
Bumi terus saja berputar berdasarkan rotasinya mengelilingi sang matahari, hingga siang berganti malam dan kembali lagi menuju pagi. Hal itu terus saja berulang sebagaimana mestinya, seakan bumi pun enggan untuk membantu Rania agar bisa menghentikan waktu sejenak sehingga ia bisa mencari jejak sang cinta pertamanya yang hilang seakan di telan bumi yang tak juga berpihak padanya.
Sementara Vero tidak pernah menyimpan kekhawatiran yang sama seperti yang Rania rasakan. Ia selalu menikmati waktunya di akhir pekan dengan berkencan bersama sang sekretaris. Karena jika sudah menyangkut pekerjaan, maka tidak ada toleransi baginya walaupun itu sang pujaan hatinya. Oleh sebab itu ia ingin tetap menjaga profesionalismenya saat bekerja, hingga ia tidak pernah menggunakan jam kerja mereka untuk bersenang senang. Kecuali saat jam makan siang, maka mereka pun akan makan bersama di ruangan Vero dengan menu yang telah di sediakan oleh staff kantin. Ia selalu beralasan ingin meningkatkan menu di kantin untuk para karyawannya.
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
Suatu hari setelah lewat dari jam makan siang, datang seorang wanita dengan wajah yang penuh amarah menuju ruangan sang CEO. Ia seakan ingin melampiaskan semua amarah yang sudah di tahannya selama beberapa hari ini.
"Maaf Nona tapi Tuan sedang tidak ada di ruangannya" ucap Rania sopan sambil menundukkan kepala hormat.
"Kau jangan coba coba berbohong pada ku ya!" serunya kesal kepada Rania.
"Jika anda tidak percaya, silahkan anda periksa sendiri nona" jawabnya sambil membukakan pintu ruangan CEOnya, menunjukkan kepada Olivia bahwa ia tidak berbohong.
"Kurang ajar sekali kau sekarang ya!" seru Olivia yang bergegas memeriksa ruangan tersebut yang nyatanya memang kosong.
"Ku peringatkan kau ya! Kau jangan merasa berada di atas angin hanya karena Vero mengajak mu pergi beberapa waktu" ucapnya kesal karena ia beberapa kali melihat mereka bersama tanpa sengaja, hanya saja karena mereka selalu berada di tempat umum ia tidak ingin membuat keributan yang dapat merusak reputasi yang telah di bangunnya selama ini.
"Asal kau tau saja Vero itu mendekatimu hanya untuk bermain main saja, karena ia telah memiliki wanita yang telah di cintainya semenjak ia kecil. Ia sekarang hanya mengisi waktu senggangnya sambil menunggu. Apa kau mengerti hukum gravitasi?" tanya Olivia dengan nada penuh penekanan sambil menunjuk ke arah Rania.
"Maaf, saya tidak tahu Nona" jawab Rania sambil menundukkan kepalanya, karena ia sendiri tidak mengerti kenapa wanita cantik di hadapannya ini selalu marah kepadanya.
"Semakin tinggi kau terbang ke atas, maka akan semakin sakit ketika kau terjatuh. Aku harap kau mengerti jangan terlalu tersanjung atas sikap Vero saat ini, karena suatu saat kau akan merasakan sakitnya di campakkan olehnya!" seru Olivia mengingatkannya sambil berlalu pergi setelah melepaskan rasa kesal dan amarah yang sudah lama di pendamnya.
__ADS_1
"Aku harap hal itu tidak terjadi padamu juga Nona" ucap Rania yang melihat Olivia berlalu begitu saja. "Lagi pula kenapa ia marah marah kepadaku? Harusnya jika ia kesal pada Tuan Vero, ia kan bisa langsung menemuinya di luar kantor dan memarahinya secara langsung. Kenapa aku terus yang menjadi sasaran amarahnya padahal aku tak pernah berbuat salah kepadanya. Aku pun selalu sopan bila berbicara dengannya dan minta maaf terlebih dahulu walaupun ia yang terkadang salah" gumam Rania bingung mengingat sikap Olivia yang selalu marah jika bertemu dengannya.
"Tapi apa kah benar apa yang Nona tadi katakan? Apakah wanita yang di bicarakannya itu yang selalu menelepon Tuan Vero dan bisa membuatnya tersenyum dan berbicara tanpa beban? Apakah betul Tuan Vero hanya ingin main main saja dengan ku selama ini? Tapi apa alasannya? Bahkan ia yang memberiku waktu untuk menerima perasaannya" gumam Rania berusaha mencerna semua hal yang telah di lihat, di dengar dan di alaminya sendiri. "Ya Tuhan... apa yang harus aku lakukan!" ucapnya sambil menutup wajah dengan kedua tangannya 'Kakak kau berada di mana sekarang?' batinnya.
Tak berselang lama, Vero dan Jeff pun kembali dari ruang meeting. Saat melewati meja sekretarisnya, ia melihat Rania yang berdiri sambil menundukkan kepala tanda hormat, akan tetapi ia dapat melihat bahwa ada perubahan dari raut wajahnya.
"Ada masalah selama aku meeting?" tanya Vero langsung yang merasa ada sesuatu yang terjadi sebelumnya.
"Tidak ada Tuan" jawab Rania yang menutupi masalah kedatangan Olivia kepada Bossnya tersebut.
"Baiklah" ucap Vero sambil berlalu ke ruangannya.
...❁ ❁ ❁ ❁ ❁ ❁...
Meskipun begitu ia berusaha fokus dan mengerjakan pekerjaannya semaksimal mungkin, karena ia tahu seperti apa CEO Macannya itu dalam hal pekerjaan. Hingga tiba tiba ponsel Rania berdering dan tertera nama 'Ibu' di layar tersebut, ia pun langsung menekan tombol hijau untuk menjawab panggilan tersebut.
📞 'Halo Bu, ada apa? Tumben Ibu telepon Nia jam segini?' tanyanya heran karena ibu biasanya menelepon jika sudah di luar waktu kerjanya atau akhir pekan, karena ia tak ingin mengganggu pekerjaan Rania.
📞 'Maaf Nia jika Ibu mengganggu pekerjaanmu, tapi hal ini mendesak dan berhubungan dengan ibu mu' jawab Ibu asuh Rania tersebut ragu ragu.
📞 'Maksud Ibu apa!' seru Rania yang terkejut.
📞 'Ibu tidak sengaja bertemu dengan teman lama Ibu mu, katanya ia telah mencari mu selama bertahun tahun ini. Ada sesuatu yang ingin ia sampaikan langsung kepada mu. Jadi apa kah kau bisa pulang?' jelas Ibu asuhnya lebih lanjut.
__ADS_1
📞 'Baik Bu, sekarang juga aku akan langsung berangkat' ucap Ranai sambil membereskan meja kerjanya.
📞 'Baik lah Nia, kami akan menunggumu. Hati hati di jalan' ucapnya sebelum menutup telepon.
📞 'Baik Bu' balas Rania sebelum mengakhiri panggilan tersebut, kemudian ia pun bergegas pergi.
Saat ia akan pergi, ia berpapasan dengan Asisten Jeff yang langsung mencegahnya pergi karena ini masih masuk jam kerjanya walaupun tinggal tersisa satu jam saja.
"Kau mau ke mana Rani? ini masih jam kerja!" seru Jeff sambil menahannya masuk lift.
"Maaf asisten Jeff saat ini ada urusan yang lebih penting dan jika saya tidak pergi sekarang saya akan menyesal. Nanti saya akan langsung menghubungi Tuan Vero untuk menjelaskannya" ucap Rania langsung masuk ke dalam lift dan langsung memencet tombol lift agar segera bergerak turun.
"Bagaimana ini?!" gumam Jeff sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
❣ ❣ ❀ ❀ ❣ ❣
Selamat Membaca semuanya...😊😊😊
...Jangan Lupa tambahkan ke Favorit ya.... 🤩...
Mohon dukungannya pada novel pertama ku ini dengan memberikan Vote, Rate dan Likenya dari kalian pembaca semua...😊 Satu dukungan dari kalian akan sangat berarti dan menambah semangat author untuk terus update 😉 Terima Kasih 🙏
...Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar ya... ♡Thanks!...
__ADS_1
...Love Love Love buat kalian semua 🥰🥰🥰...