
Didalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang membelah keramaian ibu kota, seorang pria tampan melihat pemandangan ke luar jendela sambil termenung memikir kan apa yang dilihat tadi pada saat di lobi gedung STAR Group.
"Sedang apa dia disana?"
"Apa mungkin itu dia?"
"Jika itu dia bagaimana bisa sampai di ibu kota?"
"Apa yang terjadi selama ini?"
begitu banyak pertanyaan yang bermunculan di dalam fikirannya.
Jeff melirik Tuannya lewat spion seperti banyak fikiran
"Apakah ada masalah Tuan?" tanya Jeff
tapi Tuannya itu tidak merespon seperti orang yang terlalu larut dalam fikirannya.
"Tuan?!" Jeff bertanya dengan nada yang sedikit agak keras.
"Tidak perlu berbicara seperti itu aku masih bisa dengar!" ujar Vero gusar
"Maaf tuan karena dari tadi saya panggil anda hanya diam saja" balas Jeff meminta maaf
"Ehmmm.... emang kau ingin bertanya tentang apa?" Vero bertanya kembali
__ADS_1
"Apa kah tuan ada masalah? karena dari tadi saya perhatikan anda melamun seperti ada yang difikir kan" jelas Jeff
"Tidak ada apa apa. Lanjutkan saja dan perhatikan jalan di depan mu itu" tukas Vero
"Baik Tuan" sambil tetap fokus mengemudi
"Bagaimana kabar Putri? Apakah dia baik baik saja?" Vero bertanya beberapa saat kemudian kepada Jeff.
"Putri baik baik saja di kosan khusus wanita Tuan. Dia juga belajar dengan baik dan sedang mencoba mengikuti beberapa eskul di Universitas X" jelas Jeff
"Apakah dia kesepian atau terlihat sedih?" lanjut Vero
"Tidak Tuan. Dia cepat beradaptasi dan sudah memiliki beberapa teman di kosan tersebut" begitulah laporan yang Jeff terima dari pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Putri.
"Baik lah. lanjutkan untuk tetap menjaganya dari kejauhan dan langsung laporkan kepada ku jika ada hal yang tidak sesuai karena aku tidak mau sesuatu terjadi padanya di ibu kota ini" Perintah Vero dengan tegas
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit menembus keramaian ibu kota, tiba lah mereka di sebuah gedung apartemen mewah. Setelah sampai di lobi, Jeff pun menghentikan mobil dan bergegas keluar untuk membuka kan pintu untuk boss nya.
"Pulang lah Jeff. Selamat beristirahat" ujar Vero sambil melambai kan tangannya dan begegas masuk ke area lobi
"Baik. Selamat malam Tuan" balas Jeff dan langsung melajukan kembali kendaraan tersebut menuju kediamannya untuk mengistirahatkan tubuhnya lelah.
Setelah keluar lift di lantai yang dituju, Vero bergegas masuk kedalam apartemennya. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya sambil melepas pakaiannya satu persatu menuju bathroom. Ia langsung menghidupkan keran dan mengisi bathtube dengan air hangat kemudian menambah sabun wangi ke dalamnya. Setelah di rasa cukup ia mematikan keran dan langsung masuk ke dalam bathtube sambil memejamkan mata untuk merileks kan tubuh dan fikirannya yang lelah dan juga penat akibat pekerjaan dan suatu hal yang mengusik hatinya.
Setelah selesai mandi Vero mengenakan pakaian santai kaos hitam yang pas ditubuh nya dengan celana pendek warna senada. Sambil mwngeringkan rambutnya dengan handuk kecil, dia kemudian ke dapur untuk mengambil air mineral dari dalam kulkas. Dia pun kemudian menyalakan televisi sambil menunggu makan malam yang sudah di pesannya melalui layanan antar. Tak perlu menunggu lama, makan malam nya pun telah tiba.
__ADS_1
Ting Tong... Ting Tong...
Vero langsung membuka pintu dan memerintah kan pelayan terebut untuk meletakkan makanan tersebut di atas meja depan tv. Kemudian setelahnya ia membayar makanan tersebut dan juga tips untuk pelayan tersebut.
"Terima Kasih Tuan. Selamat menikmati makan malam anda" ujar pelayan tersebut sambil menundukjan kepala sebagai tanda hormat.
"Iya baiklah" balas Vero sambil tersenyum
Setelah pelayan itu pergi, Vero menikmati makan malam nya berupa steak serta mashed potato lengkap dengan salad sayur sambil menikmati siaran TV yang menampilkan acara bisnis. Setelah menyelesaikan makan malam nya, Vero meletakkan piring bekas makannya tersebut di dapur karena besok akan ada yang datang untuk membersihkan apartemennya dan mengembalikan piring tersebut ke bagian restoran di lantai bawah gedung apartemen tersebut. Dia kemudian menyalakan mesin pembuat kopi untuk menghangatkan nya di malam yang dingin ini.
Sambil membawa secangkir kopi, Vero masuk ke dalam ruang kerjanya dan menatap malam yang telah di warnai dengan rinai rintik hujan. Dia menatap indah nya lampu lampu kota yang menerangi malam ditambah dengan indahnya langit malam berhias bintang.
"Mungkin kah Ia juga menatap langit yang sama dengan ku?"
"Apakah Ia juga merasakan kerinduan yang kurasakan ini?"
"Lebih tepatnya....... Apakah Ia masih mengingat ku?"
Vero bertanya tanya dalam hati. Fikirannya mulai kembali berkecamuk memikirkan semua yang telah terjadi.
Selamat Membaca semuanya...😊😊😊
Jangan Lupa tambahkan ke Favorit y.... 🤩
Mohon beri dukungan Vote dan Likenya ya semua...😊 Terima Kasih 🙏
__ADS_1
Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰