas saja itu menjadi urusan ku! karena aku... aku... aku... " ucap Olivia ragu sambil menatap Vero yang hanya diam melihat interaksi keduanya.


"Kau apa? Kenapa menjadi ragu seperti itu?" tantang sang gadis.


"Sudah lah Olive lebih baik kau pulang saja. Bukan kah kau tadi berniat ingin pergi?" ucap Vero berusaha membantu agar Olivia berhenti dan tidak mempermalukan dirinya sendiri lebih jauh.


"Baik lah jika begitu aku permisi" ucap Olivia kesal sambil keluar dari ruang perawatan.


"Hahahahaha....Kenapa ia kesal sekali melihat ku kak? Siapa dia? Pacar kakak ya?" rentetan pertanyaan dari Putri yang penasaran siapa wanita yang bersikap cemburu kepada kakaknya itu.


"Hei... jangan sembarangan jika berbicara ya!" seru Vero tak terima "Ia itu hanya seorang model Brand Ambassador untuk mall kita, aku hanya memiliki hubungan profesional saja dengannya" jelasnya lagi agar adiknya tidak salah faham.


"Bagus lah jika seperti itu, karena aku tidak suka punya kakak ipar yang seperti dia hanya terlihat cantik di wajah saja tapi hatinya tidak" ucap Putri sambil mencebik kan bibirnya.


Jeff hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya saja melihat tingkah laku kakak adik tersebut.


"Karena sekarang ada Nona Putri, maka saya permisi dulu Tuan untuk menyelesaikan urusan administrasi agar anda dapat segera pulang" ucap Jeff meminta izin. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan dokter bahwa Vero bisa segera pulang sore ini karena alerginya sudah berhasil ditangani dengan baik.


"Segera selesaikan karena aku sudah tidak betah berlama-lama di sini" balas Vero yang ingin segera pulang kembali ke kamarnya yang nyaman.


"Jadi kakak akan segera pulang? Percuma saja aku mengkhawatirkan kakak" ucap Putri setelah kepergian Jeff.


"Hei... kenapa kau berkata seperti itu? kemarin malam aku pingsan tak sadarkan diri jika terlambat sedikit saja pasti kau tidak bisa melihat ku sekarang!" seru Vero sedikit kesal pada adiknya yang terlihat tidak mencemaskannya sedikit pun.


"Hehehe... sudah lah kak jangan ngambek donk!" ucap Putri sambil bergelayut manja di lengan sang kakak "Malam ini aku akan menemani kakak di apartemen agar tidak pingsan lagi" lanjutnya sambil tersenyum manja.

__ADS_1


"Wah... tentu kakak senang sekali ada seorang gadis cerewet sehingga apartemen kakak tidak lagi sepi" balas Vero sambil mengacak acak rambut adiknya "Tapi besok kamu tidak ada kuliah pagi?" tanyanya lagi karena ia tahu bahwa jarak kampus adiknya cukup jauh dari apartemen tempatnya tinggal, oleh sebab itu mereka tinggal terpisah.


"Kakak tenang saja, kuliah ku besok mulai siang jadi aku masih ada waktu untuk pulang ke kos-kosan untuk berganti pakaian dan mengambil buku buku ku" jelas Putri.


"Baiklah jika begitu kita pulang sekarang" ucap Vero setelah melihat Jeff masuk.


"Baik Tuan, saya akan ambil mobilnya" sahut Jeff dan langsung berlalu ke tempat parkir.


Sementara itu di dalam sebuah kamar tampak seorang gadis yang memandang handphonenya dengan kening berkerut.


..."Aku sudah kembali ke apartemen....


...Jadi kau tidak perlu menjaga ku malam ini....


...Beristirahat lah agar besok kau bisa bekerja dengan penuh semangat....


seperti itu lah isi sebuah pesan singkat dengan nama pengirim "CEO Macan".


"Ternyata selain dingin dan kejam ia juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Fikirnya aku akan datang untuk merawatnya, ada ada saja tingkah anehnya" gumam Rania setelah membaca isi pesan tersebut "Tapi ia ternyata manis juga saat mengucapkan Terima kasih" lanjutnya sambil tersenyum. Kemudian ia pun masuk ke dalam selimut dan mematikan lampu, untuk kemudian dalam sekejap ia telah terlelap ke dalam alam mimpi indahnya.


Sedangkan sang pengirim pesan sedang memandang langit malam ibu kota yang berhiaskan bintang bintang dan lampu kota melalui jendela apartemennya. Ia menatap ke arah ponselnya seakan akan bertanya


"Kenapa ia tidak membalas pesan ku? Apa kah ia sudah tidur? Tapi ini masih terlalu dini untuk pergi tidur?" gumamnya sambil menatap jam di dinding. Akhirnya ia pun kembali ke kamar untuk beristirahat dan berharap mendapat balasan dari pesan yang dikirimnya untuk seseorang. Hingga akhirnya ia pun terlelap dalam penantiannya yang tak terbalaskan.


...****************...


Di sebuah apartemen mewah lainnya, seorang wanita sedang berjalan mondar mandir dengan kesal.


"Apakah kau tidak bisa berhenti melakukannya? Aku pusing melihat kau seperti itu" ucap seorang pria.

__ADS_1


"Apa kau tidak tahu aku sedang kesal" ucapnya sambil menghempaskan dirinya duduk di sofa sebelah pria tersebut.


"Ia aku tau apa yang sedang terjadi padamu, tapi kita harus memikirkan semuanya dengan kepala dingin. Tidak boleh gegabah" balas pria tersebut


"Aku penasaran siapa gadis itu sebenarnya? kenapa ia bisa sedekat itu dengannya? bahkan mereka berpelukan di hadapan ku!" seru Olivia kesal.


"Mungkin saja dia kekasihnya Vero" pria itu memberikan sebuah alasan yang masuk akal kepada Olivia


"Tapi Vero selama ini tidak pernah memperkenalkan siapa pun sebagai pacarnya. Bahkan sampai saat ini hanya aku wanita yang dekat dengannya" ucap Olivia yang masih berusaha menyangkal secara logika


"Belum selesai urusan dengan sekertaris sialan itu, sekarang di tambah ada seorang gadis manja" gumam Olivia menunjukkan kekesalannya.


"Jadi sekarang apa rencana mu?" tanya pria itu lagi


"Sedang aku fikir kan, tapi nanti kau akan membantuku kan?!" tanya Olivia manja kepada pria tersebut


"Apa yang tidak bisa aku lakukan untukmu" balas pria tersebut sambil membelai wajah cantik tersebut.


"Terima kasih karena kau selalu ada untuk mendukung ku" ucap Olivia sambil bersandar di pelukan pria tersebut. "Aku harus mencari tahu siapa gadis tersebut dan cara untuk menjauhkan mereka semua dari Vero" tekad Olivia di dalam hatinya.


"Kenapa kau tidak pernah bisa merasakan ketulusan cinta ku? Selalu saja mata dan hati mu hanya tertuju pada Vero seorang. Padahal selama ini aku selalu berada di sisi mu. Sampai kapan aku harus menahan rasa cinta yang menyakitkan ini. Sampai kapan aku harus menunggu kau berbalik dan mulai memperhatikan dan mencintai diriku seorang saja" fikiran fikiran ini lah yang berkecamuk di dalam hati pria tersebut.


Selamat Membaca semuanya...😊😊😊


...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🤩...


Mohon dukungannya pada novel ini dengan memberikan Vote dan Likenya serta komentar kalian para pembaca semua...😊 Terima Kasih 🙏


Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2