
FLASHBACK ON
"Jadi bagaimana hasil penyelidikan mu sampai saat ini?" tanya Vero saat sudah berada di dalam mobil.
"Kami sudah mendapatkan bukti CCTV dan keterangan dari pihak bengkel bahwa kendaraan tersebut pada sore hari kejadian di cat ulang, hanya saja rekaman kamera dashboard tidak merekam apa pun. Ada kemungkinan telah di hapus Tuan" jawab Jeff sambil mengemudi.
"Lalu bagaimana dengan Dia" tanya Vero lagi yang enggan menyebut nama yang telah menyakiti adik dan kekasihnya.
"Sampai saat ini Nona Olivia masih tetap bungkam dan tidak mengakui apa yang telah di lakukannya Tuan" jawab Jeff apa adanya.
"S*alan!" ucap Vero geram sambil memukul pelan jendela mobil. "Siap kan tim kuasa hukum terbaik kita Jeff. Ingat aku tidak ingin sedikit pun berdamai dengannya. Penjarakan ia seumuru hidup atau ia pergi dari sini tanpa kesempatan kembali!" lanjutnya lagi.
"Baik Tuan" jawab Jeff singkat.
"Satu hal lagi, putuskan semua kontrak STAR Grup dengannya. Bayar berapa pun penalti yang tertulis di kontrak. Aku sudah tidak mau berhubungan lagi dengannya" ucap Vero.
"Baik Tuan, saya akan koordinasikan dengan agensi nona Olivia" jawab Jeff.
Aku sudah berbaik hati memperingatkannya karena masih ingat kebaikan paman, tapi ia malah berbuat nekat. Jangan salah kan aku jika aku memutus hubungan dengan mu, batin Vero geram.
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, tiba lah mereka di Bandara. Mereka pun menunggu di area kedatangan internasional. Tak berselang lama tampak Mami muncul dari dalam mendorong troli berisi koper. Yang membuat mereka terkejut adalah bahwa Mami tidak sendiri, akan tetapi bersama seorang pria.
Bagaimana ini? Apa yang harus aku katakan kepada Paman?, batin Vero bingung yang tidak menyangka bahwa Mami tidak datang seorang diri.
"Bagaimana kita menjelaskannya Tuan?" tanya Jeff yang juga bingung sambil berbisik.
"Biar nanti aku yang jelaskan pelan pelan di mobil. Kau diam dan fokus menyetir saja" jawab Vero sambil berbisik pula.
"Mami!" seru Vero sambil melambaikan tangannya agar sang ibu melihat ke arahnya. Mami yang di panggil pun tersenyum sambil berjalan ke arah mereka. Mami pun langsung memeluk putranya dengan rindu.
"Apa kabar Vero?!" tanya pria yang menemani ibunya.
"Kabar baik Paman" jawab Vero sambil mencium tangannya. "Aku tidak menyangka jika Paman akan ikut menemani Mami" ucapnya lagi.
"Ia kebetulan Paman juga rindu dengan Olivia, maka sekalian Paman menemani Mami mu berkunjung" jelasnya. "Paman juga ingin memberi kejutan kepada Olivia, maka Paman tidak memberinya kabar" ucap dokter Frans yang merupakan ayah Olivia sekaligus dokter yang merawat Mami Vero.
__ADS_1
Yang nanti akan terkejut adalah Paman bukan Olivia, batin Vero sambil mengusap tengkuknya.
Mereka pun lalu berjalan menuju parkiran bandara, Jeff dengan segera memasukkan semua koper dan barang bawaan. Setelah semua duduk dengan nyaman, Jeff pun melaju membelah keramaian ibu kota.
"Mami sebaiknya kita makan siang dulu ya" ucap Vero saat melihat jam pada pergelangan tangannya.
"Mami ingin segera bertemu Putri, bagaimana jika kita makan siang bersama" jawab sang ibu yang membuat Vero harus mencari akal agar Mami nya mau menunda bertemu adiknya sebentar.
"Tenang saja Mi, Putri tidak akan ke mana mana. Ini sudah siang sebaiknya kita makan siang dulu, betul tidak Paman?" tanya Vero mencari dukungan.
"Betul apa yang di katakan Vero, sebaiknya kita makan siang dahulu. Makanan di pesawat kurang menggugah selera" jawab dokter Frans.
"Baik lah, tapi jangan lama lama ya" ucap sang ibu mengalah.
"Jika bertemu resto segera menepi Jeff" ucap Vero kepada asistennya.
"Baik Tuan" ucap Jeff sambil tetap fokus mengemudi.
Semoga Mami tidak terlalu drop saat aku memberitahunya setelah makan, batin Vero cemas.
Akhirnya mereka pun menikmati makan siang dengan tenang dan nyaman di sebuah resto yang menyediakan masakan nusantara.
"Ayo kita berangkat Vero jika sudah selesai" ucap Mami dengan tidak sabar.
"Tunggu dulu Mi, ada yang harus Vero jelaskan sebelum kita pergi. Vero harap Mami tenangkan diri dulu ya" ucap Vero menahan Mami yang ingin beranjak pergi.
Semoga saja Mami tidak syok, batinnya cemas.
"Ada apa sebenarnya Vero? Apa yang terjadi dengan adik mu?" Mami mulai bertanya tanya.
"Sebenarnya saat ini Putri sedang di rawat di ICU rumah sakit Mi" ucap Vero mengambil jeda untuk melihat reaksi sang ibu.
"Apa?! Bagaimana mungkin itu terjadi lagi?" ucap Mami yang cukup terkejut, raut wajahnya berubah pias menjadi pucat.
"Mami tenang dulu, sekarang Putri sudah stabil hanya tinggal menunggu ia siuman. Ia kemarin mengalami kecelakaan dengan sahabatnya Rania di sebuah persimpangan. Aku harap paman juga tidak terkejut saat mendengarnya" ucap Vero berhenti sesaat.
__ADS_1
"Maksud mu bagaimana Vero? Paman tentu saja terkejut karena bagi Paman kalian sudah seperti anak anak Paman sendiri" ucap dokter Frans bingung.
"Karena tersangka pengemudi mobil yang menabrak mereka adalah Olivia" ucap Vero dengan raut wajah menyesal.
"APA!" seru dokter Frans terkejut dan tidak percaya, "Lalu di mana ia sekarang?" tanyanya lagi.
"Tapi bagaimana mungkin hal itu terjadi Vero? Bukan kah kau dan Olivia sudah bersahabat sejak kalian kecil?" tanya Mami yang semakin terkejut, ia mulai merasa lemas beruntung mereka masih duduk di meja makan sehingga ia tidak jatuh karena kakinya tak kuat menahan tubuhnya yang mulai gemetar.
"Apa yang di katakan Mami itu benar Nak, apa kau tidak salah menduga? Mungkin mobil yang di gunakan Olivia sama sehingga kalian mengiranya sebagai tersangka" ucap dokter Frans beragumen.
"Maaf Paman, tapi berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian dan anak buah ku telah terbukti mobil yang menabrak mereka terdaftar atas nama Olivia. Walaupun ia hingga kini masih belum mengakui perbuatannya, tapi karena bukti yang ada memberatkannya maka ia sekarang ada di penjara" ucap Vero menjelaskan sambil tangannya menggenggam tangan sang ibu yang terasa dingin. Ia ingin memberikan kekuatan kepada ibunya agar tetap tegar.
"Tapi apa alasan Olivia melakukan hal tak terduga seperti ini?" tanya dokter Frans yang masih belum bisa menemukan alasan putrinya melakukan hal kejam seperti itu.
"Untuk mengetahui alasannya mungkin Paman harus langsung menanyakannya kepada Olivia" ucap Vero yang tidak ingin menambah panjang masalah.
"Baiklah. Setelah ini bisa antar kan Paman ke tempat Olivia" ucap dokter Frans lesu.
Mungkin kah karena rasa cemburunya kepada Vero? Bukan kah selama ini Olivia selalu tergila gila dengan Vero. Aku harap ini hanya sebuah ketidaksengajaan yang di lakukannya, batinnya berharap sang putri tidak benar benar berniat mencelakai seseorang.
"Baik lah Paman nanti setelah dari rumah sakit, Jeff akan mengantar kan Paman" ucap Vero sambil melihat Jeff, sedangkan asistennya hanya menganggukkan kepalanya.
"Baik lah, sekarang ayo kita pergi. Mami sudah tak sabar ingin segera melihat dan memeluk Putri" ucap Mami sambil bergegas berdiri.
Mereka pun akhirnya meninggalkan resto dengan fikiran mereka masing masing tentang peristiwa yang cukup mengejutkan ini.
FLASHBACK OFF
❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣
Selamat Membaca semuanya...😊😊😊
...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...
Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate, Komen, hadiah dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏
__ADS_1